Sepulangnya dari gereja, Wilma menatap putrinya. Mereka sekarang berada di rumah
"Apa yang kamu pikirkan?"
Ruby menatap sendu ibunya "aku merasa sedikit aneh ibu, tiba tiba saja Roseanne datang menghampiriku dan lansung memuji kalung ini" ucapnya sambil memegang bandul salib dengan batu Ruby merah di tengahnya
Wilma menghela nafas "jangan dipikirkan, mungkin dia hanya sekedar memuji atau dia tertarik dengan kalungmu"
"Tapi dia menatap lama kalung ini" jelasnya sendu " Dimana ibu mendapat kalung ini?" Tanyanya dan Wilma tersenyum
"Ibu mendapat kalung ini dari gereja tempat kita berdoa tadi" jelasnya lembut. Ruby menatap mata ibunya "ibu serius? kenapa aku merasa kalau kalung ini milik seseorang"
Wilma diam, kemudian tersenyum lagi menatap putrinya "Mungkin saja, ibu hanya mencoba jujur dan tidak menutupi apapun. Ibu mendapat kalung itu di kursi jemaat" Wilma tidak merasa mencuri apapun dan dia hanya menemukan kalung itu dan mengambilnya
"Bagaimana jika kalung ini milik seseorang dan suatu saat nanti pemiliknya ingin mengambilnya kembali?"
Wilma menarik nafas dan lagi lagi tersenyum menatap kalung itu "jika nanti ada orang yang mengatakan bahwa ini kalung miliknya, berikan saja."
Ruby mengangguk. Bukan tidak sayang dengan kalung ini tapi ini bukan miliknya dan ibunya mendapat kalung ini di Gereja
"Tapi ibu, kalung ini sudah lama bersamaku dan aku sepertinya tidak rela memberikannya begitu saja meskipun bukan sepenuhnya milikku"
"Kita tidak boleh seperti itu, berikan jika nanti pemiliknya memintanya kembali" jelasnya tersenyum dan mencium putrinya