MeyLina, seorang gadis Indonesia yang gemar menonton drama Mandarin, tidak pernah menyangka bahwa hidupnya akan berubah drastis karena sebuah aplikasi kencan. Iseng-iseng, ia membuat profil dengan nama samaran "Mey" dan memasang foto dirinya yang sedang tersenyum manis. Siapa sangka, profilnya menarik perhatian seorang pria bernama Dilan Wang.
Dilan Wang, seorang aktor muda yang sedang naik daun di Tiongkok, sedang mencari cara untuk menghilangkan penat di sela-sela kesibukannya. Ia menemukan aplikasi kencan dan tertarik dengan profil MeyLina yang tampak ceria dan sederhana. Dilan, dengan nama asli Wang Hedi, menggunakan nama aslinya di aplikasi tersebut.
Awalnya, MeyLina tidak percaya bahwa ia sedang berbicara dengan Dilan Wang yang asli. Ia mengira itu hanya ulah penggemar yang iseng. Namun, setelah beberapa kali bertukar pesan dan melakukan panggilan video, MeyLina mulai yakin bahwa pria yang sedang berbicara dengannya adalah benar-benar Dilan Wang.
Dilan dan MeyLina semakin dekat dari hari ke hari. Mereka saling bercerita tentang kehidupan masing-masing, berbagi mimpi dan harapan, serta saling mendukung dalam segala hal. MeyLina terpesona dengan kepribadian Dilan yang rendah hati, lucu, dan perhatian. Sementara Dilan, jatuh cinta dengan kecantikan alami, kecerdasan, dan kebaikan hati MeyLina.
Namun, hubungan mereka tidak berjalan mulus begitu saja. Jarak yang memisahkan mereka menjadi tantangan terbesar. Dilan berada di Tiongkok, sementara MeyLina berada di Indonesia. Mereka hanya bisa berkomunikasi melalui dunia maya. Hubungan jarak jauh (LDR) ini menguji kesabaran dan kepercayaan mereka.
"Aku rindu kamu, Mey," kata Dilan suatu malam saat mereka sedang melakukan panggilan video.
"Aku juga rindu kamu, Dilan," jawab MeyLina dengan nada sedih. "Kapan kita bisa bertemu?"
Dilan terdiam sejenak. Ia tahu bahwa jadwalnya sangat padat dan sulit untuk mengambil cuti. Namun, ia juga tidak ingin terus menerus menjalani hubungan jarak jauh dengan MeyLina.
"Aku akan berusaha mencari waktu untuk menemuimu, Mey," kata Dilan dengan nada bersemangat. "Aku janji."
Beberapa bulan kemudian, Dilan akhirnya berhasil mendapatkan cuti selama seminggu. Ia segera memesan tiket pesawat ke Indonesia dan memberi tahu MeyLina tentang kedatangannya.
MeyLina sangat senang mendengar kabar tersebut. Ia tidak sabar untuk bertemu dengan Dilan secara langsung. Ia mempersiapkan segala sesuatu dengan sebaik mungkin untuk menyambut kedatangan Dilan.
Hari yang dinanti-nantikan pun tiba. MeyLina menunggu Dilan di bandara dengan jantung berdebar kencang. Ketika Dilan muncul di hadapannya, MeyLina terpaku. Dilan tampak lebih tampan dan menawan daripada yang ia lihat di layar.
Dilan tersenyum lebar dan langsung memeluk MeyLina erat-erat. "Akhirnya aku bisa bertemu denganmu, Mey," kata Dilan dengan nada bahagia.
MeyLina membalas pelukan Dilan dengan erat. "Aku juga senang bisa bertemu denganmu, Dilan," jawab MeyLina dengan mata berkaca-kaca.
Selama seminggu, Dilan dan MeyLina menghabiskan waktu bersama dengan bahagia. Mereka mengunjungi tempat-tempat wisata di Indonesia, mencicipi makanan khas Indonesia, dan saling mengenal lebih dekat.
"Aku sangat mencintaimu, Mey," kata Dilan suatu malam saat mereka sedang duduk di tepi pantai.
"Aku juga sangat mencintaimu, Dilan," jawab MeyLina sambil tersenyum.
Dilan kemudian mengeluarkan sebuah cincin dari sakunya dan berlutut di hadapan MeyLina. "MeyLina, maukah kau menikah denganku?" tanya Dilan dengan nada tulus.
MeyLina terkejut dan tidak bisa menahan air matanya. "Ya, Dilan, aku mau!" jawab MeyLina dengan nada bahagia.
Dilan memasangkan cincin itu di jari MeyLina dan menciumnya dengan lembut.
Mereka berdua berpelukan erat, merasakan kebahagiaan yang tak terhingga.
Setelah masa cutinya berakhir, Dilan harus kembali ke Tiongkok. Namun, ia berjanji akan segera kembali ke Indonesia untuk mempersiapkan pernikahan mereka.
Beberapa bulan kemudian, Dilan dan MeyLina menikah di Indonesia dengan dihadiri oleh keluarga dan teman-teman terdekat mereka. Pernikahan mereka menjadi berita heboh di media sosial dan membuat banyak penggemar Dilan merasa bahagia.
Dilan dan MeyLina kemudian tinggal bersama di Tiongkok. MeyLina belajar bahasa Mandarin dan beradaptasi dengan kehidupan di sana. Dilan selalu mendukung dan menyayangi MeyLina dengan sepenuh hati.
Meskipun mereka berasal dari budaya yang berbeda dan memiliki latar belakang yang berbeda, Dilan dan MeyLina berhasil membangun rumah tangga yang harmonis dan bahagia. Mereka membuktikan bahwa cinta sejati bisa ditemukan di mana saja, bahkan di aplikasi kencan.
Suatu hari, saat mereka sedang bersantai di rumah, Dilan berkata kepada MeyLina, "Kau tahu, Mey, aku tidak pernah menyangka akan bertemu denganmu di aplikasi kencan. Ini benar-benar takdir."
MeyLina tersenyum dan memeluk Dilan dengan erat. "Aku juga tidak menyangka, Dilan. Tapi aku sangat bersyukur karena takdir telah mempertemukan kita," jawab MeyLina.
Dilan membalas pelukan MeyLina dan mencium keningnya dengan lembut. "Aku akan selalu mencintaimu, Mey," kata Dilan.
"Aku juga akan selalu mencintaimu, Dilan," jawab MeyLina.
Dan begitulah kisah cinta Dilan Wang dan MeyLina, dari pertemuan iseng di aplikasi kencan hingga menjadi pasangan suami istri yang bahagia. Sebuah kisah cinta yang membuktikan bahwa jarak dan perbedaan bukanlah halangan untuk menemukan cinta sejati.
TAMAT ૮(⁔ ܸ > ⩊ < ܸ ⁔)ა