Sari sedang menyajikan es krim coklat ke tangan seorang anak kecil yang sedang menunggu dengan mata penuh harap. Gerobak es krimnya yang berwarna cerah selalu menjadi daya tarik bagi anak-anak sekolah yang pulang setiap sore. Ia menjadi janda setelah suaminya, Toni, meninggal lima tahun lalu akibat penyakit ginjal yang tidak bisa diobati. Sari harus menjalankan usaha es krim yang dulunya hanya sebagai hiburan bersama suaminya, sambil merawat dua anaknya dan juga membayar biaya pengobatan ibunya yang sakit stroke.
Suatu hari, ketika sedang membersihkan gerobak setelah berjualan, seorang pria datang dengan membawa beberapa alat perbaikan dan menawarkan untuk memperbaiki mesin es krim yang mulai sering rusak. "Permisi bu, nama saya Budi. Saya melihat mesinmu sering bermasalah dan saya bisa memperbaikinya. Saya juga seorang janda, dan pernah bekerja sebagai teknisi di pabrik pendingin," kata pria itu dengan senyum ramah. Sari terkejut tapi menerima bantuan dengan senang hati.
Setelah mesin diperbaiki dan berjalan dengan lancar, Budi sering datang membantu Sari setiap sore. Ia tidak hanya membantu memperbaiki alat-alat yang rusak, tapi juga mengajarkan cara membuat varian rasa es krim baru yang unik, seperti es krim rasa durian dengan topping coklat atau es krim rasa kelapa dengan sirup jahe. Ia bahkan membantu merancang gerobak es krim yang lebih menarik dan nyaman digunakan. Sari mulai merasa bahwa usahanya yang dulu hanya bisa memenuhi kebutuhan dasar kini menjadi lebih menguntungkan dan disukai banyak orang.
Namun, Sari masih merasa ragu untuk menerima Budi lebih jauh karena khawatir anak-anaknya tidak akan menerima orang baru sebagai ayah mereka. Hingga suatu malam, ketika sedang berbincang dengan anak-anak di kamar tidur, anak perempuan yang lebih besar bernama Ayu berkata: "Ibu, kita semua suka Pak Budi. Dia selalu membuat kita senang dan membantu kamu kerja. Kalau ibu suka sama dia, kita tidak keberatan kok. Ayah kita pasti juga ingin ibu bahagia."
Keesokan harinya, Sari mengajak Budi untuk berbicara di taman dekat sekolah setelah berjualan. Ia mengungkapkan bahwa Budi adalah "janda pilihan ku" – orang yang telah membawa kebahagiaan kembali ke dalam hidupnya dan keluarganya. Budi tersenyum dan mengatakan bahwa ia juga telah melihat bagaimana Sari bekerja dengan keras dan mencintai anak-anaknya dengan tulus. Mereka memutuskan untuk bekerja sama mengembangkan usaha es krim mereka.
Mereka membuka sebuah gerai es krim tetap di dekat pasar dan juga menawarkan layanan pengiriman untuk acara-acara khusus. Anak-anak Sari juga belajar membantu membuat es krim dan sangat senang ketika Budi mengajak mereka bereksperimen dengan rasa baru. Beberapa bulan kemudian, mereka mengadakan pernikahan sederhana di depan gerai es krim mereka, dengan dihadiri oleh keluarga, teman-teman, dan banyak pelanggan yang sudah mengenal mereka. Sari merasa bahagia bisa menemukan orang yang tidak hanya membantu usahanya, tapi juga mencintai keluarganya dengan sepenuh hati.