Kakak Ketos ku
Author: Alfiya Nizz
Namanya Sagara Bramasatya dia adalah ketua OSIS tampan,tajir dan juga berbakat yang dimiliki oleh SMA Angkasa,tak hanya itu dia juga merupakan ketua dari team basket di sekolah tersebut, tak heran banyak murid wanita yang tergila-gila padanya.
Lain halnya dengan seorang gadis bernama Xyra Elvaretta, dia adalah siswi yang tidak begitu populer di sekolah itu dan dia kerap kali mendapatkan bullyan dari teman sekelasnya maupun dari kelas lain.
Brukkk
Tiba-tiba sebuah tumpukan buku terjatuh di atas lantai
"Kalau jalan hati-hati dong!" bentak seseorang pada Xyra yang tak sengaja menjatuhkan buku itu.
"Maaf maaf kak aku ngak sengaja" ujar Xyra pada murid wanita itu yang merupakan kakak kelasnya yang bernama Sheryl.
Xyra pun segera merapikan buku itu kembali
"Maaf lo bilang,enak banget bilang maaf setelah nabrak Sheryl" kata seseorang yang berada di sebelah Sheryl.
"Maaf kak, tapi aku lagi buru-buru, aku harus bawa buku ini ke perpustakaan"
kata Xyra lagi yang masih merapikan buku-buku itu tanpa memperdulikan siswi yang tadi memarahinya hanya gara-gara menabrak Sheryl seorang gadis yang cukup populer di sekolah.
"Gue ngak butuh maaf dari lo,tapi lo harus tau sepatu gue ini mahal dan itu kotor karena lo, cepat bersiin!" kata Sheryl dengan nada ketus nya.
"Nah lo denger kan Sheryl ngomong apa, cepat bersihin!"
"Ta-tapi kak, kan tadi bukunya ngak kena sepatu kakak?"
"Terus kenapa kalau ngak kena sepatu dia,pokoknya lo bersihin atau lo harus terima akibatnya nanti"
Xyra pun sedikit ketakutan dengan ancaman yang diberikan oleh teman Sheryl padanya, namun dia binggung harus bagaimana karena dia sendiri harus segera ke perpus untuk mengantar buku-buku yang tadi jatuh.
"Kak tapi aku harus bawa buku ini dulu ke perpus,nanti habis itu baru aku bersihin,bagaimana?" Ujar Xtra yang mencoba untuk bernegosiasi dengan Sheryl.
"Gue ngak mau tau,lo harus bersihin ini sekarang,karena gue gak ada waktu buat nungguin elo!"
Sementara itu tak jauh dari mereka ada Sagara yang tak sengaja melihat mereka bersama dengan temannya.
"Ga lihat, kayaknya Sheryl buat ulah lagi deh" ujar teman Sagara yang bernama Arzo
"Biarin aja, bukan urusan gue" ujar Sagara acuh tanpa memperdulikan ucapan dari temannya itu.
"Tapi ga, walau gimanapun dia kan juga pernah jadi mantan lo" kata temannya lagi
"Itu masa lalu, gak usah lo ingetin gue lagi!"
Sagara pun kesal saat temannya itu mengingatkan dia soal hubungannya yang dulu sudah berakhir dengan Sheryl.
"Lo bersihin ngak!! " tiba-tiba terdengar suara Sheryl yang begitu keras membentak Xyra sehingga membuat Sagara dan Arzo reflek melihat ke arah mereka lagi.
"Ga lihat,kasian tu cewek kena bully sama Sheryl,lo gak mau bantuin dia?"
Arzo pun merasa iba saat melihat Xyra yang tadi dibentak oleh Sheryl.
Sedangkan Sagara yang melihat itu hanya diam mematung di tempat nya.
"Ga lo ngak mau bantuin dia?" tanya temannya itu lagi pada Sagara
Namun diluar dugaan temannya, Saga pun langsung memalingkan wajahnya dan berjalan pergi meninggalkan temannya itu.
Arzo pun berkali-kali memanggil Saga namun tetap saja Saga tidak memperdulikan panggilan itu.
Karena panggilan Arzo yang agak keras,,
Xyra, Sheryl dan temannya itu pun tak sengaja mendengar nya.
Teman Sheryl pun langsung memberitahu Sheryl bahwa mungkin saja Saga dan arzo tadi melihat mereka membully Xyra.
Sheryl yang mendengar itupun terlihat panik dan menyuruh temannya itu untuk memberikan pelajaran pada Xyra sedangkan ia sendiri ingin mencari Sagara,agar Sagara tidak salah faham padanya.
"Han, lo urus dia, gue cari Saga dulu" kata Sheryl pada Hanna
Setelah mengatakan itu,Sheryl pun segera pergi dari sana.
"Jadi kak Saga tadi lihat aku, tapi kenapa dia gak bantuin aku" batin Xyra setelah melihat Sheryl pergi.
"Heh,,malah ngelamun ni anak,ayo ikut gue!"
"Kemana kak?"
"Ayo ikut aja"
Saat Hanna hendak membawa Xyra pergi tiba-tiba saja ada seseorang yang datang untuk menghentikan nya.
"Lo mau bawa dia kemana?"
"Gi-gilang lo ngapain disini?" tanya Hanna yang terlihat panik saat melihat Gilang datang menghampiri mereka.
"Gue tanya,lo mau bawa dia kemana?"
"G-g-gue.. "
"Jawab!!"
"Sorry lang, gue tadi di suruh Sheryl buat ngasih pelajaran ke dia"
"Oo jadi suruhan Sheryl?"
"I-iya lang"
"Kalau gitu sekarang lo pergi, jangan ganggu dia!" Kata Gilang dengan tatapan nya yang tajam.
Hanna yang ketakutan pun akhirnya pergi karena dia juga tidak ingin berurusan dengan Gilang karena notabene Gilang juga merupakan siswa berpengaruh di sekolah tersebut.
Setelah Hanna pergi, Gilang pun membantu Xyra untuk membereskan buku-buku yang tadi terjatuh.
"Lo gapapa kan?" tanya gilang padanya
"A-aku gapapa kak,terimakasih ya sudah membantu"Jawab Xyra dengan gugup
"Lain kali kalau ada yang bully, lo tu harus lawan jangan takut!"
"I-iya kak sekali lagi makasih"
Gilang pun lalu tersenyum pada Xyra,
Setelah membantu Xyra membereskan buku-buku tadi, Gilang pun segera pergi meninggalkan Xyra.
"Iya udah lo hati-hati, gue pergi dulu" ujar Gilang yang langsung pergi begitu saja
"Mimpi apa ya aku semalam, bisa sedekat tadi sama kak Gilang" gumam Xyra sambil senyum-senyum sendiri menatap punggung Gilang yang sudah mulai menjauh darinya.
Sementara itu di ruangan OSIS,terlihat Sagara yang kini tengah mengerjakan sesuatu bersama dengan Arzo, namun fikiran nya menjadi tidak fokus entah kenapa.
Saat Saga berusaha untuk fokus sambil menatap laptop nya,tiba-tiba Sheryl masuk kedalam ruangan itu dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Saga,karena telah masuk tanpa permisi terlebih dahulu.
"Lain kali kalau masuk,ketuk pintu!"Kata Saga dengan begitu dingin
"Maaf sayang aku cuma pengen jelasin sesuatu sama kamu" ujar Sheryl dengan begitu manja
"Udah gue bilang berapa kali ke lo, kita itu udah berakhir, jadi jangan panggil gue sayang lagi!"
"Tapi sayang.. "
"Sheryl,kalau lo terus manggil gue sayang,mending lo pergi gak usah lagi gabung di OSIS!"ancam Sagara pada Sheryl
Mendengar ancaman dari Saga, Sheryl pun jadi ketakutan,apalagi ancaman Saga yang ingin mengeluarkan nya dari anggota OSIS,sebab jika dia di keluarkan, otomatis dia tidak akan bisa mendekati Saga lagi,dengan cepat Sheryl pun segera meminta maaf pada Saga.
"Iya maaf,aku ngak panggil kamu gitu lagi kok,tapi plisss jangan keluarin aku dari anggota OSIS ya"
"Hm"
Saga pun hanya berdehem dengan singkat untuk menjawab permintaan dari Sheryl.
Setelah itu dia pun menyuruh Arzo untuk melanjutkan tugasnya karena dia begitu muak saat melihat wajah dari Sheryl.
"Zo,tolong lo lanjutin ini dulu,gue mau pergi sebentar"
"Asiappp ga,lo tenang aja" kata Arzo yang mengerti kalau temannya itu sedang dalam mood yang buruk.
"Kamu mau kemana,aku belum selesai bicara" cegah Sheryl saat Saga akan pergi
"Bukan urusan lo!"Kata Saga dingin
Saat melihat tatapan Saga yang begitu dingin,Sheryl pun tidak berani untuk mencegahnya lagi, pada akhirnya diapun membiarkan Saga untuk pergi.
Setelah Saga pergi, Arzo pun memberikan sebuah nasehat pada Sheryl yang masih berada di situ.
"Gue saranin lebih baik lo jangan ganggu Saga lagi deh Ser, karena gue bisa jamin kalau lo deketin dia terus,dia kayaknya bakal risih deh"
Sheryl yang mendengar itupun menjadi semakin kesal lalu memarahi Arzo.
"Diem lo, jangan ikut campur urusan gue!" kata Sheryl yang kemudian langsung pergi meninggalkan Arzo
"Yeh dibilangin malah marah-marah,dasar wanita" Gumam Arzo saat melihat Sheryl pergi
Sementara itu setelah selesai mengantar buku ke perpustakaan,Xyra pun tak sengaja bertemu lagi dengan Gilang.
"Eh lo bukanya cewek yang tadi ya?"sapa Gilang saat melihat nya
"I-iya kak"
"Oh iya btw nama lo siapa, biar nanti gue inget kalau kita ketemu lagi?" tanya Gilang padanya
"Aku Xyra kak"
Gilang yang tidak begitu jelas mendengarnya pun,menyebutkan nama itu dengan salah.
"Kiara?"
"Bukan kak,tapi Xyra"
"Xyra?,busett susah banget nama lo" gurau Gilang pada nya
"Emang iya ya kak?"
"Hahaha engga,gue tadi cuma bercanda kok,oh ya btw nama lo bagus tau"puji Gilang pada Xyra
"Apa bagus kak,tapi nama kakak juga bagus kok,kak Gilang Tri Angkasa" kata Xyra menyebutkan nama panjang dari Gilang
"Lo tau nama gue?" tanya Gilang dengan sedikit terkejut
"Emm maaf ya kak, tapi kakak itu kan salah satu siswa terkenal di sekolah ini"
"Hahaha siswa terkenal,maksud lo terkenal karena sering buat kerusuhan?" tanya Gilang pada Xyra
Ya..memang Gilang termasuk di jajaran siswa berpengaruh karena pengaruh dari orangtuanya yang kaya raya,namun ia juga merupakan siswa yang sedikit bandel dan terkadang suka berbuat onar di SMA tersebut,tak heran banyak yang takut padanya karena hal itu.
