seperti air yang terus mengalir,dan seperti hujan yang terus menerus turun,aku ingin terus mencintaimu seperti itu,deras dan tanpa henti namun pasti.
sore itu cuaca terasa hangat dengan matahari yang mulai tenggelam di lautan awan,aku bertopang dagu dengan tersenyum memperhatikan senja yang indah hari itu sebelum sepenuhnya berubah menjadi gelapnya malam,namun sesaat aku meremang merasa ada sesuatu yang tak terlihat tengah menyentuh tanganku,aku pun segera berdiri dari duduk ku di tepi sungai itu dan mencoba berlari ke rumah
saat sampai di halaman rumah aku berhenti berlari dengan napasku yang terengah-engah,merasa aman di sekitar aku pun mulai masuk dengan tenang dan melihat ibuku sedang menonton tv dengan adik laki lakiku yang saat ini berusia 3 tahun. Saat masuk tak lupa aku memberi salam pada penghuni rumah
"Assalamualaikum thena pulang"ucapku sembari berjalan masuk ke kamarku sendiri
Saat masuk kamar perlahan rasa takutku hilang melihat suasana kamar bewarna biru yang terlihat tenang itu,aku pun duduk di kursi belajarku dan memandang keluar jendela,malam sudah tiba dan bulan perlahan menampakkan dirinya dengan sinar yang perlahan menyinari gelapnya malam.
Aku terpaku melihatnya,Ah indah sekali melihat berbagai keindahan langit saat itu dan berharap ada orang lain yang mau melihatnya bersamaku
Saat sedang melihat keluar jendela sesaat aku melihat pantulan seseorang di belakangku tengah ikut memandangi jendela,dan aku terpaku,aku takut sekali dan aku langsung meloncat, berlari keluar memanggil ibuku
"Ibuu ibuu ada hantu di kamar thenaaa ibuuuuuuuuu...."teriakan penuh pada malam itu membuat adik ku yang sedang tidur di sopa terbangun dan menangis saking terkejutnya,ibuku yang sedang masak makan malam datang dan malah menjewerku
"Sudah malam tak baik berteriak seperti itu,lihat adikmu sampai terbangun dan menangis"ucap ibuku sembari menjewerku dan perlahan melepasnya,ibuku pun menenangkan adiku itu
"Awsh sakit ibuu,tapi aku bener bener melihatnya berdiri di belakangku ibuu"ucapku tentu dengan sungguh sungguh berharap ibuku akan mempercayaiku,tapi
"Kamu hanya berhalusinasi,sudah cepatlah selesaikan tugas skolahmu dulu nanti ibu panggil makan malam"ucap ibuku seolah menolak percaya dan aku hanya mengangguk sebagai balasan
Paginya aku bangun lebih awal,ingin melihat matahari terbit di sungai kemarin dan kali ini tak lupa aku membawa ponsel untuk mengabadikan itu,dan sandwich sebagai sarapan sebab nanti aku akan langsung berangkat ke sekolah.
