" Kalo saja dia bukan sekretaris utama di perusahaan ini, aku sih ogah satu kelompok dengan dia, tahu gak, dia itu suka molor, apalagi ngiler, jijik gak sih kalo satu kamar dengan dia, hiii..."
" cantik cantik tapi jorok.."
Begitu yang Haris dengar ketika pertama kali menginjakkan kaki di kantor barunya.
Haris jadi prihatin dengan suasana kantor barunya, karena rupanya pegawai kantornya suka bergosip membicarakan orang.
" Hey..hei..huss..." cercah salah satu pegawai yang sudah menyadari kedatangannya.
Kelima pegawai itu kini berhenti bergosip , dan langsung menyapa Haris dengan sopan dan ramah, Haris tersenyum ramah membalas sapaan mereka, kemudian mengayunkan kakinya dengan tegas, dengan tetap menjaga kewibaannya.
" Dia manajer yang baru.."
" Siapa namanya..."
" cool banget, oh my god.." dan lain lain, omongan mereka masih terdengar ditelinga Haris.
Haris besar kepala,merasa bangga dengan pujian yang di tujukan untuk dirinya.
***
Sudah 5 tahun, Haris bekerja di perusahaan produk pakaian bermerk, dan kini jabatannya sudah menjadi manajer utama di perusahaan tempat dia bekerja saat ini. Perusahaan anak cabang, dari salah satu perusahaan besar pakaian di ibu kota.
Kerja keras dan ketekunannya ternyata tidak sia sia dia jalani selama 5 tahun mengabdi.
Haris masuk ke ruangan yang bertuliskan " kantor utama" , dengan tanpa mengetuk pintu, karena ini memang ruangannya.
Pemandangan yang membuat Haris menggelengkan kepala, begitu dia masuk ke ruangannya, dan membuat emosinya meluap. Sekretarisnya tertidur dengan kepalanya diatas meja
komputer di mejanya masih menyala, berani beraninya dia tidur di saat jam kerja baru di mulai, dan mengesampingkan tugas. Maki Haris untuk pegawai super malasnya, bahkan tanpa segan memberinya julukan" pegawai malas ".
Tapi Haris menahan emosi yang sebenarnya sudah sampai di ubun ubun, dia tidak mau meninggalkan kesan pertama yang buruk di kantor barunya. bisa bisa dia akan di jadikan bahan gosip oleh pegawainya sendiri.
Haris menunggu dengan sabar, padahal hatinya sudah dongkol sejak tadi, tidak apa apa ,semua demi bonus besar di akhir tahun nanti.
" Tahan emosimu Haris, mungkin sebentar lagi si "pegawai malas" ini akan bangun", bisik malaikat putih di jiwanya.
" Pecat saja dia Haris, sikapnya tidak menghormati atasan, pecat saja dia..." bisik malaikat hitam di jiwanya, berusaha mempengaruhi, agar Haris bertindak semena mena.
" Jangan Haris, nanti si Bos bisa marah dengan kamu." bujuk malaikat putihnya lagi.
" ya sudah..biar adil , kamu periksa saja pekerjaannya, jika memang tidak becus, ada alasan untuk memecatnya, dan bos pasti paham." sang malaikat hitam kini memberikan saran.
Haris meletakkan tas kantornya di atas meja, lalu berjalan ke meja sekretaris, kemudian mulai memeriksa berkas yang tertata rapi di atas meja, dan komputer yang masih menyala.
Ternyata pekerjaannya terselesaikan dengan rapi dan benar.
" Jenius juga orang ini" . kini Hati kecilnya memuji si "pegawai malas "
Namanya Mikhayla, hanya itu saja namanya, tidak panjang, padat dan singkat, tanpa imbuh nama keluarganya atau nama belakang yang kadang panjang sekali.
lulusan sarjana(s1) manajemen ekonomi dan bisnis.
Nilai akhir 9, 9
"wauw.." bathinya kagum, sekretarisnya adalah seorang jenius.
Tidak apa apa kalo dia tidur hari ini, mungkin dia kelelahan karena rumahnya jauh atau masih ngantuk ,karena dia mempunyai kerja sambilan di malam hari.
Hidup di ibu kota cukup keras, dan harga harga juga lebih mahal , jadi wajar jika dia perlu banyak uang. kini Haris berpikiran positif atas pegawainya ini,
apa dia punya tanggungan berat setiap bulannya, jangan jangan dia seorang ibu rumah tangga yang di tinggalkan suaminya dan harus bekerja ekstra. bathinnya masih penasaran tentang status sekretari.
Haris mengamati wajah orang yang sedang tidur itu, tapi kemudian pendapat akhir yang dia kemukakan terakhir kali dia hapus.
Ternyata wajahnya masih segar, yang menandakan dia pasti belum berkeluarga, dan juga dia sedikit cantik. kesan Haris selanjutnya.
ya sudah dia lupakan saja ,tidur di jam kerjanya sang sekretaris, dia memaafkan. kini Haris kembali bekerja, membaca identitas dan menghafal jabatan para pegawainya.
