Di sebuah danau yang airnya jernih seperti kaca, hiduplah berbagai macam hewan air dan darat. Ada ikan nila, katak, kura-kura, bebek, capung, hingga angsa tua yang disegani. Selama bertahun-tahun, danau itu dipimpin oleh Pak Kura, kura-kura tua yang bijaksana namun sudah semakin lambat.
Suatu hari, Pak Kura mengumpulkan semua penghuni danau.
“Saudara-saudara,” katanya pelan, “aku sudah terlalu tua. Sudah waktunya kalian memilih pemimpin baru.”
Hewan-hewan pun ribut. Ini pertama kalinya mereka mengadakan pemilihan pemimpin danau.
Muncullah tiga calon.
Yang pertama adalah Bangau Putih. Ia tinggi, suaranya lantang, dan pandai berpidato.
“Jika aku terpilih,” katanya, “danau ini akan terkenal! Aku akan mengundang hewan dari danau lain.”
Yang kedua Ikan Lele. Ia licik tapi cerdas, hidup di dasar danau dan tahu banyak rahasia.
“Aku paling tahu kondisi danau dari bawah,” ujarnya. “Percayalah padaku.”
Yang ketiga adalah Katak Hijau. Ia kecil, suaranya tidak terlalu besar, tapi rajin.
“Aku mungkin tidak hebat bicara,” katanya jujur, “tapi aku mau membersihkan danau dan mendengarkan semua suara.”
Masa kampanye pun dimulai.
Bangau sibuk berjanji. Ia berdiri di batu tinggi, berbicara panjang lebar, tapi jarang turun ke danau.
Lele berbisik ke sana-sini, menjanjikan keuntungan pada beberapa kelompok ikan.
Sementara Katak setiap hari memunguti sampah daun, membantu ikan kecil, dan menegur hewan yang mengotori danau.
Hari pemilihan tiba. Pak Kura memimpin jalannya pemilu. Setiap hewan memberikan suara dengan menjatuhkan kerikil ke tempurung calon yang dipilih.
Saat penghitungan selesai, semua terdiam.
Pemenangnya adalah… Katak Hijau.
Bangau terkejut. “Aku kan paling pandai bicara!”
Lele mendengus. “Aku tahu semua rahasia danau!”
Pak Kura tersenyum.
“Pemimpin bukan yang paling keras suaranya, atau paling licik. Tapi yang benar-benar bekerja untuk semua.”
Sejak Katak memimpin, danau menjadi lebih bersih. Air makin jernih. Semua hewan merasa didengar. Katak tidak mengambil keputusan sendiri, ia selalu bermusyawarah.
Bangau akhirnya belajar membantu tanpa banyak bicara.
Lele berhenti berbisik dan mulai bekerja jujur.
Danau Bening pun kembali damai.
Dalam memilih pemimpin, jangan hanya melihat janji dan kata-kata, tapi lihatlah perbuatan dan ketulusan. Pemimpin sejati adalah yang mau bekerja dan mendengarkan.
Tamat.