Di tanah Yunani kuno, hiduplah seorang musisi yang begitu luar biasa hingga bahkan batu dan pohon pun bisa menangis mendengar lagunya.Ia adalah Orpheus.
Suatu hari, ia jatuh cinta pada seorang gadis lembut bernama Eurydice.Cinta mereka begitu indah—dipenuhi tawa, lagu, dan harapan akan masa depan bersama.
Namun kebahagiaan itu tidak berlangsung lama.
Saat berjalan di padang bunga, Eurydice digigit ular berbisa.Dalam hitungan waktu, nyawanya melayang, dan ia pun pergi ke dunia bawah.
Orpheus hancur.
Ia tak bisa menerima kehilangan itu.Dengan tekad yang kuat, ia memutuskan melakukan sesuatu yang mustahil—pergi ke dunia orang mati untuk membawa kembali istrinya.
Dengan kecapinya, Orpheus berjalan menuju dunia bawah, tempat yang dikuasai oleh Hades dan Persephone.
Di gerbang dunia itu, ia memainkan lagu paling sedih yang pernah ada.
Nada-nadanya begitu menyayat hati hingga penjaga gerbang terdiam… arwah-arwah berhenti meratap… bahkan Hades dan Persephone pun tersentuh.
“Biarkan aku membawa Eurydice kembali,” pinta Orpheus, suaranya gemetar.
Hades menatapnya lama, lalu berkata,
“Aku akan mengizinkannya… dengan satu syarat.”
“Jangan pernah menoleh ke belakang sampai kalian berdua benar-benar keluar dari dunia bawah.”
Orpheus mengangguk.
Perjalanan kembali dimulai.
Orpheus berjalan di depan, sementara Eurydice mengikutinya dari belakang dalam bayangan samar.Ia bisa merasakan kehadirannya… tapi tidak bisa melihatnya.
Langkah demi langkah…
sunyi…
gelap…
mencekam…
Keraguan mulai muncul di hati Orpheus.
Apakah Eurydice benar-benar ada di belakangku?Atau ini hanya tipuan para dewa?
Saat hampir mencapai cahaya dunia atas…
Orpheus tak tahan lagi.
Ia menoleh.
Dan di sanalah Eurydice… untuk terakhir kalinya.
Ia menatap Orpheus dengan senyum sedih sebelum tubuhnya perlahan menghilang, ditarik kembali ke dunia bawah.
“Orpheus…” bisiknya, sebelum lenyap selamanya.
Orpheus jatuh berlutut.
Ia telah hampir berhasil…
tetapi kehilangan segalanya karena satu momen keraguan.
Sejak saat itu, ia hidup dalam kesedihan, hanya ditemani oleh lagu-lagu pilunya yang terus mengalun hingga akhir hayatnya.
Cinta membutuhkan kepercayaan.Keraguan, meskipun hanya sesaat, bisa menghancurkan sesuatu yang hampir kita miliki selamanya.
Tamat.