Pada masa ketika dunia masih muda dan manusia belum menamai angin, hiduplah para peri penjaga unsur. Mereka tidak tinggal di istana atau kota, melainkan di tempat-tempat yang tak pernah benar-benar sepi: api unggun, sungai, langit, dan hutan.
Peri Api bernama Ignira, bermata menyala dan berambut seperti bara. Ia memberi hangat dan cahaya, namun dapat berubah menjadi murka bila dilupakan.
Peri Air, Lunara, berkulit bening dan suara seperti aliran sungai. Ia menyembuhkan, menenangkan, sekaligus mampu menenggelamkan.
Peri Udara, disebut Aeris, tak pernah diam. Sayapnya bening seperti embun, tawanya ringan, tetapi ia tahu semua rahasia yang dibawa angin.
Dan yang paling tua adalah Peri Alam, Sylva, tubuhnya berbalut daun dan akar. Ia berbicara pelan, namun setiap katanya adalah hukum bumi.
Selama berabad-abad, mereka menjaga keseimbangan. Api menghangatkan, air menghidupi, udara menggerakkan, alam menumbuhkan. Namun suatu hari, manusia lupa pada keseimbangan itu. Hutan ditebang, sungai diracuni, udara dipenuhi asap, dan api dibiarkan membakar tanpa kendali.
Dunia pun retak.
Keempat peri berkumpul di Lingkar Tua, tempat pertama unsur-unsur bertemu. Api ingin membalas dengan nyala besar. Air hendak menenggelamkan kota. Udara mengamuk dengan badai. Alam menunduk, menahan duka.
“Jika kita menghukum, dunia akan hancur,” ujar Sylva.
Maka mereka sepakat memberi satu kesempatan.
Ignira mengecilkan apinya menjadi bara peringatan.
Lunara membersihkan sungai yang masih mau diselamatkan.
Aeris mengusir asap dan membawa hujan ke tanah kering.
Sylva menumbuhkan kembali tunas di tanah terluka.
Manusia mulai melihat tanda-tanda itu. Mereka belajar kembali menanam, menjaga air, menghormati api, dan mendengar angin.
Saat keseimbangan perlahan pulih, keempat peri kembali ke tempat masing-masing. Mereka tak meminta pujian, hanya pengertian.
Karena dunia tak dijaga oleh satu unsur saja,
melainkan oleh keselarasan.
Dan selama api dihangatkan, air dijaga, angin didengar, serta alam dihormati,
para peri akan tetap berjaga—
tak terlihat, namun selalu ada.
Tamat.