Xyra yang ditatap tajam oleh Gilang pun segera meminta maaf padanya.
"Ma-maaf kak,bukan itu maksudnya,tapi... "
Ucapan Xyra pun tiba-tiba tergantung, yang kemudian langsung disahut oleh Gilang..
"Tapi apa?"
"Tapi..kakak itu keren,aku kagum sama kakak karena bisa ditakutin sama semua murid disini" kata Xyra dengan sedikit takut
"Lo kagum karena itu?"tanya Gilang lagi
Xyra pun mengangguk dan berbicara lagi pada Gilang.
"Iya kak,kakak bisa pergi kemana pun yang kakak mau tanpa takut di ganggu seperti aku,malah kebalikannya mereka yang takut sama kakak" ujar Xyra dengan sendu.
"Jadi itu alasan nya,emm kalau gitu gimana kalau mulai sekarang gue jagain elo?"
Tanya Gilang pada Xyra,Xyra yang mendengar itupun jadi binggung karena tiba-tiba saja Gilang menawarkan hal itu padanya.
"Ma-maksud kakak?"
"Maksud gue,lo ngak perlu takut sama semua murid disini,terus kalau ada apa-apa lo bisa panggil gue" kata Gilang tersenyum menatap Xyra.
"Tapi kak..,apa itu ngak ngerepotin kakak?"
"Kan gue yang mau,udah ya mulai sekarang gue jagain elo" kata Gilang lagi sambil mengelus rambut Xyra yang di kepang 2 itu.
"Makasih kak,ternyata kak Gilang baik banget, ngak seperti yang selama ini digosipin sama murid-murid disini"
"Pasti mereka gosipin gue,brandal kan,suka bolos dan lain-lain"
"Ka-kakak tau?" tanya Xyra dengan pelan karena takut jika ada murid yang mendengar nya.
"Gue tau semua itu,udahlah ngak terlalu gue fikirin juga" Kata Gilang dengan santai.
Setelah itu Gilang pun mengajak Xyra untuk makan bersama nya di kantin,
"Ohh iya gimana kalau lo temenin gue ke kantin" ajak Gilang padanya
"Tapi kak,gimana kalau ada yang ngak suka lihat kakak ke kantin sama aku?"
"Udah gapapa,jangan takut,kan gue udah bilang bakal jagain elo"
Akhirnya setelah Gilang membujuknya, Xyra pun mau ikut ke kantin bersama dengan Gilang.
Beberapa saat kemudian mereka pun telah sampai di kantin dan duduk bersama di sana, banyak murid yang melihat Gilang bersama dengan Xyra,namun mereka tidak berani menanyakan itu karena takut akan berurusan dengan Gilang.
Setelah mereka selesai makan di kantin, banyak gosip yang tersebar saat Gilang datang bersama dengan Xyra,
ada yang berasumsi bahwa Gilang mengajak Xyra makan bersama hanya untuk menjadikan Xyra sebagai pesuruhnya, namun mereka tidak tau hal yang sebenarnya terjadi diantara Gilang dan juga Xyra.
Beberapa hari pun berlalu,
di sekolah kini Xyra sering mencari keberadaan Gilang untuk membantunya, jika dia sedang di tindas oleh murid-murid lain.
Kali ini Xyra kembali berurusan dengan Sheryl karena ia tak sengaja menumpahkan sebuah minuman di sepatu milik Sheryl.
"Kalau jalan tu lihat-lihat!" bentak Sheryl pada Xyra
Xyra pun segera minta maaf pada Sheryl karena ia takut akan terjadi masalah yang panjang nantinya.
"Gue heran deh,kenapa dari banyaknya murid di sini, gue harus ketemu sama lo,hadeh jadi sial kan gue,dasar 4L!"
Teman Sheryl yang berada di sebelah nya pun bertanya tentang arti dari 4L yang dimaksud oleh Sheryl tadi.
"4L apaan ser?"
"Lo lagi lo lagi!" kata Sheryl dengan muka nya yang masih kesal karena bertemu dengan Xyra.
"Kak maaf, tapi aku beneran ngak sengaja" Kata Xyra dengan bersungguh-sungguh
"Mau lo sengaja atau enggak,gue ngak mau tau,lihat sepatu gue kotor, lo harus bersihin sekarang!" perintah nya pada Xyra
"Lo denger kan,cepet bersihin,lo dulu selamet karena ada yang nolongin elo,tapi sekarang gue mau lihat siapa yang mau nolongin elo!" Kata Hanna dengan senyuman mengejek ke arah Xyra.
"Gue!" Kata seseorang yang baru datang menghampiri mereka.
"Gilang?!"
ucap Sheryl dan Hanna secara bersamaan.
"Iya ini gue, gue peringatin ke lo, jangan ganggu dia atau gue ngak segan-segan buat hidup kalian gak tenang sekolah disini!"Ancam Gilang pada mereka
"Maksud lo apa sih Lang,lihat ini sepatu gue kotor gara-gara dia,lo mau belain si cupu ini?" tanya Sheryl yang tidak menyangka bahwa Gilang akan membela Xyra.
"Gue ngak perduli Ser,lo bisa bersihin itu sendiri tanpa nyuruh dia buat lakuin itu"
"Tapi ini gara-gara dia Lang,dia harus tanggungjawab!"
"Cukup Sheryl,jangan manja!" bentak Gilang pada Sheryl
Sheryl pun semakin marah karena Gilang terus membela Xyra apalagi saat Hanna tadi memberitahu nya bahwa ini kedua kalinya Gilang menyelamatkan Xyra saat mereka sedang mem-bully nya.
"Ser inget ngak siapa orang yang udah nyelamatin si cupu waktu itu?" bisik Hanna pelan di telinga Sheryl
"Siapa?"
"Itu Gilang Ser,dan dia sekarang nyelametin si cupu lagi"
Sheryl yang sudah terbakar amarahnya pun segera pergi meninggalkan mereka, apalagi sebelumnya Gilang juga merupakan mantan pacarnya,dan Gilang lah yang menjadi alasan putusnya hubungan Sheryl dengan Sagara.
"Lo gapapa kan,apa mereka tadi kasar sama lo?" tanya Gilang khawatir
"Aku gapapa kok kak, makasih ya udah datang tepat waktu"
"Iya sama-sama harusnya gue tadi datang lebih awal lagi supaya bisa ngelindungin elo" Kata Gilang lagi
"Gapapa kok kak,ini sudah lebih dari cukup tapi.. "
"Tapi kenapa?,mereka ngak lukain elo kan?? "
"Engga kak,aku cuma khawatir mereka akan semakin benci sama aku,apalagi aku pernah dengar kakak itu pernah pacaran kan sama kak Sheryl" ujar Xyra begitu ketakutan karena tadi Gilang sudah membelanya di depan Sheryl.
"Sudahlah jangan takut sama mereka,aku memang pernah pacaran sama dia,tapi jangan dibahas soal itu,intinya kalau mereka ganggu kamu,aku ngak akan tinggal diam"
"Kenapa sih kakak baik banget sama aku?" tanya Xyra yang menatap Gilang dengan tatapan sendunya
"Ga ada alasan buat baik sama orang!" kata Gilang yang kemudian mengelus puncak kepala Xyra.
Saat Gilang melakukan itu tiba-tiba saja seseorang datang dan langsung menarik tangan Gilang secara paksa dari rambut Xyra.
Gilang pun tersentak kaget saat tangannya ditarik oleh seseorang yang ternyata adalah Sagara.
"Apa-apaan lo,main narik tangan orang sembarangan!"
"Ikut gue,gue mau bicara sama lo!" kata Sagara dengan nada dinginnya.
"Mau bicara apa,bicara aja disini!"
Saga pun melirik sekilas ke arah Xyra yang sedang memperhatikan nya, setelah itu dia pun menarik paksa Gilang agar mau ikut dengannya.
"Lepasin gue,lo apa-apaan sih b*ngs*t!"
Gilang pun melepaskan tangannya yang tadi ditarik oleh Saga dengan kasar.
"Harusnya gue yang nanya ke elo,lo ngapain deketin tu cewek, apa lo mau buat dia jadi korban lo selanjutnya?!"
"Mau gue jadiin dia apa,apa urusannya sama lo!"
Saga pun terdiam mematung saat Gilang menanyakan itu padanya,karena memang apa yang dibilang Gilang ada benarnya, dia ngak berhak ikut campur urusan nya, tapi masalahnya Saga ngak mau Gilang hanya bermain main dengan Xyra.
"Kenapa lo diem sekarang hah,gue tanya apa urusan nya sama lo" ejek Gilang pada Saga
"Gue emang ngak berhak ikut campur urusan elo,tapi gue minta lo jangan main-main sama dia,lo itu ngak kasian apa sama dia hah?!"
"Kasian lo bilang,hah gue gak salah denger, kata-kata itu keluar dari mulut seorang Sagara Bramasatya?"
"Terserah lo mau ngomong apa, yang jelas jangan ganggu murid yang ngak bersalah di sekolah ini,bagaimanapun juga gue ketos disini jadi gue berhak nasehatin elo!"
"Cih bawa-bawa nama OSIS,lo denger ya Saga,gue ngak kayak lo yang udah buat Abigail tiada, gue bukan cowok kayak lo Saga,bukan!" kata Gilang yang kemudian langsung pergi dari sana.
Sementara itu Sagara pun hanya bisa terdiam disana,karena dia sudah capek menjelaskan pada Gilang bahwa kepergian Abigail bukan karena nya,tapi karena ada orang lain yang sudah merenggut nyawanya.
(Flashback on)
Dulu saat Kelas 1 SMA Sagara,Gilang,dan juga Arzo adalah teman baik dan mereka dikenal sebagai siswa paling pintar,dan berbakat di sekolah tersebut.
Waktu itu datang seorang murid baru bernama Abigail, dia sangat cantik, berbakat dan juga gadis yang humble dan ceria,ia suka bergaul dengan siapapun,sebab itu tak heran banyak yang suka dengan dia, bahkan Saga dan yang lainnya ingin dia bergabung bersama dengan kelompok mereka yang mereka namai dengan nama "Thunder Dark Squad" atau yang biasa mereka singkat dengan nama TDS.
Abigail pun dengan senang menerima tawaran itu apalagi mereka juga sangat baik padanya.
