Aku adalah seorang ibu yang tidak sempurna ...
hidupku penuh dosa !!! Banyak kesalahan yang aku lakukan,terutama pada Anna ... Anakku yang malang !
Sejak perjodohan bodoh yang di buat orang tuaku ,,hidupku jadi berantakan ... tak ada kata kebahagian dalam hidupku ! Mereka dengan tega memisahkan aku dengan kekasihku,,aku sungguh tertekan dengan keadaan ini,aku sungguh tidak mencintai suamiku ! berbeda dengan Arfa suamiku,dia begitu mencintai aku.Dia memenuhi semua kebutuhanku,mulai dari rumah,uang bulanan dan sebagainya yang begitu memanjakanku.Sampai suatu hari dia menuntut haknya padaku !
"Jangan mas,,,aku tidak pernah mencintai kamu ! aku mohon jangan meminta hal yang tidak bisa aku penuhi !!!"pintaku lirih,
ku lihat matanya memerah,dan mulai mengeluarkan air mata !!!
"Sudah 5 tahun kita menikah,,, aku selalu sabar menantimu,,menanti hatimu terbuka untukku !!! aku memenuhi semua kebutuhanmu ...Lalu apa yang kau berikan padaku hah ???"nada suaranya menggema memenuhi ruang kamar tidurnya ... ya selama 5 tahun kami tidur terpisah !
Aku memandangnya sedikit takut . "Aku tidak pernah memintanya sedikitpun !" kataku.
Dia tersenyum menyeringai,seolah siap menerkamku kapan saja.
"Masa bodoh !!! aku sudah muak denganmu ... aku ingin mendapatkan hak ku sekarang !!!"ucapnya berteriak.
Aku terlonjak kaget mendengar perkataannya. Ku mundurkan langkahku menjauhi Arfan ..
"Ja-jangan mas ... aku tidak mau !!! " aku berlari menghindarinya namun naas,aku terlalu lemah untuk melawannya.
Dengan membabi buta dia merobek pakaianku,hingga terbuka. Ku tutupi bagian tubuhku,ku lihat dia seperti hilang akal menikmatiku.
Aku terus berusaha melepaskan diri,tapi dia cukup kuat menahan tanganku,hingga akhirnya aku hanya mampu menangis menerima perlakuannya padaku.Setelah selesai menyalurkan nafsunya,dia berlalu pergi mengacuhkanku bagaikan sampah !!!
Aku menangis ... berteriak !!! ku langkahkan kakiku ke kamar mandi.Aku biarkan air membasahi seluruh tubuhku yang kotor.Ku usap kasar tubuhku yang sudah terjamah oleh Arfan.Sejak saat itu kebencianku semakin bertambah padanya.
Beberapa bulan kemudian,aku dinyatakan hamil oleh dokter.Padahal hanya satu kali saja dia melakukan itu.Sungguh aku tidak menginginkan anak ini ada di rahimku. "Aku benci kamu Arfan,,, aku benci ..."ucapku marah.
Di saat kehamilanku ini,aku tidak pernah memeriksakannya ke dokter bukan aku tidak mampu ... tapi aku tidak mau !!! "Aku ingin anak ini mati ..."batinku.
Hingga 8 bulan kehamilanku,Tuhan baru mengabulkan permohonanku.Aku memohon agar bisa terlepas dari pernikahan ini.Namun Tuhan mengabulkannya di waktu yang tidak tepat.Di usia kehamilanku yang semakin tua,Arfan meninggal dunia karna kecelakaan mobil.
Tapi saat itu aku merasa senang,aku merasa di beri kesempatan untuk memulai kehidupanku yang baru !
Sayangnya lagi dan lagi,Tuhan menguji kesabaranku.Dia memberikanku seorang anak yang buta.Yang sialnya,,wajahnya begitu mirip dengan Arfan,almarhum suamiku.
Aku membenci anak ini,kebencianku padanya sama seperti kebencianku pada Arfan. Ku beri dia nama Anna,just Anna ! aku tidak ingin ada yang spesial sedikitpun darinya.
Karna ambisi dan kebencianku,, aku melimpahkan kekesalanku pada Anna !! setiap hari aku menghardiknya atas setiap kesalahannya,menyiksanya tanpa ampun,mencacinya setiap saat !!!
Hingga usianya 7 tahun,aku masih melakukan hal itu.Bahkan dengan teganya,,aku memukul tubuh mungilnya,aku bahkan tidak ingin menyekolahkannya.
