Apa mencintai itu berarti mengubah? Mengapa tidak menerima dan membantu untuk berubah sama-sama?
Cinta itu memang rumit dan sulit di mengerti. Terkadang, dia yang kau lihat baik, nyatanya tak baik untuk kehidupan mu dan... Mental mu.
Kala itu, aku baru pertama kali mengenal apa itu cinta. Aku berkenalan dengan seseorang melalui game online dan melanjutkan chat kami di WhatsApp.
Hanya sebentar, dan kami bertemu saat itu. Dia seorang guru ngaji yang cukup baik. Dia merubahku, dari cara berpakaian ku hingga ke nada bicaraku.
Tawa ku tidak boleh terlalu lepas, katanya... Perempuan harus berlemah lembut. Sementara aku, nada suara ku tinggi dan memang begitu dari dulu.
Aku berusaha berubah hingga mulai kehilangan diri. Celana levis serta baju kaos mulai ku tinggalkan demi selera pakaian yang dia sukai.
Namun, dia selalu cemburu. Bahkan jika aku tidak membalas pesannya barang hanya telat semenit saja, dia pasti menuduhku jika aku berselingkuh di belakangnya.
Seluruh media sosial ku dia pegang. Tapi, tidak satupun media sosial nya boleh ku buka. Bahkan jika aku meminjam ponsel nya untuk meriksa, dia selalu marah dan mendiamkan ku.
Aku yang teramat cinta memilih mengalah. Hubungan ini di isi dengan aku seorang wanita yang tidak di beri kesempatan untuk ngambek atau semacamnya.
Karena, jika aku marah dia selalu balik marah.
14 januari adalah hari ulangtahunnya. Aku membeli kue untuk merayakannya. Untuk pertama kali nya aku merayakan ulangtahun oranglain. Yang bahkan aku tak pernah merayakan diriku sendiri.
Ulangtahun ku menyusul di bulan berikutnya. Dia bertanya, "Mau hadiah apa?"
Aku tak banyak minta, aku hanya ingin dia publish hubungan kami. Karena memang selama 10 bulan kami berhubungan, tak ada satu pun dia upload foto ku di media sosial nya.
Jika aku yang posting maka dia melarang wajahnya untuk terlihat di kamera. Jika aku bertanya kenapa? Dia pasti menjawab. "Malu soalnya kan abang guru ngaji, masa pacaran."
Oke, alasan yang masuk akal bagiku.
Hadiah Ulangtahun ku, aku hanya meminta dia publish hubungan kami di sosial media nya. Hanya itu.
Namun, tepat pada tanggal 3 Februari, 20 hari sebelum Hari Ulangtahun ku, ia memutuskan hubungan kami.
Alasannya..., "Abang ga mau pacaran lagi, abang ingat almarhum mamak abang. Nanti dia di siksa di sana karena abang pacaran."
Begitulah kurang lebih alasan nya.
Aku menangis berhari-hari hingga mataku bengkak seperti bohlam. Sakit rasanya. Aku mempercayai ucapannya.
Sebelum sebuah DM seorang wanita di Instagram menanyakan hubungan kami yang putus itu denganku.
Dia mengaku sebagai sepupu. Aku tidak mau menyebutkan namanya disini.
**
Beberapa bulan setelahnya, aku masih belum bisa melupakan nya. Hingga ada satu pria yang tampilannya seperti pria nakal mendekati ku.
Ya, dia memang mantan pria nakal, katanya. Ayahku bahkan mengira ia pengguna barang terlarang. Tapi aku percaya pada nya, dia tidak seperti dugaan itu.
Kami semakin dekat. Awalnya, aku ingin menjadikannya sebagai pelampiasan saja. Nyatanya, ia berhasil mengetuk hati yang hampir beku ini hingga mencair lagi.
Hubungan kami sudah 2 tahun lama nya. Mantanku yang dulu sudah menikah. Cukup kaget saat melihat postingan sosial media nya.
Perempuan berpakaian syar'i yang memang sangat keibuan. Setelah ku perhatikan, ternyata mantan ku itu menyuruhku meniru cara berpakaian gadis itu.
Dan saat aku melihat caption nya. Mata ku membelalak terkejut. Nama depan nya sama seperti nama wanita yang nge DM ku di Instagram saat itu.
Dan aku juga sudah tau jika gadis itu yang tidak sengaja ku lihat chat nya di ponsel mantan ku saat aku memaksa memeriksa nya saat itu.
Tapi, sudah tidak ada rasa sakit lagi saat mengetahuinya. Aku sudah bahagia dengan pasanganku yang sekarang. Dia baik dan menerima segala kekurangan ku. Tak pernah memaksa ku, dia bilang yang penting aku nyaman dengan apa pun yang ku pakai. Selagi sopan.
Dia tidak pernah marah, wajahnya memang sangar tapi dia sangat baik dan lembut. Sekarang kami sudah bertunangan dan semoga berjodoh hingga akhir.
Tamat.
Terimakasih mau baca sampe akhir hehe. Kalo ga di baca juga gpp soalnya ini cuma curhatan kisah ku sendiri