pagi yang cerah telah menyapa disela-sela kamarku bunga dan matahari telah menampakkan sinarnya di pagi hari.
"ternyata sudah pagi,aku kira belum"tutur aira
"lho dek kamu sudah bangun,mas kira belum"ujar stevan sembari memakai baju yang sudah disediakan istrinya.
"semalam aku merasa pegal semua badanku mas"ujar aira dengan menggerakkan tubuhnya.
"mungkin karna kamu kecapean karna kerja seharian sudah gitu malamnya kamu beres-beres rumah makanya badan kamu tu butuh istirahat"ujar stevan sambil tersenyum pada istrinya.
Senyuman yang membuat siapa saja akan terpesona oleh ketampanan pria satu ini serta sikap cuek dan dinginnya membuat para wanita semakin tertantang untuk mendekati stevan.
"mas hari ini aku tidak bawakan kamu bekal ya,soalnya nanti setelah pulang dari cek toko aku mau langsung kekantor kamu untuk cek pengeluaran bulan lalu mas"ujar aira sambil menyusun piring kotor kedalam tempatnya.
"iya ngak papa kok sayang,mas hari ini rencana mau kerumah ibu juga sore nanti karna ibu sudah minta uang bulanan"ujar stevan dengan mengecup kening istrinya kebiasaan sebelum berangkat kerja.
"iya mas,nanti kita sama-sama kesana ya,soalnya aku juga mau kasih ibu hadiah biar ibu kamu seneng"ujar aira.
Sembari mengantar suaminya ke depan rumah aira membiarkan piring kotornya dulu di meja makan,nanti setelah suaminya berangkat baru dia mencuci piringnya.
sebenarnya aira sanggup membayar ART 5 sekaligus serta tukang kebunnya,namun aira tidak ingin menghamburkan uang buat yang tidak kepentingan makanya aira cuman membayar ART 1 orang saja beserta tukang kebunnya satpam stevan memang menginginkan karna takut jika mereka pergi akan datang maling atau perampok dan orang yang tidak dikenal.
"mas berangkat dulu ya sayang"ujar stevan sembari melambaikan tangan pada istrinya.
"hati-hati ya mas,jangan lupa nanti siang aku kekantormu.dan ingat jangan macam-macam"ujar aira dengan sedikit garang.
"iya sayang,mas tidak akan macan-macam kok,ya udah mas berangkat kerja dulu ya,"ujar stevan lalu masuk kedalam mobilnya.setelah mobil suaminya menjauh aira kini kembali masuk kedalam rumah dan membereskan piring yang kotor serta mencucinya sampai bersih.
Kini giliran bik yusi yang mengerjakan pekerjaan rumah mulai dari mengepel menyapu sampai mencuci baju bi yusi lakukan semata-mata bukan karna ingin terlihat rajin namun karna itu tugas dirinya menjadi pembantu.
Namun tiba-tiba datang tante stevan dengan main nyelonong aja tanpa permisi.emang dasar emak-emak satu ini suka banget cari perkara sama orang ya.
"wah wah wah...!!enak banget ya hidup kamu tinggal ongkang ongkang kaki saja duit langsung mengalir masuk kedalam rekening.pasti stevan tidak tau kelakuan kamu dibelakang dia,kalau tau stevan gimana kamu pasti kamu abis kena amuknya"ujar tante erna.
Tante Erna dia adalah Tantenya stevan yang memiliki bisnis pertambangan batu bara di kalimantan kini dirinya kembali kejakarta untuk bertemu dengan stevan dan orangtuanya untuk membicarakan masalah pertambangan batu bara yang ia kelola.
Memang iya keluarga stevan miliki usaha pertambangan batu bara namun dirinya tak sekaya aira,pertambangan batu bara hanya memiliki 2 buah cabang saja yang masih dibantu oleh pertambangan lain.
Ya!aira dia seorang pengusahawan berjaya yang memiliki ratusan cabang diseluruh negeri terutama di surabaya dan kalimantan. memang keluarga stevan tidak tahu jika aira ini adalah pemilik dari segalanya,hartanya bahkan tak ternilai berapa harta yang dia miliki.