Jam sebelas lebih dua puluh menit, Mikha belum juga bangun, lama lama Haris mulai kesal kembali, sampai kapan dia akan terus tidur, apakah dia putri salju yanh akan tidur selamanya , sebelum di cium oleh sang pangeran?. Haris hilang kesabaran untuk menunggu si putri tidur itu membuka matanya.
Akhirnya Haris mengambil air segayung dari kamar mandi , lalu menyiram Mikha tepat di kepalanya.
" banjir banjir" teriak Haris tepat di telinga Si putri tidur.
***
Mikha tergagap keluar dari dunia impian, lalu membuka mata. Rambut dan wajahnya basah kuyup.
" Kurang kerjaan kamu, sampai guyur orang yang sedang tidur...eh...". Mika segera menutup mulut dengan tangan, menghentikan mulut yang akan memarahi orang.
Di depan hidungnya sudah ada pria berjas dengan belahan rambut rapih di samping kanan.
" Selamat datang pak manajer.." Sapanya kemudian dengan rasa bersalah , karena tertangkap basah menjalankan kebiasaan aneh yang sulit di hilangkan, yaitu suka tidur.
" Cepat keringkan rambut dan wajahmu dengan handuk , dan dampingi saya menemui bos." titah Haris dengan tegas, dan tidak menerima penolakan.
***
"Kruyuk..kruyuk....".
Perut Mikha sudah berbunyi karena lapar, dia meringis memperlihatkan giginya dengan dipaksan kepadq Haris yang kini menatapnya dengan risih.
" hehehe...saya lapar pak..." ucap Mikha kemudian kepada Haris begitu tiba di sebuah Restoran bintang lima.
" Tahan sebentar, nunggu bos datang,.." balas Haris dengan acuh tak acuh.
Lantas Mikha tersenyum kecut dan berkata,
" Pelit.." bibir Mikha maju lima senti .
Haris mendongak segera, menghentikan aktifitasnya bermain game di handphone.
" Apa kamu bilang,...beraninya kamu mencerca atasanmu sendiri, mau aku pecat!".
" Masa bodoh, lagian orang lapar tidak segera di urusin, nanti kalo mati di sini, bapak mau bertanggung jawab"
" Pasti akan menjadi berita utama di surat kabar harian, " SEORANG KARYAWAN MATI , KARENA KELAPARAN DI RESTORAN" dan Bapak akan jadi tersangka utamanya." Oceh Mikha dengan lancar.
Haris menggeram dan menarik lurus bibirnya.
" Hhhhrrr...sialan nich cewek,.."
" Baik, akan aku pesankan dulu makanan, tapi bulan depan gajimu aku potong."
" Idihh..sama juga bohong,..huh...dasar pelit..."
" Bilang sekali lagi..akan aku ..?" Haris memikirkan ulang untuk mengucapkan lanjutannya, " pecat".
Sekretarisnya sangat jenius, jarang sekali dia menemui sekretaris yang seperti ini. akan banyak membantu tugas tugasnya, dan lebih mudah mendapatkan bonus dari bos. bathin Haris.
" Baik, akan aku pesankan, dasar cerewet.." Haris akhirnya menyerah , dan harus merelakan uangnya sebesar 50 ribu untuk satu porsi nasi rendang.
Tanpa memperdulikan atasan yang duduk di depannya, Mikha menikmati sepiring nasi dengan rendanh. menu itu adalah menu favorit Mikha, lihat saja cara makannya, terkesan rakus sampai pipinya penuh dengan kaldu rendang.
" Terima kasih banyak pak, kelak saya janji akan membalas kebaikan bapak..., ookk" perut mikha sudah kenyang, kini dia akan balas kebaikan atasannya ,membuat muka di hadapan bos untuk Haris.
***
Ke esokan harinya, di jam yang sama, kembali Haris menemukan Mikha lagi lagi tertidur dengan posisi serupa dengan kemarin.
Memang dia si putri tidur, jangan jangan saat mandi ,jika matanya mengantuk, dia juga akan langsung tidur. pikir haris membayangkan hal konyol kebiasaan Mikha.
Telephone di atas mejanya berbunyi, suara resepsionis yang berbicara.
" Halo pak Haris, Pak Budiman sedang menuju ke ruangan Bapak.."
Haris segera menutup telephon, bingung harus bagaimana menutupi Mikha yang sedang tidur pulas, Haris berpikir keras untuk segera menemukan ide...
Haris teringat kejadian di restorant kemarin, tanpa pikir panjang lagi, Haris memasangkan earphone hapenya di telinga Mikha, lalu berteriak...
" NASIIII RENDAAAANG"
Ternyata cara itu berhasil membangunkan Mikha,
" Mana nasi rendangnya.." Mikha bangun dengan bersemangat , dengan air liur dipucuk bibir.
Rupanya Cara membangunkan Si Putri Tidur ini dengan kata Rendang. hal ini akan selalu Haris ingat..
***
tamat