Volume 1 – Cinta di Antara Bayangan
Sang Legenda Volume 1:
🔥 Batara Kala – Dewa Waktu dan Kegelapan
Arsal : Pria yang menyukai Ren
Rama :Pria yang menyukai Rika
Rika : Wanita ceria dan bahagia
Ren : Wanita yang dingin dan cuek
Chapter 1 – TATAPAN PERTAMA
Sekolah di desa Blitar pagi itu terasa biasa.
Sampai Arsal duduk di sebelah Ren.
Arsal (pelan):
“Kamu selalu terlihat sendirian.”
Ren tak menoleh.
Namun jantungnya berdetak… untuk pertama kalinya terasa.
Di sisi lain kelas—
Rama memperhatikan Rika yang tertawa.
Cahaya Rika memantul di mata Rama.
Chapter 2 – BENIH PERASAAN
Rika tanpa sengaja menggandeng tangan Rama saat hampir jatuh.
Cahaya hangat menyelimuti mereka.
Rama terdiam.
Wajahnya memerah.
Rama (batin):
Kalau dia adalah cahaya… aku ingin jadi pelindungnya.
Sementara itu, Arsal mulai sering menunggu Ren pulang sekolah.
Ren yang biasanya dingin, mulai merasa aman saat Arsal ada.
Chapter 3 – RAHASIA YANG MEMISAHKAN
Arsal mengetahui kebenaran tentang Ren.
Ia tahu dalam diri Ren bersemayam Batara Kala.
Ia tahu suatu hari Ren bisa kehilangan dirinya.
Namun—
Arsal:
“Aku lebih takut kehilangan kamu… daripada menghadapi kegelapanmu.”
Ren menatapnya.
Untuk pertama kalinya… ia tersenyum kecil.
Chapter 4 – CEMBURU YANG TAK TERUCAP
Rika melihat Ren semakin dekat dengan Arsal.
Ia merasa aneh.
Bukan cemburu cinta—
tapi takut kehilangan kakaknya.
Sementara Rama mulai gelisah.
Karena Arsal terlihat terlalu dekat dengan Ren.
Kembar itu mulai berbeda jalan.
Chapter 5 – MALAM PENGAKUAN
Hujan turun.
Ren berdiri di bawah atap sekolah.
Arsal mendekat.
Arsal:
“Kalau kamu adalah kehampaan…
biar aku jadi alasannya untuk tetap bertahan.”
Ren gemetar.
Ren:
“Aku takut menyakitimu.”
Arsal memegang tangannya.
Arsal:
“Kalau harus terluka… aku memilih olehmu.”
Ren menangis.
Dan di langit, bayangan Batara Kala tertawa pelan.
Chapter 6 – CINTA DAN TAKDIR
Rama akhirnya mengajak Rika bicara.
Rama:
“Kalau suatu hari aku harus melawan kakakmu…
apa kamu akan membenciku?”
Rika terdiam.
Rika:
“Kalau kamu melukai dia… aku tidak akan memaafkanmu.”
Rama tersenyum pahit.
Cinta dan tugasnya mungkin akan berbenturan.
Chapter 7 – KEKUATAN CINTA
Batara Kala mulai mengambil alih tubuh Ren.
Langit menghitam.
Desa kacau.
Ren kehilangan kontrol.
Arsal memeluknya dari belakang.
Arsal (berteriak):
“Ren! Dengar suaraku! Kamu bukan kegelapan itu!”
Air mata Ren jatuh.
Batara Kala melemah.
Cinta menjadi rantai yang menahan dewa kegelapan.
Chapter 8 – PENGORBANAN RAMA
Rama menggunakan kekuatan pemanggilan arwah untuk membantu Arsal.
Tubuhnya hampir hancur.
Rika menangis memeluknya.
Rika:
“Kenapa kamu selalu mempertaruhkan dirimu?!”
Rama:
“Karena aku ingin masa depan… bersamamu.”
Rika tak mampu lagi menahan perasaannya.
Ia memeluk Rama.
Ren sadar sepenuhnya.
Ia memilih tidak membunuh Batara Kala.
Ia menyatu… tapi tetap mengendalikan.
Ren:
“Kegelapan bukan untuk menghancurkan…
tapi untuk melindungi.”
Batara Kala menghilang.
Namun sebelum lenyap—
Ia berbisik:
“Legenda berikutnya akan bangkit…”
Chapter 9 – JANJI EMPAT HATI
Di atap sekolah.
Arsal menggenggam tangan Ren.
Rama menggenggam tangan Rika.
Empat remaja.
Empat kekuatan.
Dua cinta yang tumbuh di tengah bahaya.
Ren (pelan):
“Aku tidak kosong lagi.”
Arsal:
“Karena sekarang kamu punya aku.”