Sesampainya di sana jam masih menunjukan pukul 04.30 pagi sekali kan?tapi menurutku itu jam yang pas untuk melihat matahari terbit dengan tenang dan nyaman aku duduk diam dan makan dengan tenang di bawah pohon samping sungai itu hening hanya angin yang tersambut daun yang bersuara,saat sedang diam ini aku merasa seseorang tengah memperhatikanku di samping,aku takut tapi aku tau aku hanya sendirian aku memberanikan diri dan menoleh
haa?sejak kapan ada seseorang di sampingku apalagi dia seorang laki laki yang tampak seumuran denganku
"k-kamu siapa?dan sejak kapan?kamu ada disana..."tanyaku dengan rasa terkejut yang masih ada,laki laki itu tersenyum ah manis sekali
"namaku sam,aku selalu ada disini bahkan sejak kamu selalu datang kesini" jawabnya masih dengan dengan senyuman yang membuat mata coklatnya menyipit,dan rambut belah duanya yang tertiup angin
aku terpaku melihatnya,indah sekali terlihat rasanya sangat teduh,aku balas senyumannya itu
"oh ya?ternyata kamu selalu ada disini kenapa tidak menyapaku dari kemarin?mungkin akan sangat indah jika kita bisa melihat langit bersama"ucapku yang hanya dia balas anggukan
"aku tidak berani, terimakasih telah menyambutku dengan tenang"ucap sam terdengar sangat tulus
"tentu sajaa,kamu tidak perlu sungkan sam"ucapku dan aku baru pun ingat jika aku belum memakan satu Sandwich yang aku bawa,aku akan tawari dia
"Sam ayo makan sandwich bersamaku kau pasti belum sarapan"ucapku menyodorkan sandwich itu ternyata dia hanya tersenyum dan menggelengkan kepala tanda menolak aku pun hanya mengangguk tanda mengerti,saat kini ku lihat langit sudah mulai terang dan apa yang kutunggu akhirnya terjadi, matahari terbit.
Akhirnya aku merasakan, bagaimana rasanya melihat langit yang aku sukai bersama seorang teman,kami pun berbincang bincang tentang semua hal
seru sekali rasanya,sampai aku tak menyadari jika waktu pun sudah cepat berlalu,saat ku lihat handphone jam sudah menunjukkan pukul 6 cepet sekali
Aku membereskan barangku untuk pergi sekolah,tapi aku baru menyadari jika Sam tak mengenakan pakaian seragam sekolah
"Sam kamu tak akan ke sekolah?"tanyaku memperhatikannya,dia menoleh
"aku tak sekolah,kamu duluan saja"ucapnya dengan tersenyum, walaupun aku penasaran tapi aku tak bisa berlama lama lagi aku pun hanya mengangguk ,berpamitan dengan singkat dan berlari mengejar waktu yang terasa berjalan cepat.
sudah berbulan bulan berlalu sejak pertemuan pertama mereka kala itu,sekarang thena dan Sam semakin dekat setiap hari mereka bermain di pinggir sungai entah untuk berbagi cerita,ataupun melihat langit bersama sama.
saat ini langit bewarna jingga terasa sangat indah apalagi thena dan Sam sedang melihat langit itu bersama sama dibawah pohon teduh di samping sungai itu,dengan tiba tiba Sam berucap
"senang mengenal kamu Athena,ayo kita berjanji untuk tidak saling meninggalkan"ucap Sam menyodorkan jari kelingkingnya padaku dengan senyuman
aku membalas senyum itu dan menyatukan kelingking itu "aku juga berjanji Sam,semoga kita selalu bisa bersama selamanyaa"ucapku dengan sungguh sungguh setelah mengucapkan itu aku menyenderkan kepalaku di pundaknya sembari memandangi senja,berharap hari itu akan bertahan lebih lama
Hari telah berganti dan hari ini adalah hari Minggu , aku dan dia akan bermain seperti biasa tapi hari ini adalah hari yang sangat istimewa,Sam berulang tahun yang ke 17th!
Saat ini aku sangat bersemangat datang ke sungai membawa beberapa balon dan sebuah kue mini untuknya, saat sampai dan merapikan itu dengan semangat aku menunggu dia datang
1 jam
2 jam
3 jam
Aku melihat jam,tak biasanya ia terlambat sampai selama itu,kemana dia?ngomong ngomong aku baru sadar jika dia tak pernah memberitahuku dimana ia tinggal selain kapan ia berulang tahun pada 19 November,hari ini.