Ku tatap matanya yang buta,namun begitu suci,rasa bersalah selalu hadir saat aku sudah memukulinya.Namun dengan cepat aku hempaskan perasaan itu,ku biarkan kebencian itu tumbuh lebih dalam di hatiku.Sampai suatu hari dia melakukan kesalahan yang membuatku membabi buta memukulnya,walaupun itu hanya hal yang kecil.
"Mah ... "panggilnya seraya meraba setiap dinding disana.Ku lihat tangan kanannya membawa segelas air minum.
"Mah,ini buat mamah !"ucap Anna,menyodorkan segelas air minum padaku.Aku memang haus,setelah seharian aku bekerja.
Praaanggggg ...
Sayangnya gelas itu terjatuh tepat di kakiku,karna keteledorannya. Aku marah ... sangat marah ...
Aku pukul dia,aku pukul kakinya dengan vas bunga di meja.
Ku lihat dia terdiam menahan tangisnya,menahan sakitnya,Lalu aku memukul tangannya. "Berikan tanganmu yang tak berguna itu ..."titahku dan dia menurutinya.
Ku pukuli telapak tangannya hingga memerah,satu tetes air mata turun dari pipinya.
"Mama,maafin aku ! aku salah."lirih Anna.Aku mulai berhenti melakukan itu,, entah perasaan apa yang hinggap di hatiku.Aku berlari keluar rumah,ku pegangi rongga dadaku yang terasa sesak."Kenapa ??? rasanya aku ingin menangis !"gumamku.
Dan benar saja,air mata itu jatuh hanya dengan satu kedipan mata saja.Ku usap dengan kasar air mata itu.
"Tidak,,aku tidak boleh lemah ! aku tidak menyayangi anak itu,aku benci dia ..."ucapku,seraya kembali ke dalam rumah.
Ku lihat Anna sedang memunguti pecahan gelas itu.Tampak terlihat jemarinya tergores oleh pecahan gelas itu.Walau dia buta,namun dia terus berusaha agar berguna untukku.
Dengan marah,ku angkat tangan kanannya hingga ia terhenyak. "Pergi masuk ke kamarmu,dan jangan membuat ulah lagi.."aku sedikit berteriak di depannya.Namun Anna,lagi-lagi dia hanya menampilkan senyuman hangat padaku."Iya mah ..."jawabnya lembut.
Aku memutar tubuhku membelakangi Anna.Ku remas dadaku yang terasa sesak,"Kenapa aku harus memunggunginya ??? dia kan tidak bisa melihat ekspresi wajahku !"gumamku bodoh. padahal Tuhan selalu mengamati setiap tingkah laku ku.
Ku bereskan pecahan gelas itu.Setelah selesai,ku hempaskan tubuhku yang lelah di atas Sofa.
Keesokan paginya,ku lihat sebuah selimut membalut tubuhku yang dingin.
"Ini pasti Anna."hatiku bergumam.
***
Hari ini aku mendapatkan uang dari hasil kerjaku.Aku berencana untuk memanjakan diriku dengan berbelanja.Saat melewati toko baju anak,langkahku terhenti ...
Ku lihat,baju tidur anak yang sangat lucu.Tiba-tiba hatiku ingin sekali membelikannya untuk Anna.Mengingat Anna hanya memiliki 5 buah baju saja.
"Ini terlalu berharga untuk anak tidak berguna seperti dia !"gumamku.
Ku lewati begitu saja toko baju itu,dan memilih membelikan baju di pinggiran kota alias kaki lima.
"Disini baru cocok buat anak itu !"Aku membelikan 2 buah baju untuk Anna,mengikuti kata hatiku.
"Anna ..."panggilku sedikit berteriak.
"Iya mah !"sahut Anna,dia berjalan perlahan seraya meraba setiap dinding disana.
"iya mah ..." ucapnya lagi. ku hempaskan baju itu ke arah Anna.
"Pakailah itu,baju itu cocok sekali untukmu !"ucapku seraya tersenyum sinis ke arahnya.
"Wahh,,terima kasih mah ! baju ini bagus..."ku lihat dia tersenyum kegirangan.
Aku berjongkok mendekati Anna."apa ? bagus katamu ! ahahaha ... kamu itu buta,mana bisa kamu tau baju itu terlihat bagus haha."aku tertawa puas menghinanya.
"Kamu tau,aku membelinya dimana ?"dia menggelengkan kepalanya.
"Di emperan,kaki lima !! hahaha "tawaku puas.
Anna tersenyum padaku,"Iya mah bagus !" ucapnya riang
Aku mengerutkan dahiku,mungkin dia tidak tau emperan kaki lima itu apa,pikirku.
Anna memeluk tubuhku erat,dan aku hanya diam menerima pelukan itu.entahlah ...
