Ellie adalah seorang gadis muda yang cantik dan ceria, bekerja sebagai pustakawan di sebuah perpustakaan kecil di kota. Di perpustakaan Ellie sering memperhatikan seorang pria yang sering berkunjung ke perpustakaan untuk membaca dia Altar, Altar adalah seorang pria misterius yang baru saja pindah ke kota itu dan menjadi pelanggan setia di perpustakaan Ellie.
Setiap hari, Altar datang ke perpustakaan untuk membaca buku-buku filsafat dan sastra. Ellie selalu menyambutnya dengan senyum dan membantu mencari buku-buku yang dia butuhkan. Mereka mulai berbicara dan bertukar pikiran tentang buku-buku yang mereka baca.
Ellie terpesona dengan kecerdasan dan kebijaksanaan Altar, sementara Altar tertarik dengan kecantikan dan kelembutan Ellie. Mereka mulai menghabiskan waktu bersama, berjalan-jalan di taman, minum kopi, dan berbicara tentang impian-impian mereka.
Suatu hari, Altar mengajak Ellie ke sebuah tempat yang indah, sebuah taman bunga yang penuh dengan bunga-bunga liar. Mereka duduk di atas sebuah batu, menonton matahari terbenam, dan Altar mengambil tangan Ellie.
"Ellie, aku ingin selalu berasama denganmu, aku ingin menghabiskan wakty dan sisa hidupku denganmu" kata Altar dengan suara yang lembut.
Ellie merasa hatinya berdebar, dan dia tahu bahwa dia juga merasakan hal yang sama. Mereka berdua saling memandang, dan kemudian... mereka berciuman di bawah cahaya matahari terbenam yang indah.
Setelah ciuman pertama mereka, Ellie dan Altar semakin dekat. Mereka mulai menghabiskan waktu bersama setiap hari, menjelajahi kota, dan berbagi rahasia-rahasia mereka.
Altar membawa Ellie ke tempat-tempat yang indah, seperti pantai, gunung, dan danau. Ellie merasa seperti sedang berada di dalam dongeng, dengan Altar sebagai pangeran tampan yang mencintainya.
Suatu hari, Altar mengajak Ellie ke sebuah restoran yang romantis, dengan pemandangan kota yang indah. Mereka duduk di meja, memegang tangan, dan Altar mengeluarkan sebuah kotak kecil.
"Ellie, aku ingin menghabiskan sisa hidupku denganmu," kata Altar, sambil membuka kotak itu. "Akan kamu menikah denganku?"
Ellie merasa hatinya berhenti, dan dia tahu bahwa dia ingin menghabiskan sisa hidupnya dengan Altar. "Ya, aku akan menikah denganmu!" katanya, sambil menangis bahagia.
Altar memasangkan cincin di jari Ellie, dan mereka berdua saling memandang, dengan cinta yang mendalam.
Setelah proposal yang romantis, Ellie dan Altar mulai merencanakan pernikahan mereka. Mereka memilih tanggal, tempat, dan dekorasi yang indah. Ellie sangat sibuk dengan persiapan pernikahan, sementara Altar sibuk dengan urusan bisnisnya.
Suatu hari, Ellie menerima undangan pernikahan dari temannya, yang juga akan menikah di hari yang sama dengan Ellie. Ellie sangat terkejut dan merasa dilema, karena dia tidak ingin melewatkan pernikahan temannya, tapi juga tidak ingin meninggalkan Altar.
Altar, yang menyadari kesulitan Ellie, mengajaknya berbicara. "Ellie, aku tahu kamu ingin pergi ke pernikahan temannmu, tapi aku juga ingin kamu ada di pernikahan kita. Bagaimana kalau kita pergi ke pernikahan temannmu dulu, dan kemudian kembali ke pernikahan kita?"
Ellie merasa lega dan gembira, karena Altar memahami keinginannya. Mereka pergi ke pernikahan temann Ellie, dan kemudian kembali ke pernikahan mereka sendiri, yang berlangsung dengan indah dan romantis.
Mereka berdua saling berjanji untuk selalu ada untuk satu sama lain, dan hidup bahagia selama-lamanya.
END.