TDS pun semakin lengkap dengan datangnya Abigail di situ,mereka sering belajar bersama ke kantin bersama dan bahkan sering balapan motor bersama karena kebetulan Abigail juga suka hal yang berhubungan dengan motor.
Ujian kenaikan kelas pun menjadi awal dari perseteruan antara Saga dan juga Gilang berlangsung.
Awalnya Gilang bercerita pada Saga kalau dia suka dengan Abigail,lalu Saga yang mendengarnya pun menjadi ikut senang dan menyuruh Gilang agar segera mengungkapkan perasaan nya pada Abigail.
Beberapa hari kemudian setelah selesai ujian Gilang pun mencari Abigail ke kelasnya, (karena mereka beda kelas),namun saat itu dia tak sengaja melihat Abigail yang sedang mengungkapkan perasaan nya pada Saga.
Saat itu Saga hanya diam dan tak membalas perasaan Abigail karena dia tau Gilang sudah mencintai Abigail lebih dulu,dia sendiri juga tidak tau kenapa Abigail malah menyukai nya, padahal Saga hanya menganggap nya sebagai temannya saja,tidak lebih.
Abigail pun begitu malu dan juga sakit hati saat Saga menolaknya,Gilang yang melihat itupun begitu kasihan saat melihat nya,lalu ia pun mencoba untuk menghibur Abigail agar ia tidak bersedih karena masih banyak laki-laki lain yang menyukainya.
Setelah mendengar itu Abigail pun merasa tenang dan dia tidak sedih lagi,namun dia masih tetap berharap Saga mau menjadi pacarnya.
Dua hari kemudian Saga mendapatkan surat yang ternyata surat itu dari Abigail yang meminta bertemu dengan nya di danau belakang sekolah,Saga awalnya ingin mengabaikan nya,namun Gilang justru malah menyuruh Saga untuk menemui Abigail sekaligus dia ingin Saga membantunya untuk mendekatkan nya dengan Abigail jika Saga memang tidak menyukai nya.
Karena Gilang bersikeras agar Saga membantunya, Saga pun mengiyakan permintaan itu dan dia pun akhirnya datang ke danau belakang sekolah untuk bertemu dengan Abigail.
Setelah sampai disana,Saga pun menjelaskan bahwa dia datang bukan untuk bertemu dengan Abigail namun dia datang karena Gilang yang menyuruhnya.
Saga juga meminta agar Abigail bisa memberi kesempatan pada Gilang untuk menjadi pacarnya.
Saat itu Gilang memperhatikan mereka dari jauh,sampai tiba-tiba saja dia merasakan perutnya sakit dan ingin segera pergi ke toilet.
Sementara Gilang ke toilet,Saga pun masih berbicara pada Abigail dan meyakinkannya untuk memberikan Gilang kesempatan,meskipun hanya sekali.
Setelah mengatakan itu Saga pun pergi meninggalkan Abigail yang masih berada di tepi danau tersebut.
Singkat cerita setelah Gilang baru saja keluar dari toilet, tiba-tiba saja ada banyak siswa yang berlarian ke belakang sekolah, karena Gilang merasa penasaran,ia pun juga ingin tau apa yang sebenarnya terjadi disana,apalagi sebelumnya Gilang sedang mengawasi Saga dan juga Abigail yang sedang berbicara di belakang sekolah.
Sesampainya disana Gilang pun terkejut saat melihat seorang siswi yang sedang ditandu oleh beberapa orang,banyak yang bilang siswi itu baru saja tengelam di danau tersebut.
Karena siswi itu tidak bisa berenang dan tidak ada orang yang menyelamatkan nya, alhasil siswi itupun kehabisan nafas dan meninggal di danau itu.
Gilang pun penasaran dengan siapa siswi yang tengelam itu,lalu diapun menghampiri orang-orang itu dan membuka kain yang menutupi wajah siswi itu,
Setelah dibuka alangkah terkejutnya Gilang saat tau ternyata siswi itu adalah Abigail.
"Abigailllll....!"
"Enggak ini ngak mungkin,kamu harus bangun Abigail bangun!!! "
Gilang pun berteriak histeris saat tau gadis yang ia sukai telah tiada.
Orang yang tadi membawa jenazah Abigail pun kini telah pergi ke RS untuk meng autopsi jenazahnya.
Sementara itu Saga yang baru mengetahui itupun langsung datang ke lokasi kejadian bersama dengan pak kepsek karena sebelumnya dia mendapat panggilan dari kepsek untuk pergi ke ruangannya.
Gilang yang melihat kedatangan Saga pun langsung memberikan bogem mentah padanya,sehingga membuat semua orang menjadi terkejut dan segera mengamankan Gilang dengan memegangi kedua tangannya.
Saga yang tidak tau menahu soal ini pun hanya binggung saat Gilang memukul nya.
Lalu Saga pun bertanya soal alasan Gilang melakukan itu padanya yang ternyata alasannya adalah Gilang menuduh bahwa Saga yang telah membunuh Abigail.
Saga pun jadi tersulut emosi saat Gilang menuduhnya tanpa bukti dan dia juga menjelaskan tentang kejadian yang sebenarnya pada Gilang,namun Gilang tidak percaya padanya dan malah meminta Saga untuk pergi ke kantor polisi untuk menyerahkan diri-Nya.
Karena kurangnya bukti dan hanya berdasarkan asumsi dari satu orang,apalagi Saga yang juga masih duduk di bangku SMA jadi proses penyelidikan pun tidak di lanjutkan lagi,
apalagi tidak ada tanda kekerasan saat hasil otopsi di berikan,Saga pun dinyatakan tidak bersalah,dan kecelakaan itu murni karena kelalaian Abigail sendiri,sehingga menyebabkan nya tenggelam di danau tsb.
Sejak saat itu Gilang begitu membenci Saga dan ia menganggap Saga sebagai musuhnya, terkadang Gilang juga menganggap Saga sebagai saingannya dan juga dia sering merebut gadis yang sedang dekat dengan Saga dengan cara apapun yang dia miliki.
Semenjak kepergian Abigail, Gilang juga berubah menjadi pribadi yang sangat keras dan berantakan,dia sering membuat onar di sekolah sampai membuat murid-murid yang lain begitu takut jika harus berurusan dengan nya.
(Flashback Off.)
Sementara itu sepulang sekolah,Xyra sedang menunggu angkot seperti biasa namun ia tak kunjung mendapatkannya,alhasil Xyra pun memutuskan untuk berjalan,sambil sesekali menengok ke belakang,karena siapa tau ada angkot yang tiba-tiba saja lewat.
Xyra pun terus berjalan sampai tiba-tiba suara motor dari belakang mengagetkannya, Xyra pun dengan reflek menengok ke belakang untuk mengetahui siapa pemilik motor tersebut.
Pemilik motor tersebut ternyata adalah Saga, dan Saga pun menawari Xyra agar mau pulang bersama nya.
"Naik" perintah Saga pada Xyra,namun ia tak mendapatkan respon dari Xyra.
"Tunggu apa lagi,gue bilang naik!" kata Saga sekali lagi dan langsung mendapatkan penolakan dari Xyra.
"Engga kak,makasih,kakak duluan aja nanti aku bisa pulang sendiri"
Saga yang mendengar itupun langsung mendesah berat.
"Hufhhh,lo denger Xyra,gue ngak mau ya, bokap nanti marah sama gua,terus dia nyalahin gua gara-gara lo pulang terlambat"
"Ta-tapi kak,bagaimana kalau nanti ada yang lihat,aku pulang bareng kakak?"
"Itu urusan gue,buru naik,apa lo mau semua orang tau kalau kita itu saudara hah!"
Xyra pun pada akhirnya menurut dan ikut pulang bersama dengan Sagara.
Sesampainya di rumah,Saga yang biasanya tidak terlalu perduli dengan urusan Xyra,entah kenapa ia tiba-tiba saja bertanya mengenai hubungan Xyra dengan Gilang.
"Eh gue mau tanya ke elo,tapi lo harus jawab pertanyaan gue dengan jujur" kata Sagara
"Apa itu kak? "
"Beberapa hari ini gue lihat kayaknya lo akrab banget sama Gilang,lo ada hubungan sama dia?"
"Emm tapi kenapa kakak nanya gitu?"
"Jawab aja,lo ada hubungan gak sama dia?"
"Engga kok kak,lagian kak Gilang itu ganteng,baik,mana mau dia sama aku" ujar Xyra dengan jujur
"Lo suka sama dia?!" tebak Saga saat Xyra mengatakan itu padanya
"Iya suka sih kak,tapi ya ngak pantes aja"
brak
tiba-tiba saja meja yang berada di dekatnya pun di gebrak keras oleh Saga.
"Denger Xyra,kalau lo mau hidup tenang di sekolah,gua saranin lo jauhin Gilang!" kata Sagara memperingati Xyra.
"Kenapa kak,aku tau kak Gilang itu berandal di sekolah tapi dia sebenarnya baik kok kak,dia juga mau ngelindungin aku"
"Gua lebih tau dia siapa Xyra,kalau gua masih lihat lo deket sama dia, gua bakal suruh bokap buat pindahin lu ke sekolah lain" ancam Sagara pada Xyra
Mendengar ancaman dari Saga membuat Xyra jadi kesal,dia yang biasanya tidak melawan Saga pada akhirnya mulai memberontak dan mengeluarkan semua uneg-unegnya pada Saga.
Bukanya dia tidak sopan pada Saga,tapi dia benar-benar sudah muak dengan sikap Saga padanya,dulu dia harus selalu nurut pada perintah Saga jika dia ingin satu sekolah dengannya, Saga juga tidak ingin semua orang tau bahwa Xyra adalah saudaranya,lalu Xyra hanya menurut saja tidak membantahnya,namun sekarang Xyra melawan nya karena dia tidak ingin kehilangan orang baik seperti Gilang yang sudah membantunya.
Saga boleh melarang dia untuk apapun,tapi saga sama sekali tidak berhak untuk menyuruhnya menjauhi Gilang,karena di sekolah hanya Gilang yang perduli padanya.
"Kenapa kak,kenapa kakak berbicara seperti itu?" tanya Xyra dengan mata berkaca kaca
"Ini semua buat kebaikan lo Xyra!"
"Tapi kakak gak berhak melarang dengan siapa aku berteman!"
"Tapi gue kakak lo Xyra dan gue berhak atas hidup lo! "
"Kenapa kak,kenapa baru sekarang kakak bilang gitu,dulu kenapa gak ngakuin aku kalau aku itu adik kakak?"