"Mamah,terima kasih sudah belikan aku baju ! aku tau aku tidak bisa melihatnya,tapi aku bisa merasakannya,mamah sayang sama aku .. makanya mamah belikan aku baju !" ucapnya,masih dengan setia memeluk tubuhku.
Aku terlonjak,dadaku bergemuruh,tangannku bergetar rasanya aku ingin memeluk tubuh mungil itu.Sayang,gengsiku terlalu besar ...
ku tahan buliran kristal yang ingin keluar dari mataku.Ku hempaskan tubuh Anna, hingga dia melepaskan pelukanku.
"Ga usah peluk-peluk !!"ucapku lalu berjalan keluar rumah.
Mungkin Tuhan ingin merubah hatiku,dia membiarkan mataku melihat seorang ibu yang saat itu sedang mendorong kursi roda anaknya yang cacat.
Ku ikuti langkahnya hingga ke sebuah taman.Ku lihat ibu itu menyuapi anaknya dengan sabar,mengelap setiap air liur yang keluar dari mulutnya.
Aku mengikuti kata hatiku,ku dekatkan langkahku,duduk di sebelah ibu itu.Ku beranikan diri bertanya padanya.
"Anaknya bu ?"tanyaku.
Ibu itu menatap ke arah anaknya lalu kembali menatapku."Ya,dia anakku !!" jawabnya singkat,seraya tersenyum bangga.
"Anak ibu sakit ?"tanyaku lagi penasaran.
"Sejak lahir dia memang seperti ini,,dia bukan sakit ... tapi dia di takdirkan seperti ini."jelasnya.
"Apa ibu tidak merasa malu ?"ku beranikan dirjku bertanya seperti itu.sungguh aku ingin tau jawabannya.
Ibu itu tersenyum,mengusap lembut kepala anak perempuannya."Sedikitpun aku tidak malu,,dia adalah anugerah yang paling indah ! dia merubah kehidupanku,menyinari sisi gelapku ! Karnanya,aku bisa tau apa itu sabar dan takdir. Aku sangat menyayanginya !"jelasnya,lalu mencium kening sang anak.
Hatiku tersentak mendengar ucapan ibu itu."Kenapa hatiku sakit ? lalu apa yang selama ini aku lakukan ???"tanyaku dalam hati.
Aku bangkit dari duduk ku,ku tinggalkan ibu itu tanpa pamit.Yang aku mau sekarang adalah pulang dan memeluk Anna,,
Aku berlari secepat yang aku bisa,hingga saat aku sampai di depan pintu rumahku,ku lihat Anna sedang duduk di Sofa.
"Mamah mana ya ???"ucap Anna,seraya merapihkan baju baru yang ia pakai.
Aku menggigit jariku gugup,aku menangis saat itu juga."Kenapa baru sekarang kamu menyentuh hatiku Tuhan !"lirihku.
"Anna .."panggilku lirih,
"Mamah ..."sahutnya riang,seraya tergesa-gesa melangkah ke arah suaraku.
Ku peluk dia,ku dekap tubuh mungilnya,ku ciumi puncak kepalanya,matanya,bibirnya,pipinya.
Ku pandangi luka memar di lengan,kaki,dan jemarinya yang di sebabkan oleh ulahku. Ku ciumi tubuh penuh luka itu,"Maaf ... maafkan mama Anna."lirihku,begitu malunya aku, baru saja aku menyebut diriku sebagai mamahnya.
"Mamah ... jangan nangis ! aku sedih kalau mamah nangis ! hiks ...hiks ..."ucap Anna menangis.
Aku mengeratkan pelukanku,tangisku pecah saat itu."Mamah sayang sama Anna,maafin mamah Anna !"aku menangis,menciumi jemarinya.
"Anna tau,mamah sayang sama Anna ! Anna juga tau,mamah suka pukul Anna karena mamah cape kan !"ujarnya polos.
Namun,rasa bersalah itu muncul di hatiku ! Aku merasa tidak pantas menjadi seorang mamah yang baik untuk Anna.
Pikiranku mulai jauhh,,aku berniat untuk menitipkannya ke panti asuhan.Aku tidak ingin melimpahkan kebencianku pada Anna.Aku takut tidak bisa mengendalikan emosiku.Aku sangat takut melukainya lagi...
Aku lepaskan pelukan itu,ku tatap wajah polos Anna."Sayang,malam ini tidur sama mamah ya !"ucapku,
"Horeee ... iya mah aku mau !"jawabnya cepat,dia terlihat riang.
"Maafkan mamah Anna,mungkin ini yang pertama dan terakhir kalinya kita tidur bersama."batinku bicara.
