Di sebuah kota pelabuhan kecil yang terletak di tepi laut, tinggal seorang gadis bernama Mira yang bekerja sebagai penjaga taman kota. Setiap hari, ia akan datang ke taman pantai yang penuh dengan bunga kolibri untuk merapikan rumput dan menyiram tanaman.
Yang membuat Mira unik adalah ia selalu membawa sebuah kotak kayu tua yang diisi dengan kartu pos kosong. Ia bilang bahwa setiap malam ketika langit gelap dan bintang-bintang bersinar terang, ia bisa menerima kartu pos dari tempat yang sangat jauh—dari antara bintang-bintang itu.
Orang-orang di kota mengira Mira hanya punya khayalan yang berlebihan. Tapi Mira tidak peduli; setiap malam ia akan duduk di atas batu besar di tepi pantai, menghadap laut dan langit, menunggu kartu pos itu datang.
Suatu malam, saat bulan purnama bersinar terang di atas laut, selembar kertas tipis dengan warna kebiruan menyelinap dari antara awan dan jatuh tepat di pangkuannya. Itu adalah kartu pos dengan gambar sebuah planet yang penuh dengan pepohonan tinggi dan sungai yang berwarna emas. Di bagian belakang tertulis kalimat kecil: "Halo, aku dari bintang yang kamu lihat setiap malam di sisi kanan bulan. Namaku Leo. Aku selalu melihatmu duduk di tepi pantai dan ingin berteman."
Mira sangat senang. Ia segera mengambil pena dan menulis balasan di kartu pos kosong yang selalu ia bawa: "Halo Leo! Aku senang bertemu denganmu. Di sini ada laut yang luas dan bunga-bunga yang indah. Kamu pernah melihat laut?"
Ia mengangkat kartu pos ke langit dan dengan sendirinya, kertas itu mulai mengkilap dan menghilang ke arah bintang yang disebutkan Leo.
Sejak itu, setiap beberapa malam sekali mereka akan bertukar kartu pos. Leo bercerita tentang kehidupan di planetnya—bagaimana mereka tidak punya kota tapi tinggal di antara pepohonan besar, dan bagaimana air di sungainya bisa memberikan energi bagi semua makhluk hidup. Mira bercerita tentang laut, tentang kota pelabuhan kecilnya, dan tentang bunga kolibri yang selalu mekar di taman yang ia jaga.
Mereka mulai merasa ada hubungan khusus antara keduanya, meskipun mereka tidak pernah bertemu secara langsung. Leo bahkan memberi tahu Mira bahwa ia sedang membuat sesuatu yang bisa membawanya ke bumi, sementara Mira menyiapkan sebuah taman kecil khusus dengan bunga-bunga yang ia gambar sesuai dengan deskripsi dari planet Leo.
Namun satu malam, kartu pos yang datang dari Leo tidak seperti biasanya. Warnanya lebih pucat dan tulisannya terlihat tergesa-gesa: "Mira, aku minta maaf. Planetku akan menghadapi badai energi besar yang bisa menghancurkan segala sesuatu. Aku tidak bisa datang ke bumi seperti yang direncanakan. Ini mungkin kartu pos terakhirku. Ingatlah selalu bahwa ada seseorang di antara bintang-bintang yang mencintaimu."
Mira menangis sambil membaca pesan itu berkali-kali. Ia segera menulis balasan dengan harapan bisa sampai tepat waktu: "Leo, jangan menyerah! Aku akan selalu menunggu kamu. Setiap malam aku akan melihat bintangmu dan berdoa agar kamu selamat!"
Ia mengangkat kartu pos ke langit, tapi kali ini kertas itu hanya mengkilap sebentar sebelum jatuh kembali ke pangkuannya. Bintang yang selalu menjadi tempat Leo berada mulai memudar perlahan dan akhirnya hilang sama sekali dari langit malam.
Setelah itu, Mira tidak pernah menerima kartu pos lagi. Tapi setiap malam ia tetap datang ke tepi pantai, membawa kotak kayu tua dan kartu pos kosong. Ia selalu melihat ke arah tempat bintang Leo dulu bersinar, berharap suatu hari nanti akan ada selembar kertas kebiruan yang muncul lagi dari langit.
Beberapa tahun kemudian, taman kota yang ia jaga menjadi terkenal karena ada bunga kolibri dengan warna kebiruan yang tidak pernah ada sebelumnya. Orang-orang bilang itu adalah bunga ajaib, tapi hanya Mira yang tahu—warna itu sama dengan kartu pos pertama yang pernah ia terima dari seorang teman di antara bintang-bintang yang kini hilang tanpa jejak.