"Apa kakak malu punya adek culun kayak aku, ngak berprestasi kayak kakak?" lanjutnya
"Gak gitu Xyra,lo ngak boleh bilang gitu ke gua,dan lo juga ngak tau apa-apa tentang gue"
"Iya kak,aku memang ngak tau apa-apa tentang kakak,tapi satu hal yang aku tau, kakak itu egois selalu mentingin diri kakak sendiri!"
Setelah mengatakan hal itu pada Saga,Xyra pun pergi menuju ke kamarnya dan meninggalkan Saga yang masih mematung karena ucapan Xyra barusan.
"Xyra maaf,bukanya aku malu memiliki adik seperti mu,tapi sebenarnya selama ini aku tidak ingin menganggap mu sebagai adik, karena aku mencintaimu Xyra,aku jatuh cinta padamu sejak papa mengangkat mu menjadi anaknya Xyra, jadi tolong maafkan atas sikapku selama ini padamu,aku tau aku salah, tapi percayalah aku benar-benar mencintaimu dan aku tidak mau kamu dekat dengan pria manapun selain aku,tolong Xyra jangan marah padaku" batin Saga setelah melihat kepergian Xyra.
Sementara itu di tempat lain Gilang tak henti-hentinya memikirkan Xyra,karena baginya Xyra adalah gadis lugu dan polos yang begitu cocok untuk menjadi mainannya.
"Xyra,nama mu cantik,tapi sayang kamu terlalu polos dan baik,andai kamu tidak memiliki hubungan dengan Saga,mungkin aku tidak akan bermain-main denganmu" gumam Gilang sambil memperhatikan foto Xyra yang berada di dalam ponselnya.
"Sayangnya kamu adalah adik angkat dari Saga, jadi mulai sekarang aku ingin melihat bagaimana Saga bisa melindungi mu" Katanya lagi sambil sesekali mengeser ponselnya,dia pun memperhatikan lagi foto Xyra dan terus mencari apa hal yang disukai oleh Xyra dari akun instagram nya.
Memang selama ini Gilang sudah menyelidiki Xyra,saat dia tak sengaja melihat bahwa Xyra datang ke sekolah diantar oleh papanya Saga.
Saat itu Gilang yang curiga pun segera mencari tau mengenai hubungan Saga dengan Xyra, sampai dia pun menemukan kebenaran bahwa Xyra adalah adik angkat dari Saga.
Setelah menemukan yang dia cari,dia pun segera mencari waktu yang tepat untuk mendekati Xyra di sekolah.
Waktu pun terus berlalu Saga pun begitu muak saat melihat Gilang semakin dekat dengan Xyra,namun dia tidak bisa berbuat apa-apa karena itu masih berada di area sekolah,apalagi saat terakhir kali ia mengingat bahwa Xyra menjadi kesal padanya karena ia melarang nya untuk dekat dengan Gilang,Xyra pun sampai berhari-hari tidak ingin berbicara dengan nya karena masalah itu, hal itulah yang membuat Saga jadi serba salah sekarang.
Sepulang nya dari sekolah Saga pun menarik Xyra ke kamarnya untuk berbicara 4 mata dengannya.
"K-kakak kenapa narik aku kesini?" tanya Xyra sedikit ketakutan karena tatapan mata Saga yang terlihat begitu dingin dan menakutkan.
"Gua mau bicara sama lo,dan kali ini gua minta lo dengerin gua baik-baik"
"Apa itu kak,kalau kakak mau nyuruh aku buat jauhin kak Gilang lagi, maaf aku ngak bisa, lebih baik jangan bicara lagi sama aku" ujar Xyra memberanikan diri.
Saat itu Xyra pun berniat ingin pergi dari sana,karena dia berfikir Saga memang akan berkata seperti itu padanya,namun detik kemudian Saga pun menarik tangan Xyra yang akan pergi dari kamarnya lalu menghimpit nya di tembok kamarnya.
"Kalau gua belum selesai bicara itu dengerin dulu!"bisik Saga di telinga Xyra,hingga Xyra bisa merasakan hembusan nafas Saga yang menembus ke kulit leher nya.
"I-iya kak,ta-tapi kakak jangan gini" kata Xyra yang terlihat gugup saat mereka berada di dalam posisi seperti itu.
"Kenapa?,apa kamu takut?" tanya Saga yang tersenyum tipis saat melihat kegugupan di wajah Xyra
"Eng-engga kak,tapi kita ini saudara,apa kata papa kalau tiba-tiba nanti lihat kita seperti ini"
Ceklek
Tiba-tiba saja Saga menggerakkan tangannya untuk mengunci pintu kamarnya yang tak jauh dari jangkauan nya,namun ia tetap berada di posisi yang sama seperti tadi.
"Sudah,tidak ada yang bisa masuk kesini tanpa izin dariku" kata Saga dengan entengnya
"Tapi kakak mau apa,ingat kita ini saudara kak,meskipun papa ngak bisa masuk kesini, tapi tetap saja kakak ngak boleh kayak gini"
Saga yang mendengar itupun terlihat emosi karena Xyra terus membahas tentang ikatan saudara padanya,padahal mereka juga bukan saudara kandung jadi untuk apa Xyra terus mengatakan itu padanya?
"Xyra dengar, kita ini bukan saudara kandung, jadi kenapa kamu harus perduliin semua itu hah?!"
"Aku perduli kak,aku ngak mau ada yang salah faham soal kita"
"Siapa maksud mu ra,papa atau mama hah, atau mungkin Gilang?"
"Ini gak ada hubungan nya dengan kak Gilang kak,lagian kakak kenapa sih tiba-tiba kayak gini?!"
Xyra pun jadi terlihat emosi saat Saga melibatkan Gilang dalam hal yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan Gilang.
"Karena aku mencintaimu Xyra,aku mencintaimu!" ujar Saga yang pada akhirnya mau jujur soal perasaan nya pada Xyra.
"A-apa yang kakak bicarakan?" Kata Xyra yang terlihat syok saat Saga mengatakan itu padanya
"Iya Xyra aku mencintaimu selama ini, itu sebabnya aku menjauhimu di sekolah bukan karena aku benci sama kamu, tapi aku ngelakuin itu karena aku ingin menjaga mu Xyra"
"Hah menjaga kakak bilang,menjaga dengan cara apa,bahkan kakak tau aku dibully oleh teman sekolah tapi kakak hanya diam kan, apa itu yang di bilang menjaga?"
"Xyra dengar,aku tau aku salah tidak membantumu,karena jika aku membantumu musuhku akan tau jika kita dekat dan aku ngak mau dia berbuat hal yang buruk padamu Xyra"
"Apa musuh yang kakak maksud itu kak Gilang?"
"Kamu tau darimana Xyra?"
"Karena dia sudah menceritakan semuanya pada ku kak?"
"Apa yang dia ceritakan padamu Xyra??"
"Bukan apa-apa,dia hanya menceritakan soal gadis yang pernah jatuh cinta sama kakak, dan gadis itu bunuh diri karena cinta nya ditolak oleh kakak"
"Apa kamu percaya dengan nya Xyra,itu semua tidak benar Xyra dia bohong,jangan percaya padanya" Ujar saga yang berusaha untuk meyakinkan Xyra supaya Xyra tidak percaya dengan ucapan Gilang padanya.
"Jika aku tidak bisa mempercayai nya,lantas siapa yang harus aku percayai kak,apa aku harus percaya dengan kakak yang setiap hari bersikap acuh padaku??"
"Bukankah aku sudah bilang Xyra, bahwa aku melakukan itu karena aku mencintaimu Xyra"
"Cinta seperti apa yang kakak maksud hah?"
"Aku sudah bilang Xyra,kalau di sekolah.. " belum sempat Saga melanjutkan kalimat nya tiba-tiba saja Xyra langsung menyela nya.
"Disekolah kenapa kak,okey kalau disekolah kakak punya alasan seperti itu,tapi dirumah kenapa kakak juga begitu acuh saat melihat ku?"
Sagara pun pada akhirnya harus jujur soal semuanya pada Xyra,karena dia juga sudah terlanjur menyatakan perasaan nya jadi dia ngak boleh mundur untuk saat ini,dan dia harus bisa membuat Xyra percaya padanya,bagaimanapun caranya.
"Itu semua karena aku takut ra,aku takut perasaan ku semakin dalam ra,sebab itu aku bersikap seperti itu karena ingin menghindari mu ra,tapi itu bukan berarti aku ngak perduli sama kamu Xyra,aku itu perduli sama kamu, tapi aku ngak tau harus bagaimana"
"Lalu kenapa baru sekarang kakak bilang itu semua sama Xyra,kenapa gak dari awal kakak jujur sama perasaan kakak"
Seketika di detik itu juga airmata Xyra pun menetes tanpa disuruh.
"Karena aku takut ra,aku takut kamu menolak ku,tapi setelah melihatmu dekat dengan Gilang aku jadi semakin takut lagi ra, aku takut jika kamu meninggalkan ku ra,aku takut.. "
"Hikss hikss kenapa baru sekarang kakak takut,kenapa kak..."
Xyra pun menangis tersedu sedu sampai kemudian Saga pun memeluk nya begitu erat dan mengatakan sesuatu lagi padanya.
"Maaf ra,karena aku begitu pengecut saat itu, aku mohon ra kali ini percayalah padaku aku sudah mengatakan yang sejujurnya padamu Xyra.
Berada dalam pelukan Saga membuat Xyra jadi lebih sedikit tenang dan melupakan rasa amarah yang tadi berada di hatinya.
Setelah pelukan dilepaskan,Saga pun mengajak Xyra untuk duduk di sofa yang berada di kamarnya,lalu setelahnya Saga pun menceritakan semua kejadian tentang awal mula kenapa dia dan Gilang sekarang menjadi musuh.
"Jadi bukan kakak yang membuat Abigail bunuh diri?" tanya Xyra untuk memastikannya langsung pada Saga
"Aku ngak tau ra,entah Abigail bunuh diri atau tidak aku tidak tau menahu soal itu,yang jelas saat itu sebelum aku pergi ninggalin Abigail disitu,dia sempat bilang bahwa dia akan mencoba untuk memberikan Gilang kesempatan ra,tapi entah kenapa tiba-tiba aku mendengar bahwa dia telah tiada di danau itu"jelasnya pada Xyra
"Lalu kenapa kak Gilang bisa benci banget sama kakak?"
"Entahlah ra,meskipun aku sudah berkali-kali jelasin ke dia kalau aku ngak ada hubungan nya dengan itu,tapi Gilang masih kekeh beranggapan bahwa aku yang telah membuat Abigail tiada"jelas Saga lagi
"Tapi apa waktu itu kakak benar-benar ngak tau kalau Abigail tiada?"
