Suasana malam hari yg gelap gulita, Matthew, nick, magnus, dan Rintaro berjalan melewati hutan meninggalkan imperial city yg kini sudah di susupi oleh penghianat
Matthew *menatap sekitar*: hati² banyak mutant di luar sini, jika kita ketahuan kita bisa kena masalah
Rintaro *suara datar*: seharusnya kau sudah siap dengan itu
Nick *menenangkan*: tenang saja, di pinggir danau ada mobil lapis baja kita bisa gunakan itu untuk kabur dari sini
Magnus *merasakan sesuatu*: ada yg mendekat...
Nick: apa mutant?
Magnus: sebagian besar mutant tapi ada satu manusia yg memimpin mutant² itu
Rintaro *waspada*: kemungkinan itu richard, kita harus hati² mungkin dia membawa sesuatu yg berbahaya—
Dari balik kegelapan sebuah gelombang air menghantam rombongan Rintaro dan kawan²,air bah membanjiri sekitar, tidak ada yang tau apa yg datang, "crek, crek, crek" dari balik pohon Jessica muncul "pearl stuff" milik nya berpendar ungu siap bertarung jika di perlukan
Jessica *menatap tajam*: kalian tau kan, pergi tanpa izin akan di anggap penghianat
Nick *menjelaskan*: di kota sudah tidak kondusif lagi, ada penyusup di antara kita—
Jessica *tersenyum sinis*: kalau begitu siapa orangnya? Victor dia sudah pergi
Matthew: ric...richard dia penghianat—
Jessica: hahaha, jangan bercanda dia adalah orang yang menolong ku saat aku hampir mati tidak mungkin dia melakukan itu
Richard *muncul dari balik pohon*: astaga ternyata lebih banyak penghianat di sini
Magnus *tetap tenang*: apa kau sedang membicarakan dirimu sendiri?
Rintaro: jangan membodohi kami, kami tau apa yg kau rencanakan
Jessica *sedikit ragu*: memang.... Apa yg kau rencanakan?
Richard *tersenyum*: ingat saat kau ku selamatkan di pinggir danau?, saat itu aku juga kehilangan orang yang ku sayang *menatap mata Jessica* aku melihat mu merasakan apa yg ku rasakan, jadi aku membantu mu untuk melawan dan kau juga yg membuat ku meninggalkan rasa kesepian itu
Nick *menunjuk richard*: bohong! Jangan coba coba kau—
Jessica *marah*: diam!!! Jangan kau cemari nama orang yg berjasa dalam hidup ku!
(flashback)
di pinggir danau dastra puluhan jasad tergeletak tak bernyawa, air danau menjadi merah darah, bau bangkai semerbak di udara, menyisakan seorang gadis dengan tubuh terluka parah terbaring menunggu ajal menjemput, sampai seorang pria datang mengulurkan tangan untuk membantu
Richard *tersenyum*: kau pasti sudah melalui hari yg berat
Jessica *menatap richard: siapa kau? Sebaiknya kau pergi di sini...berbahaya
Richard *tersenyum kecil*: seharusnya kau yg pergi, dengan kondisi mu seperti ini, kau tidak akan bisa melawan mutant yg menyerang
Jessica *menatap sekitar*: aku tidak berniat melawan *suaranya menjadi rendah* aku akan menunggu ajal ku di sini...
Richard *heran*: mereka pasti sedih jika melihat mu menyerah
Jessica *heran*: apa maksudmu, apa yg harus kukatakan pada mereka, karena aku gagal melindungi mereka nanti
Richard *menatap Jessica*: kau mungkin gagal melindungi mereka...
Jessica: aku.. Tau itu
Richard: tapi mereka berkorban untuk melindungi mu, mereka mengorbankan diri mereka, agar setidaknya generasi berikutnya bisa mengenang kalian prajurit yg berkorban untuk melindungi umat manusia *Jessica terdiam* mungkin kau merasa bersalah, tapi mereka menaruh harapan pada mu *richard mengulurkan tangan* jangan menyerah, aku juga pernah merasakan apa yg kau rasakan saat ini tapi aku memilih untuk terus maju, jadi kita harus menguatkan satu sama lain dan jangan menyerah
Jessica *meraih tangan richard*: ku rasa kau ada benarnya, aku Jessica matovska senang bertemu dengan mu
Richard: aku richard Graham, kita akan menjadi partner yg hebat
(kembali ke masa kini)
Suasana makin memanas di tengah pepohonan yg gelap kedua belah kubu saling berhadapan satu sama lain, jessica dan richard mulai bersiap untuk bertarung, Magnus dan Rintaro juga sudah mengambil posisi siap
"bommm" suara tembakan meriam terdengar richard membidik Rintaro yg berhasil menghindar dengan lincah, jessica mulai maju "serrrr, byurrrr" air bah menggulung hutan "ting, ting, sring!" kilatan perak bersinar dalam gelap, memotong apa pun di depannya "wingggg!" suara dengungan mulai samar terdengar nyaring, pohon roboh mulai melayang, Magnus mulai mempersiapkan kekuatan nya untuk melawan
Richard *mengangkat pistolnya*: akan ku habisi kalian para penghianat
Magnus *membuka bukunya*: dari 140 kemungkinan, kalian memiliki 32 kemungkinan menang, 8 kemungkinan kalian mati, 56 kemungkinan kami menang, dan ada satu kemungkinan yg membuat ku tidak bisa berkata kata
Rintaro *menatap richard*: apa pun itu yg penting kita tahan mereka
Jessica *mengangkat tongkat nya*: sudahi omong kosong mu! Kalian akan ku kubur dan sini!
