Aku pernah berjanji pada diriku sendiri bahwa nanti…saat kita bertemu lagi…akulah yang akan lebih dulu menyapamu…
Akulah yang akan mengingatmu…dan tersenyum padamu…
Tapi itu hanyalah ekspektasiku, sebab realitanya aku membatu….
###
##
Suara hentakan music dipanggung sana masih menyelimuti tempat ini. Disekitarku semua orang tengah asyik menari dan melompat-lompat seirama music yang dimainkan. Aku juga, membawa diriku hanyut dalam tarianku yang menggila. Semua orang tampak bersenang-senang dalam acara dihari terakhir ini. Senyuman mereka begitu lepas, teriakan mereka begitu lantang. Tak mau kalah aku ikut berteriak bersama yang lainnya.
Aku melihat kesekitarku saat music berubah slow, kira-kira saat itulah aku melihatmu. Menari bersama seseorang yang tak kutahu. Kukedipkan mata beberapa kali, men-sanksikan penglihatanku sendiri. Namun senyuman itu dan tatapan mata itu adalah milikmu, aku tak mungkin bisa melupakannya.
Dulu aku pernah berjanji pada diriku sendiri, bahwa saat kita bertemu lagi, akulah yang akan lebih dulu menyapamu. Akulah yang akan tersenyum padamu, itu ekspektasiku, tapi realitanya aku hanya terdiam ditempatku. Tarianku berhenti, hentakan music itu berhenti kudengar, semua disekitarku menjadi pudar.
Aku ingin memanggil namamu, aku ingin tersenyum padamu, aku ingin menyapamu!
Tapi bagaimana bisa kulakukan sementara aku merasa sanksi pada diriku sendiri. Aku tak yakin itu kau meski kutahu itu memang kau. Aku tak berani bicara meski kuingat janji yang kubuat. Kau hanya dua meter didepanku, tapi aku hanya terdiam menatapmu.
Lalu kau terlihat seakan menatapku balik, tapi kau juga diam.
Hanya beberapa detik aku tak mampu berpikir lebih jauh dengan keadaan ini. Aku tak berani, aku takut. Kubawa kembali diriku pada dunia tempatku berpijak. Kualihkan tatapanku darimu. Suara music yang sempat senyap kembali menghentakku. Kuhanyutkan diriku pada music yang menderu, menari bersama semua orang, melompat-lompat dalam kegilaan.
Heh, aku malah menghidar sekarang, aku tahu, dan aku tak peduli!
Aku ingin pemikiran-pemikiran yang tadi lenyap, aku ingin keberadaan yang kusadari tadi hilang dari pikiranku, aku ingin lepas dari diriku sendiri untuk sekarang.
Karena aku terlalu pengecut untuk memulai!
Karena aku terlalu takut untuk melangkah!
Karena aku entah kenapa kecewa!
Karena aku melihatmu…memegang jemari …yang bukan milikku….
".......…"
Aku cemburu.
# # #
Tamat.