Gilang emilio ardens, ketua geng motor "Black wolf",dia adalah cowok paling keren di kota. Dia cool, dan tampan. Semua cewek jatuh cinta sama nya, tapi dia gak peduli.
Sampai akhirnya dia di jodohkan dengan Acha raya nagrasa , gadis pembangkang yang suka hal menantang. Acha suka balap liar, dan nggak takut sama siapa pun. Dia paling tidak suka di atur
💥💥💥
"Acha, lo nggak bisa kabur," kata Gilang sambil nyengir. "Lo milik gue sekarang."
Acha ngeleng, dia nggak mau "cowok gila"
Gilang tersenyum, dia nggak mau kalah. "Acha, lo nggak tau apa yang baik buat lo. Gue mau lo aman, mau lo bahagia."
Acha ngeleng lagi, dia nggak mau dengar. "Tau apa Lo soal kebahagiaan gue ?"
Gilang nggak bisa menyelesaikan rasa posesifnya. Dia nggak mau Acha nggak ada di sampingnya. "Acha, lo milik gue. Gue nggak mau lo ngebantah."
Acha, Dia nggak mau, tapi dia nggak bisa nolak perjodohan ini "Gilang, Gue nggak mau diatur."
Gilang tersenyum, dia tahu Acha keras kepala"Acha, lo mau nantangin gue?"
Acha tersenyum remeh. "Iyaa"
Gilang tersenyum iblis,"Acha, lo mau balap motor sama gue? Kalok Lo memang Lo bebas dari gue, tapi kalok Lo kalah Lo bakal jadi milik gue"
Acha ngeleng, dia nggak mau kalah. "Gue gak akan kalah"
💥💥💥
Mereka berdua berhadapan di garis start, dan Acha berusaha menyembunyikan rasa tegang nya. Gilang tersenyum, dia tahu Acha sedang tegang.
"Siap, Acha?" kata Gilang sambil nyengir.
Acha nggak jawab, dia cuma senyum mirip dan menghidupkan motornya. Mereka berdua melaju kencang, dan Acha nggak bisa merasakan adrenali yang belum pernah ia rasakan.
Gilang nggak bisa menyembunyika senyumnya. Dia tahu, dia sudah jatuh cinta pada Acha.
Mereka berdua melaju kencang, dan Acha merasakan detak jantung nya berpacu sangat cepat.
"Acha, lo milik gue!" kata Gilang sambil berteriak.
Acha ngeleng, dia nggak mau bersama cowok posesif kayak Gilang. "Gilang, gue nggak mau!"
Gilang tersenyum, dia sudah tahu jawaban Acha "Acha gue pasti menang"
Acha ngeleng, dia nggak mau kalah. "Gilang, gue gak bakal kalah"
Mereka berdua melaju kencang, saling menyalip satu sama lain. Sekarang Gulang berada di posisi depan dan Acha di belakang.
Mereka berdua akhirnya berhenti di garis finis. Dengan Gilang yang melewati nya Baru setelah itu Acha.
"Acha, lo milik gue," kata Gilang sambil nyengir.
Acha ngeleng, dia merasa takut padahal sebelum nya di tidak takut pada siapapun tapi apa ini."Gilang Lo cowok gila yang pernah gue temui"
Gilang tersenyum "Acha, gue suka sama Lo"
Acha diam membeku. "Tapi gue ngak!!"
Gilang menghembuskan nafas."gue gak peduli"
Acha seketika menegang"gila!!"
Gilang mendekat ke Acha dan memegang kedua tanga nya. "Gue gila karna Lo Acha, gue gak suka liat Lo keluar malem, gue gak suka liat Lo ikut balapan, gue gak suka Lo bergaul bebas sama temen-temen Lo itu. Gue mau jaga Lo Acha gue sayang sama Lo!"
Acha diam dia tidak tau apa yang sekarang ia rasakan" gue bisa jaga diri sendiri"
Gilang berdecak "ck, perempuan itu berharga Acha, lebih berharga dari apapun. Oleh karen itu harus ada orang yang siapa menjaga nya, seperti berlian berharga yang di jaga ketat, begitu juga wanita Acha"
Acha memutar bola mata nya malas. " Gue tau kok. Lo bica kayak gitu seolah olah perempuan itu gak bisa jaga diri lagian seorang perempuan kalok rusak yang rusak juga laki-laki kok!!"
