Di sebuah desa nelayan yang terletak di tepi pantai, diadakan festival layang-layang patah hati setiap Februari. Festival itu adalah tempat di mana orang-orang yang patah hati bisa melepaskan kesedihan mereka.
Seorang pemuda bernama Bayu datang ke festival itu. Ia baru saja putus dengan pacarnya. Ia merasa sangat sedih dan marah.
Bayu membuat sebuah layang-layang yang menggambarkan perasaannya. Layang-layang itu berwarna hitam dan memiliki bentuk yang aneh.
Bayu menerbangkan layang-layang itu ke langit. Layang-layang itu terbang tinggi, lalu jatuh dan hancur berkeping-keping.
Bayu merasa lega. Ia merasa seperti telah melepaskan semua kesedihannya.
Seorang wanita tua melihat Bayu. Ia memberikan sebuah layang-layang baru kepada Bayu. Layang-layang itu berwarna-warni dan memiliki bentuk yang indah.
Wanita tua itu mengatakan bahwa Bayu harus menerbangkan layang-layang itu dengan hati yang baru. Ia mengatakan bahwa Bayu harus membuka hatinya untuk cinta yang baru.
Bayu menerbangkan layang-layang itu ke langit. Layang-layang itu terbang tinggi dan indah. Bayu merasa bahagia dan optimis. Festival layang-layang patah hati telah membantu Bayu menyembuhkan luka hatinya.