Di sebuah kerajaan tua di daratan Eropa bernama Valenmoor, berdirilah kastil megah dengan menara-menara menjulang tinggi.Kastil itu dipenuhi kesedihan sejak Raja Aldric gugur dalam peperangan.
Putrinya, Lady Rorienne, dikenal sebagai gadis tercantik di seluruh negeri.Rambutnya sehitam malam, kulitnya seputih salju, dan matanya menyimpan luka yang tak pernah sembuh—karena ayahnya tewas di tangan seorang ksatria misterius.
Ksatria itu adalah Sir Bondar von Bowsen, pria yang dikutuk dengan kekuatan gelap setelah mengalahkan raja-raja besar.Ia datang ke Valenmoor bukan hanya untuk menaklukkan, tapi juga untuk memiliki sesuatu yang tak bisa ia miliki: hati sang putri.
Suatu malam, di bawah cahaya bulan pucat, Sir Bondar berdiri di gerbang kastil.
“Aku datang bukan sebagai musuh,” katanya, suaranya berat seperti gemuruh.“Aku datang untuk melamarmu, Lady Rorienne.”
Rorienne menggenggam gaunnya erat.Di balik ketenangannya, kebencian membara.
“Jika kau ingin menikahiku,” ucapnya dingin, “kau harus membuktikan kekuatanmu.”
“Sebutan saja,” jawab Bondar.
Rorienne tersenyum tipis—senyum penuh tipu daya.
“Bangunlah untukku seribu menara sebelum fajar menyingsing.”
Sir Bondar tidak gentar.
Ia mengangkat pedangnya ke langit dan memanggil kekuatan yang tersegel dalam jiwanya.Dari bayang-bayang hutan, muncullah roh-roh gelap, arwah pekerja dari dunia lain.
Dalam sekejap, batu-batu beterbangan, menara demi menara berdiri menjulang.Suara dentingan dan gemuruh memenuhi malam.
Rorienne menyaksikan dari jendelanya… dan untuk pertama kalinya, rasa takut menyelinap.
“Dia… benar-benar bisa melakukannya…”
Menara ke-900… 950… 990…
Waktu hampir habis.
Rorienne tahu—jika ia gagal, ia harus menikahi pembunuh ayahnya.
Dengan putus asa, ia memerintahkan para pelayan untuk menyalakan obor di seluruh desa, membakar jerami, dan memukul lonceng gereja.
Langit malam berubah kemerahan… seolah fajar telah tiba.
Ayam-ayam berkokok.Roh-roh yang dipanggil Bondar terkejut.
“Matahari… telah terbit…”
Dalam sekejap, mereka lenyap.
Menara berhenti di angka 999.
Sir Bondar menatap menara terakhir yang belum selesai.
Kemudian… ia menoleh pada Rorienne.
“Kau menipuku…”
Untuk pertama kalinya, amarahnya melampaui cintanya.
“Jika aku tidak bisa memiliki hatimu… maka kau akan menjadi bagian dari menara itu selamanya.”
Dengan kekuatan kutukan, ia menunjuk sang putri.
Tubuh Rorienne membeku… kulitnya berubah menjadi batu… wajahnya tetap cantik, namun kini abadi dalam keheningan.
Ia menjadi menara ke-1000.
Sejak saat itu, kastil Valenmoor dikenal sebagai Kastil Seribu Menara, tempat di mana cinta, dendam, dan sihir gelap bertemu.
Dan di puncak menara tertinggi… berdirilah patung seorang putri, yang selamanya menatap fajar yang tak pernah benar-benar ia lihat.
Tamat.