Gilang menghelang nafas. "Gak sepenuhnya salah laki-laki Acha. dalam hal seperti itu kedua pihak juga salah. Tapi jika dalam hal pemaksaan iya itu salah laki-laki.
" Lo tau gak Acha?, laki-laki itu jugak pengen di mengerti kita tau dulu perempuan selalu berada di bawah laki-laki dan sekarang ada kesetaraan gender. Tapi bukan berarti laki-laki bisa kalian injak seenaknya kita juga punya perasaan sama kayak perempuan" Gilang menap Acha dengan kelembutan
"Terkadang kita para laki-laki selalu bertanya kenapa waktu perempuan selingkuh mereka seolah olah Angga itu sebagai candaan, tapi saat laki-laki selingkuh mereka sangat serius dan bilang kalok perempuan jugak bisa" Gilang terus menatap mata indah milik Acha
Kali ini Gialang mengalihkan pandanganya. " Jangan pernah menilai laki-laki dari satu sudut pandang seseorang, hanya karena ada seorang laki-laki brengsek yang menyakiti mu kamu berfikir kalau semua laki-laki di dunia ini sama kayak dia"
Acha menghelang nafas" maaf"
Gialang kembali menatap Acha"untuk"
" Maaf karena gue udah berfikir buruk tentang Lo. Gue kira Lo sama kayak laki-laki di luar sana, tapi ternyata Lo beda bahkan gue gak nyangka kalok seorang Gilang akan berbicara panjang lebar kaya gini dan terimakasih juga, jarang Lo zaman sekarang ada laki-laki yang begitu menghargai seorang perempuan" Acha tersenyum tulus pada Gilang
Gilang membalas senyumannya Acha " kenapa selau ada kata 'laki-laki kuat sedangkan perempuan lemah', itu karena laki-laki di buat kuat untuk menjaga dan melindungi perempuan. Tapi gue tau zaman sekarang gak ada yang namanya perempuan lemah, karena setiap perempuan memiliki kekuatannya masing-masing tapi sekuat apapun perempuan laki-laki tetap harus menjaga nya"
"Perempuan itu berharga sangat berharga oleh Karena itu harus dijaga. Karena pada dasarnya perempuan itu di jaga bulan di rusak" ucap Galang
"Jadi perempuan itu harus punya harga diri, jangan mengejar apa yang tak pantas untuk dikejar, jangan mengemis apa yang tak pantas untuk dimiliki. Ingat kodrat perempuan itu di kejar bukan mengejar." Gilang menata lekat Acha
"Gilang ada kalanya perempuan itu ingin memilih bukan di pilih" entah mengapa tapi Acha tidak suka dengan ucapan Gilang yang satu ini menurut nya apa salah nya seorang perempuan mengejar laki-laki.
"Kenapa??" Gilang menatap Acah denga satu alis yang terangkat
"Karena kita juga ingin mencari laki-laki yang menurut kita baik Gilang" Acha memalingkan wajah, tidak mau menatap Gilang
"Kalu begitu ACHA RAYA NAGRASA pilih gue sebagai pendamping hidup lo"
"GILANG EMILiO ARDENS kerja gue sampai gue bener bener cinta sama Lo"
Mereka berdua tertawa tidak disangka-sangka dari balapan malah saling debat mebela gender masing-masing .
" ACHA RAYA NAGRASA mulai hari ini dan seterusnya Lo milik GILANG EMILiO ARDENS"
—TAMAT—
Perempuan hargain lah seorang laki-laki karena mereka juga punya hati yang bisa terluka karena mu
—Acha Raya Nagrasa
Laki-laki jadilah kesatria yang berlumur darah karena melindungi wanita bukan karena melukai nya
—Gilang Emilio Ardens
Cerita tersebut hanyalah karangan Semata
Mohon maaf bila ada kata yang tidak di inginkan dan maaf juga bila ada kesamaan ,kata, latar, atau nama tokoh,
⚠️ No PLAGIAT ⚠️