"Sumpah ra,aku baru tau setelah ada laporan dari murid lain bahwa ada siswi yang tengelam di sekolah,waktu itu aku lagi ada di kantor kepsek sama Arzo,kalau kamu ngak percaya kamu bisa kok tanyain langsung ke dia"
"Iya kak, aku percaya kok sama kakak, meskipun kakak itu dingin dan cuek, tapi dilihat dari sikap kakak, kakak ngak mungkin tega kok lukain orang kayak gitu"
"Ehmm ra,ini sebenarnya pujian atau sindiran ya?"tanya Saga padanya
"Hehe maaf kak,tapi kan itu bener,massa aku harus bohong,kan bohong itu dosa kak" kata Xyra beralasan
"Oh ya, kalau gitu sekarang jawab pertanyaan ku dengan jujur, apa selama ini kamu pernah mencintai kakak?" tanya Saga dengan wajahnya seriusnya
"Emm kak, kayak nya papa udah pulang deh, aku pergi dulu ya" Kata Xyra yang berusaha untuk menghindari pertanyaan dari Saga,
Saga yang melihat Xyra hendak pergi pun segera menarik tangan Xyra agar kembali duduk di sofa, namun karena kurangnya keseimbangan Xyra pun jatuh terduduk di pangkuan Saga.
Jantung Xyra pun terlihat berdebar saat Saga menatapnya dengan tatapan yang begitu intens, hingga membuatnya salah tingkah sendiri.
Saat Xyra hendak berdiri,Saga pun memeluk tubuh Xyra hingga membuat Xyra tidak bisa bergerak di dalam pelukan Saga.
"Kak lepasin" Kata Xyra memohon pada Saga agar Saga mau membiarkan nya pergi.
"Jawab dulu pertanyaan kakak,baru kakak lepasin"
"Pertanyaan yang mana?" tanya Xyra berpura-pura lupa
"Ra aku tau kamu cuma pura-pura,kalau kamu ngak mau jawab aku pastiin kamu ngak akan bisa pergi dari sini"
"Ta-tapi kak... "
"Tapi apa, kamu pasti mau bilang kalau mama dan papa pulang bagaimana,iya kan?"
Belum juga sempat Xyra menjawab tiba-tiba saja suara bariton dari sang papa pun terdengar memanggil Xyra untuk segera menemuinya.
"Tuh denger kak,suara papa,aku pergi dulu ya" Ujar Xyra bangkit dari pangkuan Saga dan akan pergi menemui papa nya
Saga pun hanya bisa pasrah dan membiarkan Xyra untuk pergi begitu saja tanpa menjawab pertanyaan darinya,namun sebelum Xyra pergi Xyra pun sempat mengatakan sesuatu pada Saga..
"Kak,aku juga suka kok sama kakak" ucap Xyra sambil mencium sekilas pipi Saga.
Setelah itu dia pun berlari pergi dari kamar saga.
Sementara itu saga yang baru saja di cium oleh Xyra pun hanya terdiam mematung sambil memegangi pipinya.
"Manis sekali dia" gumam Saga lalu tersenyum simpul saat mengingat ciuman tadi.
***
Hari-hari pun berlalu,kini Saga menjadi lebih perhatian pada Xyra,apalagi saat dirumah Saga pun terlihat sering memanjakan Xyra hingga membuat kedua orangtua nya pun terheran heran dengan perubahan sikap dari Saga.
Berbeda saat disekolah Saga dan Xyra pun terlihat masih seperti asing karena memang Saga melakukan itu karena dia tidak mau Gilang tau tentang hubungan mereka atau Xyra akan berada dalam masalah jika Gilang tau mengenai hubungan mereka yang sebenarnya.
Tapi Saga melakukan itu juga atas persetujuan dari Xyra karena sebelumnya Saga sudah izin padanya,Xyra pun tidak masalah akan hal itu karena dia tau Saga melakukan itu karena ingin melindunginya.
Namun berbeda dengan Gilang yang merasakan bahwa sikap Xyra telah berubah padanya,dia pun jadi penasaran dan ingin mencari tau hal yang membuat Xyra berubah.
Tak lama kemudian dia pun mendatangi kelas Xyra dan ingin mendengarkan penjelasan langsung darinya.
"Ra" Sapa Gilang yang saat ini sudah berada di kelas Xyra.
"Ka-kak Gilang ngapain kesini?" tanya Xyra yang terlihat gugup saat berbicara dengan Gilang
"Emang ngak boleh ya gue kesini?" tanya Gilang balik
"Ya boleh kak,tapi ada apa ya kak,kok tumben?"
"Gapapa sih ra, gue cuma penasaran aja soalnya lo itu kayak ngejauh dari gue gitu"
"Hah maksudnya kak?"
"Maksudnya itu beberapa hari ini lo itu berubah,lo kenapa sih emangnya ra,apa gue ada salah ya sama lo?"
"Engga kok kak,aku ngak ngejauhin kakak kok" ujar Xyra sedikit berbohong karena memang alasan dia jarang menemui Gilang karena Saga yang melarangnya untuk tidak terlalu dekat dengan Gilang.
"Beneran ra,lo ngak ngejauh dari gua?" tanya Gilang untuk memastikan nya
"Engga kok kak"
"Hmmm kalau gitu ayo temenin gua ke kantin, gue udah lama ngak ke kantin bareng elo"
Tanpa menunggu persetujuan dari Xyra, Gilang pun langsung menarik tangan Xyra untuk ikut bersama nya ke kantin.
Setelah sampai di kantin tak sengaja Xyra juga melihat Saga yang sedang makan bersama dengan temannya,namun saat Saga ingin menghampiri nya Xyra pun memberikan kode agar Saga mau kembali duduk di tempat nya.
Sementara itu Gilang yang juga melihat Saga pun hanya berdecih pelan,kemudian ia juga sengaja mencari tempat duduk yang dekat dengan Saga hanya untuk membuat Saga terpancing emosi nya.
Gilang pun dengan lembut memperlakukan Xyra seperti seorang putri,ia sesekali juga mengelus pelan rambut Xyra, Xyra sebenarnya risih tapi dia tidak ingin membuat Gilang jadi semakin curiga padanya, jadi Xyra pun hanya membiarkan nya saja.
Saga yang berada di meja sebelah pun juga mulai emosi namun Xyra mengiriminya sebuah pesan untuk menenangkan nya,Saga yang membaca pesan itupun pada akhirnya memilih untuk pergi meninggalkan kantin.
Gilang sebenarnya tau Xyra telah mengirimi Saga pesan namun dia hanya diam dan berpura-pura tidak tau akan hal itu,
dengan itu pula Gilang memastikan bahwa Xyra ternyata menghindari nya karena ulah dari Saga,lalu dia pun mulai merencanakan untuk merebut Xyra dari Saga saat acara perpisahan sekolah di adakan.
***
Beberapa hari kemudian...
Hari itu semua murid tengah bersiap untuk latihan terakhir sebelum penampilan mereka besok di acara perpisahan sekolah.
Namun saat itu Saga terlihat panik karena dia tak menemukan Xyra sejak pagi, Saga pun memutuskan untuk bertanya pada teman-temanya mengenai keberadaan Xyra namun teman-temannya juga tidak tau dimana Xyra berada, padahal Xyra saat ini juga dibutuhkan untuk mengisi peran Cinderella di acara pensi di sekolah tersebut.
Sementara itu Gilang yang juga mendengar dari temannya bahwa gadis yang mengisi peran Cinderella telah hilang pun juga ikut mencarinya karena dia tau peran itu adalah milik Xyra.
Saat itu tak sengaja Gilang lewat di depan kelasnya Sheryl,dan dia melihat Sheryl yang sedang berbicara dengan Hanna bahwa peran Cinderella harusnya adalah miliknya.
"Tunggu aja sebentar lagi pasti besok si culun itu ngak akan bisa datang untuk acara pensi sekolah" ujar Sheryl dengan begitu bahagia
"Tapi...,apa lo yakin dia besok gak akan bisa datang ser?" tanya Hanna ragu dengan tindakan Sheryl.
"Gue yakin han,lo itu ngak usah khawatir"
"Tapi gimana kalau dia kenapa napa,gue takut ser"
"Dia ngak bakal kenapa napa han,lagian lo ngapain takut sih kan ngak ada orang yang tau kalau kita yang buat dia ke kunci di gudang" ujar Sheryl dengan tawanya yang khas
Di kelas itu tak ada orang lain selain mereka berdua sebab itu mereka berani bicara seperti itu dan tidak takut akan di dengar oleh murid lain di sekolah itu.
Gilang yang mendengar itupun bersiap untuk mendekati Sheryl dan juga Hanna untuk memberikan pelajaran pada mereka,namun dia pun mengurungkan niatnya saat ia mendengar Hanna berbicara lagi pada Sheryl...
"Iya juga ya ser,dulu kan juga ngak ada yang tau kalau lo yang udah dorong Abigail sampai dia tengelam" ujar Hanna yang kemudian mendapatkan bekapan dari Sheryl
"hustttttt lo itu kalau ngomong jangan keras-keras,gimana nanti kalau ada yang denger hah!"
"Gak bakalan ada yang denger ser,semua orang kan lagi latihan di aula,kecuali kita yang tadi izin balik kesini karena capek" kata Hanna lagi
"Iya juga ya, padahal sebenarnya kita kan ngunciin si culun di gudang hahahaha"
Sementara itu Gilang pun begitu lemas saat mendengar nya,ternyata selama ini dia salah karena telah menuduh Saga yang sudah menyebabkan Abigail tiada,padahal sebenarnya Sheryl lah dalang dibalik itu semua.
(Flashback on)
Saat itu Sheryl bukanlah sahabat dekat dari Abigail namun ia begitu mengagumi Abigail dan ingin dekat dengan nya untuk menjadikan nya teman.
Abigail yang memang baik dan suka berteman pun menerima Sheryl sebagai temannya,meskipun mereka belum bersahabat namun Abigail sering bercerita pada Sheryl mengenai cowok yang dia sukai di sekolah.
"Gue suka sama Saga ser" kata Abigail padanya
Sheryl yang mendengar nama Saga pun menjadi tenang karena bukan nama crush nya yang disebutkan oleh Abigail.
Abigail pun juga terkadang meminta saran pada Sheryl supaya Sheryl mau membantunya untuk dekat dengan Saga.
Sheryl awalnya memberikan saran agar Abigail langsung saja menemui Saga dan mengungkapkan tentang perasaan nya, namun saran nya itu gagal dan membuat Abigail di tolak oleh Saga.
Setelah penolakan itu Sheryl pun memberikan saran untuk yang kedua kalinya pada Abigail untuk mendekati Sagara lagi dengan lebih berani.
Dia juga menyarankan agar Abigail memberikan sebuah surat pada Sagara dan mengajaknya untuk bertemu di danau belakang sekolah.
