Cerita ini bermula dari sebuah gubuk di RT Dewo yang di bongkar. Gubuk itu untuk penyimpanan barang-barang milik RT.
Informasinya, di bawah gubuk itu ada saluran pipa pembuangan air selokan yang macet, jadi harus di bongkar secara permanen.
Gubuk itu sudah ada sejak pertama kali Dewo tinggal disitu. Dewo tinggal disitu saja sudah lima belas tahun. Setelah di bongkar, saluran air di bawah gubuk itu ada yang menghalangi. Jadi ketika hujan selalu saja banjir. Rumah Dewo tepat berada di depan gubuk yang di bongkar itu.
Malam pun tiba, Dewo mencuci kaki di kamar mandi sebelum tidur. Kamar mandi nya terletak paling ujung dan terpisah dari rumah utama. Ketika menyentuh gagang pintu "Glodak..." terdengar dari dalam kamar mandi suara gayung terjatuh.
Dewo langsung membuka pintu dan melihat air yang meluber keluar bak mandi dan membuat gayung tersebut terjatuh. "Kebiasaan tidak ditutup lagi..." gerutu nya.
Setelah selesai, Dewo membuka pintu kamar mandi, terlihat kakak nya berdiri di depan pintu seperti nya mau ke kamar mandi juga. Kakak nya hanya tersenyum dan langsung masuk ke kamar mandi. "Astaghfirullah...,kakak bikin kaget saja" kata Dewo.
Ketika itu Dewo melihat pintu kamar kakak nya terbuka. Ya Tuhan... ia melihat kakak nya sedang tertidur pulas di kasur nya.
Dewo langsung kembali ke kamar mandi dan membuka pintu nya dan ternyata memang benar tidak ada siapa-siapa di sana.
Bulu kuduk nya merinding seketika itu juga, Dewo langsung berlari menuju ke kamar nya,naik ke ranjang berharap cepat tertidur.
Tak lama kemudian mata nya mulai menutup dan terdengar suara langkah kaki dari luar pintu kamar nya dan seperti nya suara itu mendekat ke arah nya.
Dewo pura - pura tertidur dan berharap yang datang itu manusia. Suara itu menghilang seketika itu juga. Mata nya kembali terjaga, teringat kembali kejadian di kamar mandi tadi.
Dalam keadaan mata masih tertutup, Dewo mendengar ada seseorang yang menangis. Tangisan itu terdengar aneh, tapi ini seperti suara wanita. Lebih tepat nya suara nenek - nenek.
Dewo langsung membuka mata nya dan melihat ke arah suara tadi berasal.
Dan telah berdiri sesosok nenek - nenek yang sedang di samping kasur nya dengan rambut putih nya yang terurai panjang dengan muka keriput nya yang menyeramkan.
"Kenapa kamu bisa pingsan...?"tanya ibu nya.
Dewo terbangun keesokan paginya, terlihat kakak dan ibu nya ada di sebelah nya. Ibunya bertanya, Dewo pun menjelaskan tentang nenek-nenek yang semalam dia lihat.
Dan setelah itu Dewo pikir - pikir lagi, ternyata tempat tinggal nya itu adalah gubuk yang di hancur kan kemarin.