Di sebuah kota yang selalu dilanda hujan di bulan Februari, seorang pria bernama Ariel menjual payung di pinggir jalan. Ia memiliki berbagai macam payung dengan warna dan motif yang berbeda-beda.
Ariel adalah seorang pria yang kesepian. Ia tidak memiliki teman atau keluarga. Ia hanya memiliki pekerjaannya sebagai penjual payung.
Setiap hari, Ariel berdiri di pinggir jalan, menunggu pembeli. Ia melihat orang-orang berlalu lalang dengan wajah yang murung. Ia merasa kasihan kepada mereka.
Suatu hari, seorang wanita bernama Luna datang membeli payung kepada Ariel. Luna adalah seorang wanita yang ceria dan optimis. Ia selalu tersenyum meskipun cuaca sedang buruk.
Ariel merasa tertarik dengan Luna. Ia mulai berbicara dengan Luna. Ia menceritakan tentang kesepiannya.
Luna mendengarkan cerita Ariel dengan penuh perhatian. Ia mengatakan bahwa Ariel tidak sendirian. Ia mengatakan bahwa ia akan menjadi teman Ariel.
Ariel merasa bahagia. Ia merasa seperti telah menemukan seseorang yang mengerti dirinya.
Luna sering datang mengunjungi Ariel di pinggir jalan. Mereka berbicara tentang banyak hal. Mereka saling jatuh cinta.
Ariel dan Luna menikah. Mereka hidup bahagia di kota yang selalu dilanda hujan. Mereka membuka sebuah toko payung yang indah dan nyaman. Toko payung mereka menjadi tempat berkumpul bagi orang-orang yang kesepian. Penjual payung di hujan abadi Februari telah menemukan kebahagiaan sejati.