Setelah pernikahan Cinderella dengan sang Pangeran, kehidupan di istana berubah menjadi penuh kebahagiaan.
Namun di rumah keluarga Tremaine, suasana terasa… berbeda.
Tidak lagi ada perlombaan untuk menjadi yang paling menonjol.Tidak ada pesta besar yang harus direbut.
Dan di tengah keheningan itu, Anastasia Tremaine mulai menyadari sesuatu—
Ia tidak pernah benar-benar tahu siapa dirinya.
Suatu hari, dengan sedikit dorongan dari Cinderella, Anastasia memberanikan diri keluar rumah sendirian.
“Aku… hanya ingin melihat dunia,” katanya gugup.
Ia berjalan ke desa, melihat hal-hal sederhana yang selama ini tidak pernah ia perhatikan—anak-anak bermain, pedagang tersenyum, aroma roti hangat dari toko kecil di sudut jalan.
Tanpa sadar, ia berhenti di depan sebuah toko roti.
Seorang pemuda di dalamnya sedang bekerja dengan penuh semangat, tangannya dipenuhi tepung, wajahnya berkeringat—namun ia tersenyum tulus.
Anastasia masuk dengan ragu.
“A-aku hanya melihat-lihat…” katanya kikuk.
Pemuda itu tersenyum ramah.“Silakan. Aku Lucas.”
Berbeda dengan orang-orang yang biasa ia temui, Lucas tidak terlihat kagum… juga tidak takut.
Dan anehnya, itu membuat Anastasia merasa… nyaman.
Hari-hari berikutnya, Anastasia sering kembali.
Awalnya hanya membeli roti.Lalu mulai membantu sedikit—meski sering menjatuhkan tepung atau salah mengaduk adonan.
“Kamu tidak terlalu pandai,” kata Lucas sambil tertawa kecil.
Anastasia langsung tersipu.
“Aku tahu…” gumamnya.
Namun untuk pertama kalinya, ia tidak merasa dipermalukan.
Di sisi lain, Lady Tremaine mulai curiga.
“Kamu pergi ke mana setiap hari?” tanyanya tajam.
Anastasia gugup, tapi tidak berbohong.
“Aku… hanya ingin mencoba hidupku sendiri.”
Itu bukan jawaban yang biasa keluar dari dirinya.
Dan itu membuatnya sendiri terkejut.
Suatu sore, saat toko hampir tutup, Anastasia duduk diam.
“Aku tidak seperti Cinderella,” katanya pelan.“Aku tidak anggun… tidak sempurna… dan sering melakukan kesalahan.”
Lucas menatapnya lembut.
“Aku tidak butuh seseorang yang sempurna.”
Anastasia mengangkat kepala.
“Aku butuh seseorang yang berani mencoba… meski sering gagal,” lanjutnya.
Hati Anastasia bergetar.
Untuk pertama kalinya… ia merasa dilihat apa adanya.
Namun kebahagiaan itu diuji.
Lady Tremaine melarangnya kembali ke desa.
“Kamu adalah bagian dari keluarga Tremaine! Jangan mempermalukan kita dengan bergaul dengan orang biasa!”
Anastasia ragu.
Ia takut… tapi juga tidak ingin kehilangan sesuatu yang baru saja ia temukan.
Dengan keberanian yang belum pernah ia miliki sebelumnya, ia berkata,
“Aku tidak ingin hidup hanya untuk terlihat baik di mata orang lain.”
Itu adalah langkah kecil… tapi berarti besar.
Akhirnya, Anastasia kembali ke toko roti.
Dengan senyum gugup, ia berkata pada Lucas,
“Aku mungkin masih ceroboh… tapi aku ingin mencoba lagi.”
Lucas tersenyum.
“Kalau begitu, kita mulai dari awal.”
Di kejauhan, Cinderella melihat Anastasia tertawa kecil sambil membantu di toko roti.
Ia tersenyum hangat.
Karena ia tahu…
Tidak semua kisah cinta dimulai dari pesta dansa megah.
Beberapa dimulai dari kesalahan kecil, tepung yang berantakan,
dan keberanian untuk menjadi diri sendiri.
Menjadi diri sendiri mungkin terasa sulit, tapi di situlah cinta sejati akan menemukan kita—bukan karena kita sempurna, tapi karena kita berani mencoba.
Tamat.