Rintaro *menarik pedang*: kau memang tidak bisa di ajak bicara lagi *menatap Matthew dan nick* kalian pergilah kami akan menahan mereka di sini
Nick: aku mengerti *meraih tangan Matthew* kita harus pergi dari sini
"byurrr! Darrrr! Brakkjj! Sringg!" puing² berjatuhan, gelombang air menghantam, tembakan senjata berat menggema, suara pedang terdengar nyaring Mereka beradu serangan membuat Malam yg gelap menjadi medan pertarungan.
Jessica *menenangkan diri*: aku sudah lama tidak mengeluarkan kekuatan ku
Magnus *memperingatkan*: hati² nona, mungkin ada yg akan mengejutkan mu
Rintaro *bersiap*: meski kau bukan penghianat, jika kau menghalangi jalan kami, maka bersiaplah
Jessica *tersenyum*: aku menunggu salah satu dari 140 kemungkinan mu untuk terjadi
Richard *menyeringai*: aku menunggu kemungkinan mu *menatap Magnus* the magician
*drek! drek! drek!* langkah kaki serempak menguncang tanah, seperti pasukan yg siap berperang, langkahnya semakin dekat dan kuat memberi kesan intimidasi yg mengerikan, di dalam kota bargilln semua warga di evakuasi ke bunker bawah tanah yg sudah di siap kan
Emily *terkejut*: apa yang terjadi!?
Max *menatap luar benteng*: dari pasukan yg berpatroli mereka bilang melihat ratusan mutant yg di pimpin badak hibrida
Roy *membantu warga*: siapa dia? Dan apa tujuannya?
Chris: mungkin itu Ezuno, aku tidak tau banyak tentang dia tapi, dari cerita nick dia adalah orang yg pintar namun dia sangat licik
Max *menggunakan armor baxiliz*: aku akan memimpin regu delta untuk maju dan mengobservasi
Roy *menyadari sesuatu*: dimana victor? Kita perlu bantuan nya
Emily *khawatir*: entahlah kak victor agak aneh hari ini.....
Maria *menegaskan*: sepertinya kita harus bertempur tanpa victor, jadi berusahalah!
Mereka semua meninggalkan tempat perbincangan dan mulai mengambil posisi, sementara victor masih di dalam ruang medis, bahunya di balut dengan perban seperti mengalami sesuatu yg parah. "tok² ngik" pintu terbuka maria masuk dengan beberapa anggota medis dan alat untuk operasi
Victor *penasaran*: apa ada yang datang?
Maria *tenang*: ya pasukan mutant liar yg di pimpin Ezuno salah satu petinggi chronicle
Victor *tersenyum*: aku ingin melawan nya...
Maria *mengingatkan*: sebelum itu kau harus operasi untuk memperbaiki bahu mu dulu, sepertinya kau terlalu sering menahan recoil senjata mu dengan bahu
Victor *mengaruk kepala nya*: itu hal biasa bukan?
Rebbecca *menyiapkan anestesi*: sniper T-89
Kaliber 11,21mm
Kaliber amunisi 9,56mm
Jika kau manusia biasa kau langsung mati saat pertama kali mencoba *menatap maria* semuanya sudah siap
Maria *mengangkat pisau bedah*: aku mulai
"diarrr! Hergggg! Ngakjj!" suara tembakan, ledakan, rauman, erangan menjadi pelengkap di gerbang timur kota bargilln yg menjadi medan tempur "brakkkk!" di tengah medan perang Ezuno dengan pedang tanduk badaknya menerobos maju memporak porandakan pertahanan pasukan atlas "ting! Ting! Ting!" tebasan cepat nan tepat memukul mundur pasukan mutant Ragnarok (emily) kali ini siap bertempur
Ezuno *tersenyum*: siapa kau? Aku belum pernah melihat mu sebelumnya
Emily *tenang*: kau tidak perlu tau
Ezuno *menyeringai*: itu tidak sopan
Emily: nicolai ezuno, putra dari marcus nucleus seorang ilmuwan gila yg mencampur darah manusia dan cocaine, itu terlalu brutal
Ezuno *terkesima*: wah, kau tau cukup banyak juga, tapi itu sudah lama sekali *Ezuno mulai menumbuhkan Cactus di tangan nya* aku lebih baik dari ayah ku
"bammmm!" hantaman keras terdengar, sebuah retakan tercetak di tanah, Ezuno hampir mengenai emily yg berhasil menghindar "swingg" serangan itu memotong Cactus di lengan Ezuno tapi tidak mampu menembus kulitnya
Emily *terkesan*: cukup kokoh
Ezuno *menatap tajam*: aku belum selesai dengan mu
Emily *menarik pedang*: aku juga belum selesai
"tingggggh, dekkk!" logam beradu, suara serpihan tanduk beterbangan duel tiga duel sengit akan di mulai
To be continue