4 jam
5 jam
aku menyerah,dengan sedikit tangisan aku merapihkan kembali barang barangku,membiarkan balon itu tinggal dan berjalan cepat menuju rumah namun di pertengahan jalan ada segerombolan warga tengah berkerumun,meski merasa sedih tapi entah kenapa hatiku seolah menyuruhku untuk melihatnya
aku menghampiri salah satu warga dan bertanya dengan penasaran"sedang apa pak?" Warga itu menoleh dan menjawab singkat
"Salah satu anak yang hanyut di sungai akhir tahun lalu telah di temukan hari ini"ucapnya,ah aku ingat akhir tahun lalu katanya memang ada seseorang yang hanyut saat itu aku kira itu hanya rumor semata ternyata benar adanya
aku pun dengan penasaran mendekat kearah kerumunan warga itu,ingin melihat orang yang telah hanyut sekian lama itu namun ketika melihatnya aku membeku,tubuhku terasa kaku,lidahku terasa kelu untuk sekedar berbicara saja dengan hati yang berat itu aku terduduk
Dengan tubuh gemetar,tanganku meraih tangan seorang mayat anak laki laki yang hanyut itu,dia Sam.
"Sam kenapa harus kamu?"kalimat yang pertama kali aku ucap dengan tangisan yang tergesa gesa ssalah satu warga disana menghampiri
"Kamu mengenalnya dek?"ucapnya sambil mengusap pelan pundaku
"Kemarin kami masih bermain,aku tidak mengerti kenapa dia ternyata hanyut?,ini terlalu tiba tiba apakah ini mimpi"ucapku dengan isakan yang mengejutkan sebagian warga yang mendengarnya
"Bermain?dimana kamu bermain dengannya"ucap salah satu warga lainnya
"Di sungai sebelah sana"ucapku dengan sedikit tenang menunjuk ke arah jalan yang sudah aku lewati tadi
"Dek,adek ikhlasin ya mungkin seseorang yang bersama adek selama ini hanya rohnya saja,dia tidak tenang dek jika terus berada di bumi ini sekarang dia telah di temukan dan akan di makamkan agar tenang,adek ikhlaskan ya"ucap warga yang merangkul ku itu
Walaupun terasa berat aku mengangguk,perlahan aku berdiri dan berterima kasih pada warga itu dan berjalan mengikuti yang lain menuju pemakaman walau dengan pakaian seadanya
setelah pemakaman selesai,saat semuanya telah pergi aku mendatangi rumah barunya itu,aku telah mendengar dari beberapa warga ternyata dia adalah seorang anak yang di tinggalkan dengan sengaja oleh orang tuanya disini tapi ternyata belum genap satu bulan ia sudah dikabarkan hilang hanyut di sungai.
aku menunduk dan menangis lagi melihatnya,aku baru memiliki seseorang yang berarti dihidupku tapi ternyata seseorang itu meninggalkanku secepat ini
"kenapa harus saat seperti ini?"ucapku dengan isakan
"Katanya kamu ga bakal pergi,katanya kita akan terus bersama ternyata semua itu bohong"ucapku lagi dengan tangisan yang semakin besar
Sakit sekali,ternyata selama ini yang bersamaku bukanlah seseorang yang nyata,dan dia juga harus pergi secepat ini...
Walau sakit tapi hal itu membuatku mengerti jika ternyata kehilangan seseorang yang sanget berarti lebih menyakitkan dari pada kesendirian.
Walaupun berat aku akan mencoba untuk menerima ko,aku tau dia tak akan tenang jika aku tak mencoba ikhlas...
Samuel terimakasih telah menjadi teman pertama yang baik,walau tanpa terasa selama ini aku malah menyukaimu,sangat.
Terimakasih telah hadir memberiku kehangatan di hari yang dingin, terimakasih telah hadir memberikan kenangan yang tak tergantikan,dan terimakasih karena kamu aku mengerti bagaimana rasanya dicintai
Jika ada kehidupan kedua setelah ini,aku harap kita bisa bertemu lagi dan menjadi lebih dari kita pada hari ini.
Selesai
Pesanku: hargai seseorang ketika masih ada ya,karena kehilangan tidak mengenal batasan waktu.