Sengaja aira menyembunyikan jati dirinya karna tidak ingin jika keluarga stevan tau dia akan berubah dan memanfaatkan aira.
sebenarnya stevan sendiri sudah tau jika aira memiliki 287 cabang perusahaan namum stevan sengaja menyembunyikan semua itu dari orangtuanya agar nanti keluarganya tidak salah paham.
"tante,kapan tante datang kok ngak ngabarin aira tante"ujar aira dengan menyambut tante erna penuh dengan senyum manis.
"alah...udah ngak usah sok baik kamu,mana stevan saya mau bicara sama dia"ujar tante erna sembari duduk di sofa.
tante erna sendiri sudah tau kalau rumah itu milik aira tapi dirinya tak mempermasalahkannya.karna memang hak aira bukan seperti ibu mertua aira yang selalu menginginkan rumah itu.padahal ibu mertuanya tidak ada hak sama sekali tentang rumah itu namun masih ngotot mau rumah itu.
"eeemmm mas stevan belum pulang tante,kemungkinan nanti malam tante karna soalnya malam ini mas stevan lembur tante"ujar aira dengan berbicara sopan
"ya sudah tante akan tunggu sampai nanti malem"ujar tante erna sembari memandang penampilan aira dari atas sampai bawah.
Dia bahkan memandang wajah aira yang keliatan pucat sekali bahkan tanpa sengaja dia melirik ke arah perut aira.tanpa aira sadari sebenarnya tante erna tau kalau aira hamil,semoga bener ya temen-temen.
"itu muka apa cat tembok sih,pucat banget kek mayat hidup.apa kamu ngak makan dirumah,nanti tau stevan kamu sendiri yang dimarahi baru tau"ujar tante erna menakuti aira
"aira ngak selera makan tante sudah 3 minggu akhir-akhir ini aira merasa badan aira pegal semua dan nafsu makan aira berkurang"ujar aira sembari mencoba menjelaskan
sebenarnya aira saat ini memang kurang enak badan karna merasakan pusing dan juga mual dan muntah sudah 3 minggu aira tidak berselera makan bahkan saat stevan dirumah aira pura-pura bilang sudah makan.
"apa kamu mual dan muntah aira bener begitu?"tanya tante erna pad aira
"iya tante"ujar aira dengan badan lemas diseluruh tubuhnya.
"coba kamu tes pakai ini,tante tunggu nanti hasilnya kasih tau tante"ujar tante erna kembali duduk disofa.
"kan aira tidak hamil tante kok disuruh tes pakai ini sih tante"ujar aira dengan perasaan polosnya.
"sudah kamu tes aja,nanti biar tante liat hasilnya.ngak usah banyak tanya"ujar tante erna meminta aira ke kamar mandi.
Aira hanya menurut saja dia masuk kedalam kamar mandi sesuai dan membaca petunjuk pada kemasan tersebut.aira segera melakukannya dia menampung urin setelahnya dia memasukkan benda pipih itu secara terbalik dia tidak berani melihat hasilnya karna takut akan membuat dirinya suaminya dan tante erna kecewa.
"assallamuallaikum,,,sayang,mas pulang"teriak stevan sembari berjalan kedalam rumah.
Dia terkejut karna mendapati tante erna yang berada dirumahnya dia takut kalau tante erna melakukan yang macam-macam terhadap istrinya.
karna tak mendapati istrinya stevan khawatir kenapa-napa dengan istrinya.
"tante,,,kok tante berada disini..kapan tante pulang dan tante naik apa kesini...ngak ngabarin stevan dulu tante kalau mau pulang tau gitu stevan jemput kebandara biar tante ngak cape-cape naik taksi"ujar stevan.
"ngak penting tante naik apa yang pasti tante cepat sampai"ujar tante erna.
"oh ya tante,,,mmm...gimana bisnis tante diluar negeri apa ada halangan tante"tanya stevan pada tante erna.
"udah soal bisnis bahas nanti saja,yang penting sekarang tu istri kamu sepertinya sakit dia wajahnya pucat pasi kek mayat hidup gitu,tante takut nanti dia kenapa-napa kita juga yang disalahin sama orangtuanya"ujar tante erna.
Next