True Story Tahun 2013
Cerita ini merupakan kejadian true story dengan nama pemeran dan waktu yang disamarkan. Kejadian berdasarkan pengalaman seorang anak kampus almamaterku yang bertemu dengan penampakan asli untuk pertama kali dalam hidupnya. Kisahnya pun tenar sekampus kala itu.
....
Kampus UNPAD yang terletak di Jatinangor ini memang berbeda, kampusnya besar dan lega dengan dilingkupi hutan rimbun yang luas.
Bangunannya pun kala itu banyak yang merupakan bangunan tua, walaupun saat itu juga UNPAD sudah banyak melakukan renovasi di sana - sini.
Suatu malam kira - kira pukul 20.00 sebutlah Intan pergi ke UNPAD Jatinangor dengan membawa sebuah buku di tangannya. Temannya menelpon bahwa ia membutuhkan buku itu untuk bahan skripsinya.
Intan yang anak UIN Bandung ini rela menempuh perjalanan setengah jam dengan sepeda motornya demi mengembalikan buku temannya. Ia tak melakukannya besok pagi karena ia pikir ia sangat sibuk di kampusnya akhir - akhir ini.
Dengan kenekatannya ia memarkir kendaraannya di depan kampus. Suasana saat itu masih cukup ramai dengan aktivitas mahasiswa yang sedang nongkrong malam.
Intan sempat kebingungan mencari tempat janjian ia dan temannya. Ia masuk jauh ke dalam kampus dan akhirnya tiba di sebuah spot yang mereka janjikan. Ia pun menunggu temannya.
Di depan tempatnya berdiri, ada sebuah jembatan yang konon katanya terkenal angker. Jembatan yang dijuluki jembatan Cincin ini cukup banyak menyimpan cerita misteri di dalamnya.
Anak - anak UNPAD tentunya tahu spot angker itu. Sudah banyak cerita seram santer terdengar di kalangan mahasiswanya.
Intan sedikit banyak tahu ceritanya namun karena ia anaknya luar biasa berani, ia tak takut menunggu di situ.
Jembatan itu sendiri jika menurut sejarahnya merupakan sebuah jembatan tua peninggalan zaman penjajahan Belanda sampai Jepang. Jembatan yang berdiri kokoh dan panjang ini sebenarnya terlihat indah dengan pemandangan sawah disekitarnya pada siang hari, juga terlihat antik dengan nuansa kolonial yang begitu terasa.
Lain ceritanya jika di malam hari, sebenarnya jika magrib tiba pun, hampir tak ada orang yang berani lewat situ.
30 menit berlalu ia menunggu, tapi Ferny temannya tak kunjung datang.
Spot tempat Intan berdiri ini hanya diterangi lampu temaram sehingga pandangan ke jembatan di depannya tak begitu terlihat.
Ia berkali - kali melihat ke arah jembatan itu, namun Ferny tak nampak batang hidungnya. Intan ini sampai mau balik arah dan pulang saja saking menunggu dengan kesal.
Pasalnya, hawa saat itu sangat dingin dan suasananya sangat sepi. Tak ada orang lalu lalang yang lewat ke dalam dan keluar jembatan. Padahal ini baru jam 20.00 malam.
Intan sempat melamun dan memainkan ponselnya, mengusir bosan. Heningnya malam yang gelap tak ia hiraukan. Intan si anak pesantren ini berpikir bahwa ia cukup kuat iman jadi jika ada sesuatu yang terjadi di luar nalar, ia tak perlu takut.
Tak berapa lama, dari kejauhan Intan melihat seseorang berjalan dari arah jembatan.
Intan merasa lega karena ada orang yang akhirnya lewat. Intan melihat orang itu berjalan dari kejauhan, kadangkala ia berhenti sesaat namun kembali berjalan.
Intan penasaran mengapa orang itu berdiri mematung seolah sedang mengawasinya. Sosok itu pun berjalan dari tengah jembatan menuju ke ujung jembatan dekat Intan berdiri.
Sosok yang berjalan itu semakin mendekat. Semakin mendekatnya sosok itu, Intan merasa hawa di sekitar tengkuknya semakin dingin.
Intan berpikir orang itu adalah Ferny atau mahasiswa yang sedang lewat saja. Namun ternyata bukan.
Intan melihat sosok itu, namun wajahnya tak terlihat jelas. Tertutupi rambutnya yang acak - acakkan. Ia sendiri juga tak bisa memastikan sosok itu wanita ataukah laki - laki.
Intan selalu berpikir logis. Tak pernah terbersit pun dalam pikirannya jika ia bertemu makhluk halus. Ia menganggap hal itu sangat gaib dan tabu, dan bertemu dengan hal gaib tentunya sesuatu yang luar biasa bagi Intan.
Namun suasana yang dingin itu menggetarkan hati Intan. Mentalnya sedikit terpengaruh seiring hawa yang membuatnya semakin merinding.
Sosok itu kini kian mendekat dan Intan mulai berpikir bahwa sosok itu sengaja mendekatinya.
Tak pelak lagi, barulah Intan berpikir bahwa sosok itu bukanlah manusia. Antara percaya dan tidak percaya Intan menyadari jika hawa yang dikirim sosok itu memberinya sinyal yang baru disadarinya.
Barulah ia disergap rasa takut. Ia beristighfar, "Astagfirullohaladzim."
Bibirnya menyebut istighfar berkali - kali, terdengar pelan namun terus - menerus. Ia berharap sosok itu menghilang dengan segera.
Intan masih melihat sosok itu kian mendekat. Sosok itu seperti siluet hitam saja namun berwujud manusia.
"Astagfirullohaladzim! Astagfirullohaladzim."
Intan masih mengucap istighfar dan menutupi wajahnya dengan buku yang dibawanya. Ia berharap sosok itu segera lewat.
Beberapa saat lamanya Intan tak berani membuka matanya. Ia menelungkupi wajahnya dengan buku sembari di dekapnya buku itu. Ia mengutuk temannya yang tak kunjung datang.
Beberapa saat kemudian sambil terus beristigfar pelan, ia perlahan membuka matanya berharap penantiannya berakhir.
Ia membuka mata, mengintip.
Betapa kagetnya ia.
Sosok itu berdiri persis di depan wajahnya. Wajahnya seperti hendak menabrak wajah Intan. Ia menyeringai.
Intan memandangi sosok yang tak berbentuk itu. Ia tak bisa menggambarkan bagaimana rupanya tapi ia tak pernah lupa.
"Astagfirullohaladzim! Astagfirullohaladzim!" Ujar sosok itu nyeleneh meniru Intan tadi sambil menggoyangkan kepalanya ke kiri dan ke kanan mirip joker yang menyeringai.
Intan kabarnya menjerit dan melarikan diri karena ketakutan.
****
Setelah Kejadian Itu
Faktanya, ternyata Ferny tak pernah menyuruh Intan menunggu di depan jembatan Cincin. Apalagi malam - malam. Intan ternyata salah tempat janjian.
Saat kejadian, Ferny mencari Intan kebingungan. Ia bahkan ngechat BBM kala itu dan mengirim sinyal Ping berkali - kali namun Intan nggak 'ngeh' dan tak membaca pesan Ferny padahal ia menunggunya setengah mati.
Intan syok semalaman dan balik Jatinangor - Bandung ke pesantrennya seperti orang kesurupan. Barulah setelah ia mencoba berdoa dan mengaji ia mulai sadar dan bercerita pada teman - temannya.
****
T A M A T