Malam harinya, acara beberapa perusahaan besar sedang berlangsung disebuah ballroom hotel terbesar di kota Bucharest. Ada banyak investor dan para pemimpin perusahaan berpengaruh yang hadir dengan undangan eksklusif dikelasnya
Di sebuah kursi bundah dekat dinding kaca, seorang wanita cantik sedang duduk menatap seorang pria. Pria yang sebentar lagi akan menjadi pemimpin perusahaan besar. Moretti Inc.
"Apa yang harus aku katakan padanya nanti, kalung yang dia berikan dan meminta untuk dijaga sekarang telah hilang" gumamnya menatap Ragnar
Hingga MC memulai acara, para petinggi perusahaan memberikan tepuk tangan untuk pengusaha muda brilliant itu
Ragnar naik keatas panggung, memberikan senyuman dan menampakkan gigi putih rapih miliknya. Jas hitam itu melekat sempurna di tubuh berototnya dan membuat para anak wanita tak berhenti menatapnya
Sambutan sambutan Ragnar berikan. Hingga Morgan kemudian mengumumkan bahwa dialah pewaris dan pemimpin baru menggantikan mendiang ayahnya, Matius
Setelah beberapa saat kemudian, semua petinggi dan pemimpin perusahaan saling berbincang serius hingga Ragnar melihat Deker Stormveil, ayah Roseanne
"Hai paman, senang melihat mu lagi" ucapnya ramah, Ragnar tahu bahwa Dekerlah yang telah membantai kedua orang tuanya
Deker yang melihat Ragnar mendadak gugup "Hai, kau sangat hebat. Paman bangga padamu" ucapnya berbasa basi
Ragnar melihat arah pandang Deker, rupanya rubah ini sedang menatap Roseanne
Mata keduanya saling bertemu, hingga sedetik kemudian kaki Ragnar menuntunnya menuju meja dimana Roseanne berada
Rahang Ragnar mengeras, putri seorang pembunuh orang tuanya sedang berdiri didepannya. Namun dengan cepat Ragnar mengubah mimik wajahnnya. Roseanne lansung memeluk Ragnar "aku merindukan mu" kalimat itu keluar begitu saja. Ragnar terpaksa membalas pelukannya
"Aku juga, dan jika boleh aku katakan. Kau sangat cantik" pujinya membuatnya muak sendiri
Roseanne menatap penuh arti. Pria kecil yang dulu bermain bersamanya sekarang menjelma menjadi pria gagah dan sangat berwibawa. Ragnar melihat itu hanya tersenyum "Roseanne, apa kau masih menyimpan kalung yang kuberikan padamu?"
Roseanne menegang, apa yang akan dia katakan pada Ragnar dan tidak mungkin dia bilang bahwa ibunya telah membuangnya
"Eehh aanu itu kau tahu, aku suka liburan selama kau pergi dan saat aku berlibur ke Srilangka sepertinya kalung itu terlepas dari leherku" jelasnya sangat tidak masuk akal, Ragnar yang melihat itu mengeraskan rahangnya
"Are you sure?, semudah itu kau menghilangkan barang yang kuminta kau untuk menjaganya dan kau tahu sendirikan bahwa aku akan memintanya kembali saat aku bertemu denganmu lagi!!"
Roseanne memegang kedua tangannya, dia tidak mengira Ragnar akan sangat marah padanya "T-tapi aku sungguh tidak sengaja Ragnar" ucapnya memelas
"Baiklah, lupakan kalung itu dan senang bertemu lagi denganmu" ucapnya dan berlalu menuju pamannya
Roseanne yang melihat punggung kekar itu hanya menghela nafas "aku harus kembali ke geraja tua itu, semoga Ruby masih memakainya dan yah aku akan memintanya atau akan merebut paksa jika dia keras kepala"
Kaki jenjangnya berjalan keluar menuju tempat dimana mobilnya berada. Roseanne akan pulang menemui ibunya. Hingga sebuah panggilan masuk dan itu adalah kekasihnya Rio
"Ya ada apa?" Ucap Roseanne
"Hai sayang, kau sudah kembali kerumah atau masih di acara ayahmu?"
"Aku sedang dimobil dan aku sedang menyetir. Aku akan menghubungimu lagi nanti"
Roseanne mematikan sepihak panggilan itu, terbayang wajah tampan Ragnar saat berada didepannya tadi "Kau harus menjadi milikku"