Di sebuah kota yang dipenuhi dengan kenangan, ada seorang lelaki tua bernama Pak Kasim yang menjual kenangan di Pasar Februari. Ia memiliki sebuah gerobak kecil yang penuh dengan botol-botol kaca berisi berbagai macam kenangan: kenangan cinta pertama, kenangan liburan masa kecil, kenangan tentang orang-orang tersayang yang telah pergi.
Seorang wanita muda bernama Lila datang ke Pasar Februari. Ia merasa sedih dan kesepian. Ia ingin membeli kenangan bahagia untuk menghibur dirinya.
Lila membeli sebuah botol kenangan cinta pertama dari Pak Kasim. Saat ia membuka botol itu, ia melihat kilasan-kilasan tentang cinta pertamanya. Ia merasa bahagia dan terharu.
Namun, Lila juga merasa sedih. Ia menyadari bahwa kenangan hanyalah ilusi. Kenangan tidak bisa menggantikan kenyataan.
Pak Kasim melihat kesedihan Lila. Ia memberikan sebuah botol kosong kepada Lila. Ia mengatakan bahwa botol itu adalah botol kenangan masa depan. Ia mengatakan bahwa Lila harus mengisi botol itu dengan kenangan-kenangan baru yang bahagia.
Lila terinspirasi dengan perkataan Pak Kasim. Ia mulai mencari pengalaman-pengalaman baru yang bahagia. Ia bertemu dengan teman-teman baru, mencoba hal-hal baru, dan jatuh cinta.
Lila kembali ke Pasar Februari. Ia menunjukkan botol kenangan masa depannya kepada Pak Kasim. Botol itu penuh dengan kenangan-kenangan indah.
Pak Kasim tersenyum kepada Lila. Ia mengatakan bahwa Lila telah belajar cara menciptakan kebahagiaan sendiri. Lelaki penjual kenangan telah membantu Lila menemukan kebahagiaan sejati.