Kami pun bergegas tidur,ku peluk dia,sampai dia terlelap nyenyak dalam dekapanku.Aku menangis ... terus menangis .. seraya memeluk tubuh Anna dan memanggil namanya lirih.
"Anna,anna,anna,anakku sayang ..."pangilku pelan.
Hingga keesokan paginya,untuk pertama kalinya aku memandikan tubuh Anna,memakaikannya baju yang layak,membuatkan sarapan untuknya.
Satu tetes air mata kembali menyapaku pagi ini,"Kemana saja aku ini ???"tanyaku pada diriku sendiri.
ku sisir rambutnya yang sedikit berantakan.ku tuntun tangannya mengikuti langkahku ...
"Mamah kita mau kemana ?"tanya Anna lembut.
"Sebentar lagi sampai."kataku,entah kenapa dia mengeratkan pegangan tangannya padaku.
Sesampainya di depan Panti Asuhan Kasih Bunda,aku menuntunnya memasuki rumah itu.
Ku kenalkan Anna pada ibu panti itu,ku jelaskan padanya apa maksudku.
"Mamah,Anna tidak mau ..."ucapnya menangis.
Hatiku sungguh sakit mendengar itu,tapi aku harus kuat."Anna,ini tempat terbaik untukmu ! kamu tidak akan bahagia jika bersama mamah !"jelasku pada Anna.
"Nggak,Anna nggak mau ! Anna maunya sama mamah hiks ...hiks ..."Anna terisak menangis,aku semakin tak kuasa untuk meninggalkannya.
Hingga akhirnya,aku tetap meninggalkan Anna disana.Dari jauh ku lihat Anna memberontak melepaskan dirinya dari dekapan ibu panti hingga dia terlepas.
Anna berlari secepat yang ia bisa seraya memanggilku. "Mamah ... hmmm mamah dimana ... Anna mau sama mamah !"Anna menangis sesegukan,hatiku sakit mendengarnya.
"Tuhan hapuslah kenangan buruk di dalam ingatanku,,aku ingin seperti mereka yang bisa sabar dan sayang pada anaknya ! Jika bisa,aku ingin memberikan kehidupan baru untuknya,Tuhan ... aku ingin dia bahagia,melihat dunia dengan penuh rasa syukur."pintaku dalam hati.
Aku berlari ke arah Anna ketika ku lihat sebuah mobil melaju kencang saat Anna akan menyebrangi jalan.
"Anna ... awas nak ... minggir !"ucapku berteriak seraya berlari cepat menarik tangan Anna.
Brrruuggghhhhh
Lagi,lagi,dan lagi Tuhan mengabulkan permohonanku. Ku tatap Anna yang menangis meraba wajahku."Anna,maafkan mamah nak ! mamah sayang sama Anna !!!"ucapku lirih.
Ku rasakan sakit yang berdenyut semakin kuat di kepalaku,nafasku tersenggal .. rasanya aku sulit untuk bernafas.
Ku raih tubuh Anna,ku peluk dia se erat-eratnya seakan ini waktu terakhir bersamanya."Mamah,jangan tinggalin Anna !"tangisan Anna begitu mengoyak hatiku.
Ku tatap langit semakin gelap,mungkin akan turun hujan.Ku raih tangan ibu panti yang baru saja datang menghampiriku."Aku titip Anna,berikan mataku untuknya ! sayangilah Anna,dia Anakku yang baik bu ..."ucapku yang semakin lama semakin memelan.Hingga Tuhan membawaku pulang ke pangkuannya.
"Maaaammmmaaahhhhhh"Anna menjerit histeris.
***
Sebuah surat di serahkan ibu panti pada Anna,saat Anna sudah selesai melakukan operasi pada matanya.Anna meraih surat itu,dan membacanya..
"Untuk Anna,anak mamah tersayang !
Anna,maafkan mamah,atas perlakuan mamah sama kamu ! Maafkan mamah,karna hanya sebentar saja memelukmu ...
Mamah sayaang Anna,sangat sayang ! Meskipun waktu kita terasa singkat,tapi mamah tidak menyesalinya,mamah senang di detik terakhir kita bertemu,mamah sudah melakukan yang terbaik yang mamah bisa lakukan sebagai seorang ibu !
Jangan terlalu lama bersedih nak,walaupun mamah tidak berada di sampingmu,tapi mamah akan selalu menatap apa yang kamu tatap di dunia ini ...
Anna,jadilah anak yang baik ! semoga apa yang mamah berikan akan memberi begitu banyak kebaikan untukmu ! I Love you Anna ..."
"I Love you too mamah !"ucap Anna lirih seraya menangis memandangi sebuah Foto ibunya.