Sheryl melakukan itu karena ia tau bahwa laki-laki yang selama ini dia cintai ternyata menyukai Abigail dan dia adalah Gilang.
Saat Sheryl tau rencananya untuk mendekat kan Abigail dan Sagara itu gagal dia pun begitu kesal, apalagi saat ia mendengar bahwa Saga menyuruh Abigail untuk memberikan Gilang kesempatan untuk menjadi lebih dekat dengannya.
dengan begitu emosi,Sheryl pun mendekati Abigail saat Saga telah pergi,lalu terjadilah adu mulut di antara mereka, karena Sheryl mengatakan kata-kata yang kasar pada Abigail,dia menyebut Abigail b*doh dan lain-lain.
Abigail pun tak terima karena Sheryl mengatainya seperti itu,dan dia pun kemudian menampar Sheryl dengan sangat keras.
Sampai kemudian entah setan apa yang merasuki Sheryl sehingga dia tega mendorong Abigail ke danau dan meninggalkan nya begitu saja.
Setelah kejadian itu Sheryl pun kemudian masuk ke anggota OSIS dan kebetulan ia terpilih sebagai sekertaris OSIS.
Tujuan awal dia adalah untuk mencari info tentang Gilang pada Saga dan juga Arzo, namun pada akhirnya dia hanya mendapat beberapa info dari Arzo saja.
Karena dia ingin tau info yang lainya dia pun kemudian pura-pura mendekati Saga dan ingin menjadi pacarnya karena dia berfikir bahwa Saga akan lebih terbuka dengan nya kalau dia bisa menjadi pacarnya.
Saga yang memang trauma untuk menolak cewek pun memberikan Sheryl kesempatan untuk menjadi pacarnya,apalagi waktu itu dia mengira bahwa Sheryl adalah gadis yang baik dan juga bisa diandalkan.
Sampai pada suatu hari Gilang mendengar bahwa Saga memiliki seorang pacar,dan dia pun segera mendekati Sheryl untuk merebutnya dari Saga.
Sheryl pun memutuskan Saga secara sepihak karena dia telah mendapatkan tujuannya, bahkan lebih dari yang ia bayangkan,karena dia telah menjadi pacar dari seorang Gilang Tri Angkasa.
Dia pun begitu senang karena telah berhasil dekat dengan laki-laki yang ia sukai,namun kesenangan itu tak berlangsung lama karena saat mereka pacaran Gilang bersikap acuh tak acuh padanya dan bahkan tidak pernah menganggap nya ada, berbeda dengan Saga, meskipun kadang sikapnya dingin seperti es, namun dia memiliki sisi lembut dan begitu perhatian padanya, Sheryl pun begitu menyesal karena sudah salah mencintai seseorang, harusnya dia tidak memutuskan Saga saat itu, hanya karena sebenarnya yang dia cintai adalah Gilang.
Kini setelah Gilang memutuskan nya,Sheryl pun kembali lagi mendekati Saga, namun Saga sudah tidak perduli lagi dengan wanita sepertinya.
(Flasback off.)
Saat Gilang ingin kembali untuk mencari Xyra,tak sengaja sepatunya menginjak tali sepatunya yang terlepas dan membuatnya jatuh.
Gubrakk..
Suara itu pun membuat Sheryl dan Hanna reflek menenggok ke arah pintu kelas yang tadi memang sengaja mereka tutup.
"Apa itu ser?" tanya Hanna pada Sheryl
"Gue ngak tau, lo buruan cek deh gue takut ada orang yang dengar obrolan kita tadi" Ujar Sheryl ketakutan.
Hanna pun segera keluar untuk mengecek suara itu, dan saat pintunya dibuka..
Cklek
tidak ada orang sama sekali disana, karena Gilang sudah berhasil sembunyi di balik tembok kelas lain.
"Gimana han?" tanya Sheryl saat melihat Hanna telah kembali
"Ga ada apa-apa ser, mungkin angin kali jatuhin sapu" Kata Hanna sambil memegang sapu di tangannya, ia mengambil sapu itu di depan pintu sebelum ia kembali menemui Sheryl
"Lo yakin itu suara sapu, tapi kok bunyinya keras banget kayak orang jatoh?"
"Gak tau juga ser,tapi nih buktinya gue cuma nemu ini di depan" kata Hanna lagi sambil menunjukkan sapu yang tadi ia pegang.
"Ya sudahlah kalau gitu,moga aja itu bukan orang atau tamatlah riwayat kita kalau ada yang dengar soal tadi"
"Iya ser gue tau, meskipun gue ngak terlibat tapi gue lihat semuanya,jadi kalau lo nanti ketahuan otomatis gue juga bakal kena ser"
"Nah tu lo paham han"
Mereka pun akhirnya tidak membahas soal itu lagi.
Di sisi lain kini Gilang sudah sampai di gudang tua yang terletak di pojok sekolah dengan posisi gudang yang terkunci rapat oleh gembok besar.
"Oh sh*t, kenapa gemboknya gede banget" ujar Gilang sambil memperhatikan gembok besar dihadapan nya.
Gilang pun memikirkan cara agar dia bisa masuk, setelah beberapa saat ia pun akhirnya memutuskan untuk merusak gembok itu dengan menggunakan beberapa kayu dan besi tua yang berada di samping gudang.
Setelah usaha yang cukup lama akhirnya Gilang pun bisa merusak gembok itu,setelah berhasil ia pun segera masuk kedalam dan mencari keberadaan Xyra.
"Ra,Xyra lo di dalem?" tanya Gilang sambil memperhatikan beberapa sudut yang berada di gudang.
"hiks hiks tolong... "
Suara tangisan pun tiba-tiba saja terdengar,lalu Gilang pun kemudian membongkar beberapa tumpukan kardus yang berada di situ,dan alangkah terkejutnya Gilang saat tau ternyata Xyra sedang bersembunyi di antara tumpukan kardus itu.
"Ra,lo gapapa?" tanya Gilang untuk memastikan
Xyra yang melihat Gilang pun segera memeluknya.
"Kak Gilang...,aku takut kak, tadi ada tikus banyak disini,aku takut banget sama tikus hiks hiks.. "
Gilang yang mendengar nya pun kemudian mencoba menenangkan Xyra.
"Udah gapapa ada gue disini,lo udah aman sekarang"
"Kak,tolong bawa aku pergi dari sini aku takut kak.. "
"Baiklah,ayo kita ke UKS dulu,kita obati lukamu" ujar Gilang yang melihat bekas luka memar di tangan dan juga kaki Xyra,
mungkin itu karena Xyra sempat terjatuh karena ingin menghindari tikus yang tadi menganggu nya.
Setelah Xyra mengangguk,Gilang pun segera menggendong nya dan langsung membawanya ke ruang UKS.
Belum juga sampai di ruang UKS tiba-tiba saja dia berpapasan dengan Saga,yang sejak tadi juga mencari keberadaan Xyra.
"Lho Xyra, kamu kenapa?" tanya Saga pada Xyra yang masih berada di dalam gendongan Gilang.
"Lo minggir dulu, nanti gue jelasin!" kata Gilang yang malah menyuruh Saga agar segera menyingkir dari hadapan nya.
Tatapan Saga pun beralih menatap Gilang dengan tajam.
"Lo apain dia,b*ngsat?!"
"Gue bilang nanti gue jelasin,yang jelas gue harus bawa dia ke UKS dulu!"
Saga yang mendengar itu pun semakin tidak sabar dan langsung merebut Xyra dari gendongan Gilang.
"Biar gue aja!"
Gilang yang tidak ingin berdebat dengan Saga pun pada akhirnya mengalah dan membiarkan Saga untuk membawa Xyra ke UKS.
"Pastiin lo obati lukanya" ujar Gilang memberitahu Saga
Saga pun tak menggubris ucapan Gilang barusan, karena dia merasa bahwa dia lebih tau tentang apa yang harus dia lakukan nanti.
Setelah Xyra berada di dalam gendongan Saga, Saga pun segera membawanya ke UKS, namun sebelum dia pergi, ia sempat mengatakan sesuatu pada Gilang.
"Lo harus jelasin ke gue setelah ini!"
Ketika Saga sudah benar-benar pergi bersama dengan Xyra ke UKS, tiba-tiba saja semua memori tentang kebersamaan nya dengan Xyra,mulai berputar di fikiran nya...
"Awalnya memang gue cuma pura-pura ingin dekat dengannya, tapi sialnya gue malah jatuh cinta padanya dan gue bingung harus bagaimana mengakhirinya karena hati gue udah jadi milik dia sekarang." batin Gilang dilema.
Sementara itu di UKS, Saga pun terlihat sibuk mengobati luka Xyra,
dari tatapannya Saga terlihat serius saat mengobati,namun terlihat juga rasa kekhawatiran di wajahnya.
"Kak" panggil Xyra saat mereka sejak tadi hanya diam,tak saling berbicara.
"Kenapa, apa sakit?"tanya Saga dengan wajah datarnya
"Kakak marah ya sama aku?"
"Buat apa gue marah"
"Tapi kenapa kakak dari tadi hanya diam dan menjawab pertanyaan ku dengan wajah datar kakak?"
"Diamlah,sebentar lagi selesai" kata Saga yang tidak ingin menjawab pertanyaan dari Xyra.
Xyra yang mendengar itupun segera menarik tangannya yang sedang diobati oleh Saga.
"Biar aku saja yang melakukannya,kakak pergilah" Usir nya pada Saga
Saga pun kemudian menghembuskan nafasnya dengan kasar dan menarik lagi tangan Xyra untuk segera ia obati.
"Bukankah sudah aku bilang, jangan terlalu dekat dengan Gilang" ujar Saga yang kini sudah mulai terlihat melunak, karena sebenarnya ia tadi masih emosi saat melihat Xyra bersama dengan Gilang.
"Tapi dia sudah nyelametin aku kak" kata Xyra membela Gilang.
"Nyelametin gimana,sudah jelas kamu terluka karena dia kan?"
"Lihatlah keadaan mu sekarang!"
entah kenapa Saga pun mulai emosi lagi saat mendengar Xyra yang tengah membela Gilang dihadapannya,entah karena cemburu atau apa yang jelas Saga begitu kesal saat ini.
Xyra yang melihat kecemburuan di wajah Saga pun segera menjelaskan tentang alasannya bersama dengan Gilang,bukanya mau membela Gilang tapi memang itu kenyataan bahwa Gilang sudah menyelamatkan nya dari gudang.
"Apa,jadi bukan Gilang yang sudah buat kamu kaya gini?" tanya Saga memastikan
Xyra pun kemudian mengangguk untuk menjawabnya.
"Lalu siapa yang melakukan ini padamu?"
