Di antara kenangan yang tak terhitung, ada satu yang paling membuatku merasa sangat di sayangi.
Ia adalah cinta pertama ku Lovian. saat bersama nya aku selalu merasa aman, tenang, dan sangat di sayangi, marah ku di anggap lucu, hilang ku di cari, dan mood ku di mengerti....
Tapi kisah kita telah usai di bulan mei.
Meski kisah kita usai, tapi rasa sayang ku ke kamu tidak akan pernah hilang karena kamu telah berhasil masuk ke hati ku sadalam dalam nya.
Aku berusaha menghilangkan nama mu dari pikiran ku, berbagai hal telah ku coba tapi tetap tidak membuahkan hasil. sampai teman ku berkata
"coba kamu cari yang baru, insyaallah kamu bisa move on dari nya".
Dan aku pun mencoba nya, meski dalam hati yang paling dalam aku berharap bahwa kamu akan kembali ke sisi ku lagi.
Setiap aku menemukan seseorang, pasti aku teringat diri mu, kau sangat hebat membuat ku jatuh cinta vian.
Sudah banyak lelaki yang ku temui tapi tidak ada yang sama dengan mu, bahkan ada yang membuat ku sangat sakit se sakit sakit nya...
Satu tahun telah berlalu, aku mulai terbiasa tanpa kehadiran diri mu, tapi aku tetap masih ada sedikit rasa kepada mu.
Saat kita berada di kelas baru (naik kelas), aku terkejut mendengar bahwa kamu sudah memiliki kekasih yang baru, aku tidak mau perempuan itu mendapatkan kasih sayang mu, tapi disisi lain ia juga berhak bahagia.
Hari demi hari ku lalui dengan perasaan yang sedih, tapi pada suatu hari aku mendengar kabar bahwa Lovian putus dengan pacar nya, saat itu aku merasa bahagia,bingung,dan sedikit kasian.
"yaya, apa kamu tau kalo lovian sudah putus?" ucap teman ku.
"hah? yang bener lo?" sahut ku.
"bener la, ngapain bohong coba" jawab nya.
"lah kenapa bisa putus???" tanya ku kepada nya.
"meneketehe, tapi bukan nya seneng malah kaget pake banget lu bujangg" jawab nya lagi.
"hehehe, ye maap" sahut ku.
Saat itu aku merasa sangat bahagia, tapi saat melihat mantan pacar nya itu, aku merasa...
"Dia kan mantan pacar lovian, paras nya begitu cantik, tapi kenapa mereka bisa putus?, wajah nya seperti habis menangis" gumam ku.
"ahh udah lah" gumanku lagi.
Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan telah ku lalui tanpa kehadiran lovian, jujur aku merasa bahagia karena sudah bisa melupakan nya.
Tapi suatu hari, kami mengikuti lomba bersama, dan kembali akrab, aku sekali lagi jatuh cinta kepada.
Aku sangat kecewa dengan diri sendiri, aku sudah berusah payah melupakan dia, tapi dengan gampang nya aku mencintai dia lagi..., aku sampai bertanya tanya kepada diri sendiri.
"apa si bagus nya Vian sampai-sampai aku ga bisa ngelupain dia?"
Tapi aku sangat menyukai sorot mata nya yang teduh itu, setiap dia menatap ku begitu aku pasti merasa aman, nyaman, dan damai banget.
Setelah lomba itu, kami mulai chatan lagi, hari demi hari telah di lalui, tapi di suatu hari kami kembali asing seperti dulu lagi.
Padahal saat kami akrab itu sangat sangat sangattt asik, aku merasa seluruh beban hidupku menghilang.
Tapi lagi dan lagi aku mencoba untuk membuang nama perasaan ini, dan pada bulan Desember aku menemukan seorang lelaki, yang bernama Galen.
Aku sangat bahagia saat bertemu dengan nya, dia sangat sabar dengan sifat ku, tidak ilfeel dengan kelakuan ku, menerima ku apa adanya, dan selalu membuatku di sayangi, aku tidak tau ini beneran cinta atau hanya sebatas nyaman tapi aku berharap ini beneran cinta.
Dan....suatu hari ia mengungkap kan perasaan nya, lalu aku meminta waktu untuk berfikir terlebih dahulu, aku takut kalo yang aku rasakan ini cuma sebatas rasa nyaman, tapi ternyata tidak ini beneran cinta.
Lalu aku menerima cinta nya, dan kami pun berpacaran, aku sangat bersyukur bertemu dengan nya, ia telah menyembuhkan luka ku yang tidak pernah sembuhh selama ini.
Saat itu lovian juga kembali kepada perempuan yang telah ia tinggal kan itu.
Dan aku tidak mau lagi merasakan hal seperti dulu lagi.
"dan akhirnya kita sama sama buta, kau buta akan keberadaan ku, dan aku buta dengan sekitar ku karena terlalu fokus kepada mu", ucap ku.
Padahal cinta itu baik, jika dengan orang yang tepat, kadang kita telah mendapatkan orang yang tepat tapi kita yang tidak tepat untuk nya.
Aku hanya berharap kita berdua tidak akan salah dalam memilih pasangan hidup masing-masing, kita memang sudah asing tapi kita pernah menulis sejarah bersama.
Berkat mu aku dapat bertemu dengan kekasihku saat ini, dan berkat ku kamu bertemu dengan kekasih mu saat ini.
Kita tetap kita, tapi dengan pilihan dan jalan yang berbeda.
See you, I hope you are always happy, and pray for me to always be happy too.