Lena tinggal di sebuah desa nelayan yang sering dilanda badai. Ayahnya adalah seorang pengukir kayu yang terkenal karena keahliannya dalam membuat patung-patung yang dapat menenangkan badai. Suatu hari, badai dahsyat melanda desa itu. Ayah Lena mencoba untuk menenangkan badai dengan patung-patungnya, tetapi badai itu semakin ganas.
Ayah Lena meninggal dunia saat berusaha menyelamatkan desa itu. Lena merasa terpukul dan bersumpah untuk membalas dendam kepada badai. Ia mempelajari ilmu ukir kayu dan berusaha untuk membuat patung yang lebih kuat dari patung-patung ayahnya.
Setelah bertahun-tahun berlatih, Lena berhasil membuat sebuah patung yang sangat indah dan kuat. Ia membawa patung itu ke tepi pantai dan berdoa agar badai itu datang lagi. Badai dahsyat tiba, dan Lena mengacungkan patungnya. Alih-alih badai mereda, ia melihat wajah ayahnya yang penuh amarah di balik gulungan ombak.