"Itu kak Sheryl sama kak Hanna kak,yang sudah kunci aku di gudang"
Saat mendengar nya Saga pun terlihat emosi, ia pun kemudian ingin menemui Sheryl untuk memberinya pelajaran namun dihalangi oleh Xyra.
"Mereka sudah keterlaluan, ini gak bisa dibiarin,aku harus kasih mereka pelajaran!"
"Tapi kak, kita ngak ada bukti, kalau kakak marah ke dia sekarang, aku takut mereka tidak akan mengakuinya"
Saat mereka tengah berdebat Gilang pun masuk dan mengatakan sesuatu pada Saga.
"Yang dibilang Xyra bener ga,lo itu gak punya bukti buat nuduh Sheryl sekarang"
"Lo?,lo ngapain disini?" tanya Saga saat melihat kedatangan Gilang di UKS.
"Gue lagi gak pengen berantem sama lo ga, tapi kedatangan gue cuma mau bantu lo supaya bisa kasih pelajaran ke orang yang sudah nyakitin Xyra"
"Enggak,gue ngak butuh bantuan lo" tolak Saga mentah mentah.
"Lo yakin ngak mau kerja sama,sama gue ga,soalnya ini ada hubungannya dengan kematian Abigail loh ga" ujar Gilang yang langsung membuat Saga terlihat penasaran.
"Maksud lo??"
Gilang pun akhirnya menjelaskan semuanya pada Saga termasuk dalang dibalik kematian Abigail saat itu, tak lupa dia juga meminta maaf padanya karena selama ini dia salah karena sudah menuduh Saga yang tidak-tidak.
Saga yang mendengar itupun terlihat tidak percaya bahwa Sheryl yang sudah melakukan itu pada Abigail, namun karena penjelasan dari Gilang masuk akal,Saga pun akhirnya mau memaafkan Gilang dan memutuskan untuk bekerja sama dengan nya.
***
Esok hari tibalah waktu pensi sekolah,Sheryl pun terlihat bahagia karena ia tidak melihat Xyra datang ke sekolah,lalu ia pun kemudian segera memperbaiki dandanan nya,karena dia begitu yakin bahwa para guru akan menunjuk nya untuk mengantikan posisi dari Xyra sebagai Cinderella.
Kini tibalah drama Cinderella dimulai,awalnya Sheryl terlihat percaya diri dan hendak naik ke atas panggung, namun tiba-tiba saja seseorang pun sudah terlebih dulu naik ke sana dan orang itu adalah Xyra dengan dandanan nya yang begitu cantik bak putri dogeng asli.
Semua mata yang melihat itupun begitu takjub dan kagum padanya,namun berbeda dengan Sheryl yang terlihat begitu marah dan juga kesal saat melihat Xyra.
"Bagaimana dia bisa kesini sih, harusnya dia kan gak masuk sekarang,bukanya aku dan Hanna kemarin kunciin dia di gudang yaa, atau jangan-jangan ada orang yang nyelamatin dia?" batin Sheryl dengan geram.
"Hanna kemana coba kok malah dia yang gak muncul, apa dia yang bebasin si cupu yaa, tapi kayaknya gak mungkin deh..bukannya kita udah sepakat mau bebasin dia selesai pensi"
Sheryl pun sibuk berdebat dengan fikirannya sendiri, dia tidak menyangka bahwa di detik-detik terakhir,rencananya akan gagal begitu saja.
Setelah penampilan Cinderella telah usai kini guru pun akan mengundang beberapa murid berprestasi di sekolah tersebut untuk naik ke panggung, namun tiba-tiba saja Gilang pun datang dan meminta izin pada guru untuk menunjukkan sesuatu pada semua orang.
Karena Gilang memaksa,pada akhirnya guru itupun mau memberinya kesempatan,tapi sebenarnya guru itu juga was was karena ia takut Gilang akan berbuat yang tidak-tidak di acara tersebut.
Setelah diizinkan Gilang pun meminta semua orang untuk fokus pada layar lebar yang berada di hadapan mereka.
Saat itu terlihat sebuah video tengah diputar, di video itu memperlihatkan wajah Hanna yang terlihat cemas dan ketakutan.
"Hanna" batin Sheryl saat melihat Hanna berada di dalam video tsb.
"Saya Hanna Anastasia,saya disini ingin mengatakan kebenaran bahwa sebenarnya yang mendorong Abigail ke danau 2 tahun yang lalu adalah Sheryl Avissa Nathania"
Semua orang yang mendengar itupun langsung beralih menatap ke arah Sheryl yang tengah berkeringat dingin.
"Bohong,itu semua bohong!" ujar Sheryl membantah tuduhan dari Hanna
"Kenapa lo kelihatan pucet gitu ser,kalau ngak bohong?"
"Iya ser,bukanya Hanna itu sahabat lo ya,ngak mungkin juga dia nuduh lo kalau lo bukan pelakunya"
"Iya tuh,apa jangan-jangan itu bener lagi?"
Murid-murid yang lain pun mulai menyudutkan Sheryl hingga membuat Sheryl muak dan membantah lagi tuduhan itu dengan memutarbalikkan fakta yang sebenarnya.
"Hahaha kalian itu bodoh atau gimana sih,lo semua ngak lihat apa wajah Hanna seperti itu,dia ketakutan,mungkin saja Gilang sudah mengancam nya dan menyuruhnya untuk berbohong,ah Hanna ku yang malang hiks"
"Sheryl,,lo jangan memutarbalikkan fakta ya, itu teman lo sendiri yang udah jujur waktu gue interogasi dia,lagian gue juga udah dengar semuanya kok waktu lo bicara sama dia dikelas" kata Gilang membantah tuduhan Sheryl yang telah menyudutkan nya.
"Jadi yang jatuh kemarin itu Gilang,gawat nih gue harus gimana sekarang" batin Sheryl ketakutan.
"Kenapa lo diem,apa lo takut?" tanya Gilang mulai memprovokasi Sheryl
"Siapa bilang gue takut,toh bukan gue pelakunya,emang lo ada bukti selain itu?" tantang Sheryl kemudian.
dia masih saja kekeh tidak mau mengakui perbuatannya yang salah.
Xyra pun segera maju untuk membantu Gilang.
"Kak Sheryl aku minta kakak lebih baik jujur, kakak juga kan udah kunciin aku di gudang kemarin"
"Heh culun,lo kalau gak suka sama gue tuh bilang jangan nuduh sembarangan!"
"Tapi aku ngak nuduh kakak,itu semua kenyataannya"
Sheryl pun begitu geram dan ingin menjambak rambut Xyra,namun dengan cepat dihalangi oleh Gilang.
"Lepasin dia,dasar cewek g*la!"
Saat Sheryl ingin melakukan nya lagi,Saga dan Arzo pun datang dengan membawa Hanna bersama dengan mereka.
"Sheryl gue mohon hentikan semuanya,lo harus akui kalau lo itu pembunuhnya Abigail"kata Hanna yang menatap iba ke arah Sheryl.
"Diem lo dasar penghianat!"
Entah apa yang berada di fikiran Sheryl tiba-tiba saja dia pun berlari ke arah Hanna dan menusuk mata Hanna dengan mengunakan pensil yang tadi berada didalam sakunya.
Jlebbb.
"Arkhhhhh" Hanna pun mengerang kesakitan saat merasakan sakit yang begitu perih di matanya.
Para guru dan orang tua murid yang melihat itupun begitu panik dan langsung mengamankan Sheryl untuk di interogasi, mereka juga segera membawa Hanna ke RS terdekat.
Waktu pun berlalu,kini Sheryl sudah diamankan oleh pihak yang berwajib karena dia terbukti bersalah karena ia telah menghabisi nyawa orang lain dan juga telah berusaha mencelakai seseorang di sekolahnya.
Sementara itu Hanna masih mendapatkan perawatan di RS karena mata kanan nya yang terluka akibat tusukan dari Sheryl.
Dokter juga mengatakan kalau Hanna ingin sembuh di harus segera mengoperasi matanya dan itu perlu donor yang cocok dan juga uang yang lumayan banyak.
Gilang dan Saga pun memutuskan untuk membantu Hanna karena bagaimanapun juga Hanna sudah mau jujur dan mengatakan kebenarannya pada semua orang.
Kini mata Hanna sudah kembali pulih karena bantuan dari Gilang dan juga Saga yang telah menemukan pendonor yang cocok untuknya dan mereka juga yang telah membiayai operasi Hanna hingga Hanna sembuh.
Sementara itu di tempat lain seseorang sedang diikat di bangsal kamarnya.
Setelah ia bangun dia hanya bisa melihat dari mata kirinya saja,sedangkan mata kanannya terasa sakit dan gelap.
"Aaaaa mataku....!!"
Orang itupun berteriak hingga membuat para suster berlari dan menyuntikkan obat bius padanya.
"Tenanglah nona Sheryl" kata suster itu setelah berhasil menyuntikkan obat pada Sheryl.
"Ayo kita pergi, tugas kita sudah selesai disini, karena nanti sipir penjara akan datang membawa gadis ini lagi" ujar suster yang lainnya.
Dan benar saja beberapa menit kemudian beberapa polisi pun datang untuk menjemput Sheryl lalu memasukkan nya lagi ke dalam penjara.
***
Beberapa hari kemudian Xyra pun mengunjungi Hanna di RS bersama dengan Saga.
Hanna yang melihat kedatangan Xyra pun segera meminta maaf padanya karena perbuatan nya selama ini telah membully Xyra.
"Ra gua minta maaf ya,karena selama ini gue udah sering ngebully lo sama ser..."
Hanna pun memotong kalimat nya sendiri karena dia sudah tidak ingin menyebutkan nama Sheryl lagi.
"Iya gapapa kok kak Hanna,aku juga sudah maafin kakak"
"Lo beneran mau maafin gue ra?"
"Iya kak,ngapain juga dendam sama orang, kak Hanna sudah mau berubah,itu aja udah cukup kok"
"Iya ra, gue udah sadar ternyata perbuatan gue selama ini salah, kalau aja Gilang ngak nyadarin gue pasti gue masih jahat kayak kemaren ra"
"Emmm kalau boleh tau emang apa yang kak Gilang bilang ke kakak?" tanya Xyra penasaran karena waktu Saga dan Gilang membuat rencana dia belom diberitahu oleh mereka.
Hanna pun melirik ke arah Saga sekilas, Saga yang melihat itupun segera memberi kode pada Hanna untuk memberitahu pada Xyra, agar Xyra tidak merasa penasaran lagi.
Setelah Hanna memberitahu nya, Xyra pun akhirnya mengerti alasan kenapa Hanna mau berubah dan membantunya.
