Yang aku inginkan adalah abangku membaca semua karya tulisku selama ini tapi semua tidak pernah terjadi, hingga aku mendapatkan penghargaan atas kerja keras ku tapi Abang tidak ada di sisi ku, beberapa bulan berlalu aku tidak pernah menampakkan diri di depannya karena aku tengah merasakan sakit yang amat menyakitkan, rasa sakit yang melebihi rasa sakit di hati ini , dokter bilang penyakit ku sudah parah dan aku punya waktu beberapa Minggu lagi, aku putuskan untuk menuliskan novel terakhir ku sebelum aku pergi, aku juga meninggalkan kertas yang terselip di novelku, berharap abang bisa membacanya, hingga di detak jantung ku yang semakin melemah aku memeluk erat foto Abang yang kini entah di mana, ku tutup mata ini dengan tenang, Abang akhirnya datang dan dia menyaksikan langsung keadaan ku yang parah , dia hanya bisa menunduk penuh sesal dan sesak