Aku membenci orang pacaran bukan karena iri.
Aku membenci mereka karena mereka selalu pamer seolah dunia wajib ikut senang.
Di halte bus, mereka berpelukan.
Di kafe, mereka berbisik sambil ketawa.
Di media sosial, mereka nulis, “aku bahagia banget hari ini.”
Padahal aku tahu kenyataannya:
yang hari ini posting mesra, besok bisa saling blokir.
yang bilang “selamanya”, minggu depan cari pengganti.
Aku pernah percaya juga.
Pernah mikir cinta itu stabil.
Ternyata tidak. Yang stabil cuma rasa bodoh waktu terlalu berharap.
Jadi setiap lihat pasangan tertawa, aku tidak marah pada mereka.
Aku marah pada diriku sendiri yang dulu percaya cerita manis.
Dan sejak itu, aku membenci orang pacaran
bukan karena mereka salah,
tapi karena mereka mengingatkanku
bahwa aku pernah lebih naif dari mereka.