Alasan Hanna yang sebenarnya adalah karena selama ini ayah Gilang adalah majikan dari ibu Hanna, sebab itu Hanna begitu takut saat bertemu dengan Gilang, apalagi waktu Gilang mengancamnya akan memecat ibu dari Hanna,Hanna pun pada akhirnya menurut pada Gilang dan membantunya,meskipun awalnya memang ia terpaksa melakukannya.
Tapi diluar dugaan saat Hanna sudah mengatakan yang sebenarnya pada semua orang, Hanna malah mendapatkan serangan dari Sheryl, hal itulah yang semakin membuat Hanna sadar bahwa Sheryl adalah wanita ps*k*pat yang tidak layak untuk dia temani lagi.
"Sekali lagi gue bener-bener minta maaf ra" ujar Hanna lagi.
"Iya kak Hanna, kan tadi aku udah maafin kakak"
"Iya ra,intinya gue minta maaf banget dan makasih karena lo udah maafin gue"
"Kalau gitu sama-sama kak"
Sedangkan itu di luar ruangan ada seseorang yang hendak masuk,namun ia urungkan dan memilih untuk tetap berdiri di depan pintu ruang perawatan.
Saat dia tengah terdiam disana,ada seorang wanita paru baya yang datang,lalu menyapa nya.
"Lho aden ada disini?"
"Eh bibi,iya tadinya mau jenguk Hanna tapi kayaknya gak jadi deh" ujar orang itu yang ternyata adalah Gilang
"Lho kenapa,ayo masuk bareng bibi"
"Eh engga bi,soalnya ayah barusan telfon,nyuruh pulang" ujar Gilang yang terpaksa berbohong karena alasan sebenarnya ia menolak masuk adalah untuk menghindari Xyra, karena dia takut akan semakin jatuh cinta padanya.
"Bener aden gak mau masuk?" tanya wanita itu sekali lagi
"Engga bi,bibi aja yang masuk,oh iya bi jangan bilang sama orang-orang yang ada di dalem ya kalau Gilang habis dari sini" pesan Gilang pada wanita tadi yang merupakan ibu dari Hanna.
"Lho kenapa den?"
"Pokoknya bibi pura-pura ngak tau aja saya disini,oh iya ini ada sedikit rezeki buat bibi biar bisa bantu pengobatan Hanna" ujar Gilang sambil memberikan segepok uang pada ibunya Hanna
"Tapi den ini banyak banget lho"
"Gapapa bibi simpan saja,oh iya inget bi jangan kasih tau siapapun kalau aku tadi kesini"
"Iya sudah den kalau gitu,tapi terimakasih ya buat uang nya"
"Iya bi sama-sama"
Setelah mengatakan itu Gilang pun segera pergi meninggalkan RS dengan terburu-buru.
"Ini mungkin terakhir kalinya gue bisa lihat lo ra,walaupun gue ngak bisa dapetin hati lo tapi gue udah seneng bisa lihat lo bahagia sama Saga,oh ya ra,setelah ini jangan cariin gue ya karena tugas gue udah selesai buat jagain elo" batin Gilang setelah ia benar-benar pergi dari RS.
***
1 tahun kemudian....
Kini hubungan Saga dan Xyra semakin dekat namun mereka belum mengatakan pada orang tua mereka bahwa mereka sebenarnya selama ini sudah saling mencintai,bukan sebagai saudara angkat namun sebagai pasangan kekasih.
Saat itu Saga memberanikan diri untuk berbicara dengan papa dan juga mamanya mengenai hubungan nya dengan Xyra, namun diluar dugaan nya Papa dan mamanya malah senang dan mendukung hubungan mereka.
Saga pun tidak mengerti kenapa mama dan papanya tidak marah akan hal itu, padahal tadinya Saga fikir mama dan papanya itu akan marah besar karena dia sudah mencintai Xyra yang merupakan saudara angkatnya.
Setelah bertanya lagi ternyata alasan papa dan mamanya setuju adalah karena memang awalnya itu semua adalah rencana mereka untuk menjodohkan Saga dan juga Xyra.
Jadi sebenarnya orang tua Saga dan Xyra yang pada awalnya merencanakan untuk menjodohkan mereka,namun melihat sikap Saga yang dingin dan cuek, mereka takut Saga akan menolak mentah-mentah perjodohan itu,lalu kemudian atas ide dari Xyra mereka pun memulai rencana mereka.
Pada awalnya Xyra memang sudah terlebih dahulu mencintai Saga dan dia mengatakan pada orang tua Saga mengenai cara agar dia bisa lebih dekat dengan Saga yaitu dengan menjadi adik angkat dari Saga.
"Jadi selama ini,Xyra sebenarnya bukan adik angkat aku pa,ma?"
"Bukan nak,sebenarnya dia adalah anak dari temannya Papa"
"Tapi kenapa kalian bohongin aku kalau dia adik aku ma?"
"Kak Saga itu bukan salah mereka karena itu semua adalah rencana ku untuk dekat sama kakak" ujar Xyra padanya
"Tapi kenapa kamu buat rencana seperti itu Xyra,apakah semua yang terjadi di sekolah juga kebohongan?"
"Kebohongan apa maksud kakak,kalau disekolah itu sudah diluar dari rencana ku kak,tapi kalau jadi adik kakak itu memang rencanaku"
"Tapi kenapa kamu ngak jujur dari awal Xyra, kenapa baru kasih tau aku sekarang?"
"Sebenarnya mau ngasih tau kakak, tapi nungguin waktu yang tepat supaya kakak berani buat bilang sendiri ke papa soal hubungan kita"
"Jadi gitu ya,tapi kenapa kamu bisa yakin kalau rencana ini akan berhasil?"
"Yakin ngak yakin sih kak, waktu itu emang sempet mau nyerah tapi papa dan mama bilang untuk lanjutin rencana aja jadi ya udah deh di lanjutin"
"Tapi kalau rencana mu gagal gimana?"
"Kalau gagal ya sudah,berarti kakak bukan jodoh aku,dan satu lagi,kalau kakak ngak mau sama aku kan aku bisa deket sama kak Gilang"
"Oooo jadi gitu,kamu suka sama Gilang?"
"Iya siapa yang ngak suka coba sama dia, udah baik ganteng lagi"
"Jadi lebih ganteng siapa aku atau dia?" tanya Saga sedikit kesal karena Xyra menyebutkan tentang pria lain di hadapan nya
Sedangkan Papa dan Mamanya Saga,yang melihat Saga ngambek pun hanya menertawakan nya karena ini pertama kalinya mereka melihat putra mereka seperti itu.
"Haha sayang,kamu jawab aja kasian tu anak mama jadi ngambek" goda Mamanya Saga
"Iya nak,kalau ngambek sudah di bujuk nya" tambah Papanya Saga.
"Hehe iya ma,pa,ini juga mau di jawab kok"
"Jadi apa jawabannya?" tanya Saga lagi pada Xyra
"Jawabannya itu ya gak usah di tanya lagi, kakak itu lebih ganteng kok dari kak Gilang"
"Oh iya?"
"Iya kak,lagian buat apa aku berjuang sejauh ini buat dapetin hati kakak,kalau aku sukanya sama kak Gilang"
"Beneran kamu sukanya cuma sama aku?"
"Iya kak Saga,dari awal kan memang yang aku sukai itu kakak,bukan kak Gilang, kalau ke kak Gilang itu aku cuma kagum karena dia baik sama aku dan sering nolongin aku"
"Ooo gitu yaa.., kalau gitu maafin aku ya karena gak pernah bantuin kamu waktu di sekolah dulu"ucap Saga menyesal
"Iya kak it's okay, aku ngerti kok"
"Tapi aku binggung deh kak,setelah kejadian sekolah kok kayaknya kak Gilang gak pernah muncul lagi ya,terus kemarin juga waktu acara perpisahan kan semua alumni di undang kok dia juga ngak muncul ya,aneh ga si?" tanya Xyra yang penasaran dengan keberadaan Gilang saat ini,bukan karena apa-apa tapi sebenarnya dia cuma mau bilang terimakasih sama Gilang karena selama ini dia sudah sering membantunya.
"Sebenarnya Gilang udah pindah ke luar negeri ra"
"Hah keluar negri?"tanya Xyra yang terlihat terkejut karena ia baru mengetahuinya dari Saga bahwa Gilang sudah pergi ke luar negri.
"Iya ra,dia kuliah di London"
"Sejak kapan kak,tapi kenapa kakak bisa tau?"
"Dia pergi waktu kita di RS buat jenguk Hanna ra"
"Lho kok aku ngak tau kak"
"Iya sebenarnya waktu Ibunya Hanna masuk kan aku mau pergi ke parkiran buat ambil parcel kita yang ketinggalan di mobil, terus aku ngak sengaja lihat mobil Gilang di parkiran,nah aku deketin tu mobil terus aku ketuk pintunya, eh ternyata bener dia"
"Terus kak?"
"Aku tawarin dia buat masuk bareng-bareng jenguk Hanna tapi dia ngak mau katanya, terus dia minta maaf lagi ke aku buat semua kesalahan dia ke aku,setelah itu dia pesan ke aku buat jagain kamu"
"Terus kakak jawab apa?"
"Ya aku pasti jagain kamu ra,tapi aku sendiri juga bingung kenapa dia bilang gitu,nah pas aku tanya dia kenapa,eh dia malah bilang kalau dia itu mau pergi ke luar negri"
"Tapi kenapa dia ngak pamit ke aku juga kak?"
"Dan kenapa kakak juga baru kasih tau aku sekarang?"
"Iya karena itu permintaan Gilang ra, dia ngak mau lihat kamu sedih katanya"
"Apa aku udah jahat ya kak sama kak Gilang sampai dia ngak mau ketemu aku?"
"Husttt jangan ngomong gitu,Gilang mungkin punya alasan tersendiri kenapa dia ngak mau kasih tau kamu"ujar Saga menenangkan Xyra.
"Padahal aku belum bilang makasih ke dia kak"
"Iya ra, aku tau perasaan kamu gimana,tapi mau gimana lagi, dia keluar negri juga buat kuliah kan,kita berdo'a saja supaya bisa ketemu dia lagi dan kamu juga bisa bilang makasih langsung ke dia" ujar Saga lagi
"Iya kak, apa yang kakak bilang itu benar,semoga saja kita bisa ketemu lagi sama dia"
"Iya sudah kalau gitu jangan sedih dong,kamu itu harus selalu senyum okay"
Xyra pun kemudian tersenyum saat Saga memintanya,senyuman itu begitu manis hingga membuatnya lupa kalau masih ada Papa dan mamanya yang masih memperhatikan mereka.
Papa dan mama nya pun ikut tersenyum saat melihat tingkah putranya yang tengah salting karena senyuman dari Xyra.
Selesai.