Pada hari kamis tgl 4 bulan Maret
Ayah dan ibu berpisah
Pada saat itu aku berusia 14 tahun
Abang ku memilih ikut dengan ayah sedangkan kakak ku memilih ikut dengan ibu dan aku memilih hidup sendiri
"Keesokan hari"
Aku berangkat ke sekolah dengan rasa takut
Dan benar saja tebakan thea ada orang yg menunggu nya di depan gerbang dan orang itu adalah Shela Shela menarik tangan thea dan membawanya ke belakang sekolah shela dan teman temannya memukul dan menjambak Thea
/Thea: lepaskan!
/Shela:salah sendiri lo deket-deket jevan
/Thea:gw gak ada dekat-deket dia
Dengan nada yg tinggi
Shela menampar Thea
Thea hanya bisa diam melihat Shela tertawa dengan teman-teman nya
Beberapa saat kemudian Shela dan teman-temannya pergi meninggalkan nya sendiri dengan keadaan yg kacau Thea berteriak
/Thea:TOLONG
Beberapa menit kemudian arzelin datang
Dia adalah sahabat nya thea
/arzelin:lo gk papa
Thea menjawab sambil menahan sakit
/Thea:gk papa kok
/arzelin:gk papa apa nya
Arzelin menggendong thea ke UKS
Sepulang sekolah ia menangis di bawah hujan dan ada seseorang yg tidak sengaja melihat nya orang itu adalah arzen abang nya arzelin
/arzen:ekhm lo kenapa
Thea pu menoleh ke samping
/Thea:gk papa gw cuman capek aja ama kehidupan gw
/Arzen:lo gk papa kok cerita ama gw
Thea menggeleng
/Thea:gk usah gw bisa mendem sendiri
/arzen:ok kalo lo belum mau cerita
Kenalin nama gw arzen
/Thea:nama gw Thea salken
Thea meninggalkan tempat itu
Dengan tubuh yang basah
Sesampainya di ruang ia melihat ibu dan kakaknya
/Thea:kalian ngapain disini
/ibu:kami hanya ingin mengambil beberapa barang kami yg ketinggalan
/Thea:oh,ok
Setelah ibu dan kakak nya pergi
Ia langsung membersihkan diri nya
Setelah itu ia menerima telfon dari Shela
/Shela:kalo mau sahabat lo selamat datangin gw di ***📍sendiri!
Ia langsung bergegas menuju lokasi yg di kirim oleh shela
Sesampainya ia di sana ia berteriak
/Thea:KELUAR LO SEKARANG
/Shela:berani juga lo datang
Dan ternyata itu hanya jebakan Shela agar Thea datang sendiri dan Shela menyuruh anak buahnya untuk menyiksa Thea ia menelfon arzelin ingin meminta bantuan Shela melihat hal itu merampas HP itu dan membantingnya hingga rusak
Thea tidak berdaya dan pingsan dengan posisi badan yg babak belur
Arzelin datang bersama arzen tapi mereka terlambat Thea sudah tk berbaring tak berdaya mereka bergegas membawa Thea ke rumah sakit dan hasil pemeriksaan dokter ternyata Thea memiliki penyakit kanker stasiun akhir sisa hidup mungkin tinggal 3-4 hari lagi arzelin mendengar itu terjatuh lemas dan kaget ia hanya bisa menangis sepanjang malam
/skip besok
Arzelin bertanya kepada
/Arzelin: Thea lo pengen apa
/Thea:gw cuman pengen jalan jalan di taman
/arzelin:ok👌
(Skip 2 hari kemudian)
Thea mengirim pesan kepada ayah nya
Thea:ayah boleh gk kesini
Ayah:ini siapa ya
Thea:saya anak dari bapak ini anda si6
Ayah:saya pacar dari bapak. Ini jangan hubungi lagi
Tak lama kemudian Thea menghembuskan nafas terakhir nya
Arzelin mengirim pesan kepada kedua orang tua Thea agar cepat kerumah sakit
Tapi Jawaban mereka sama kalau Thea sudah mati mereka akan kesana
Dan arzelin membalas pesan tersebut dengan jawaban ia sudah mati cepat kesini
Kedua orang tua Thea pun sampai dengan perasaan gelisah dan merasa bersalah
Kedua orang tua hanya bisa menangis
Semua orang menangis termasuk arzen dan arzelin dan Thea di makamkan dengan penuh penyesalan sudah beberapa lama setelah kejadian itu mereka bunuh diri karna rasa penyesalan yg menghantui
TAMAT
PERINGATAN INI HANYA
KARANGAN BUKAN KISAH NYATA