Sebuah cinta yang ditentang karna perbedaan derajat membawa sebuah kutukan yang mengerikan .
Seorang pangeran berhati dingin bertemu dengan seorang wanita tawanan perang . Wanita yang anggun berparas cantik dibalik cadar putihnya dengan rambut hitam legam meringkuk dengan kepala tertunduk
"Menarik " gumam pangeran Arthur yang melihat wanita itu tak bergeming dengan bentakan prajurit , bahkan sedari datang ia hanya terdiam tanpa memohon kebebasan seperti wanita lainya
"Siapa wanita yang meringkuk itu" tanyanya pada salah seorang penjaga.
"Itu adalah putri Herlina dari negri timur " jelas penjaga itu dengan sedikit membungkukkan badan.
Tanpa disadari si gadis itu telah mencuri hati pangeran dan mencairkan hati beku itu. Pangeran arthur membebaskan Herlina dan membawanya di kediaman nya.
"Terimakasih anda telah membebaskan saya, saya akan membalas kebaikan tuan dengan segenap hati dan nyawa saya " kata Herlina yang masih menunduk. Pangeran yang melihat Herlina menunduk lalu mengangkat dagu kecil nya dengan jari telunjuk . Mata gadis cantik itu terlihat sendu bertatapan dengan mata elang pangeran .cantik batin pangeran itu.
"Oh... jadi kau mau membalas jasaku dengan sepenuh hati? Baiklah layani aku dan jadilah milikku"
"Aku menginginkan mu gadis kecil" katanya sambil menyeringai. Dengan reflek gadis itu mendorong pangeran Arthur.
" kau berani sekali kau "
"Maaf atas kelancangan saya yang mulia , saya bersedia menjadi budak dari pada wanita pemuas hasrat yang mulia.Meski tuan saat ini akan membunuh saya Tp saya tidak akan menyerahkan tubuh saya karna saya menjunjung tinggi moralitas dan kehormatan saya sebagai wanita"
"Kau gadis yang menarik herlina " batin pangeran Arthur.
Pangeran itu benar benar sudah jatuh hati pada gadis itu . Kehadirannya mengisi ruang hampa dalam hidup pangeran itu , kini sudah 1bulan mereka bersama dalam waktu itu pula tanpa terasa sudah tumbuh rasa di hati Herlina namun ia hanya memendamnya saja karna ia sadar bahwa cinta itu tak kan menjadi miliknya karna perbedaan .
Ia melewati hari bersama pangeran Arthur , hingga pangeran memutuskan untuk menikahi si gadis . Raja yang mendengar permintaan pangeran pun menjadi murka karna pangeran berani membebaskan gadis tahanan dan menikahinya . Tentu keputusan itu tak diterima oleh pangeran .
Ia marah dan mengobrak abrik istana . Pada akhirnya gadis itu diasingkan di tempat yang jauh dan pangeran sendiri di hukum untuk tidak keluar dari kediamannya tanpa persetujuan raja.
5 tahun kemudian.....
Saatnya takdir yang bertindak mengambil alih hidup kedua insan itu.Pangeran Arthur yang singgah di sebuah desa kecil setelah memenangkan peperangan melewati sebuah bukit bunga ia duduk di pohon yang rindang ketika ia tertidur ia mendengar melodi yang merdu . Saat ia membuka mata ia melihat gadis cantik bersenandung melodi pilu
" Herlinaaaaaaa......." teriaknya menuju gadis itu
" pa....pangeran " sungguh tak lagi terbendung air mata gadis itu ia menangis dipelukan pangeran Arthur. Beberapa hari kemudian pangeran memutuskan untuk membawa pujaan hatinya kembali ke istana. Raja pun tak berdaya melawan keinginan putranya yang keras kepala itu akhirnya mengizinkan mereka menikah .
Mendengar keputusan raja ibu tiri pangeran pun bertindak, ia menemui putri herlina dan mengancam jika ia masih ingin bersama maka ia harus memilih mempertahankan nyawa pangeran atau rakyat negri timur tentu ia tak bisa memilih hanya ada satu cara pikir putri herlina . Sekejap ia termenung untuk membuat keputusan yang ketiga "maafkan aku pangeran" ucap gadis itu lirih disaat termenung .
Diawal musim semi pangeran dan Herlina nampak sedang menikmati bunga yang bermekaran.
"Lihatlah pangeran bunga ini seperti dirimu kokoh tp indah" mereka saling beciuman dam memeluk tiba tiba Herlina pun lari menjauh ia mengambil belati dari balik bajunya .
" maafkan aku pangeran maafkan aku ...." dan jlepppp herlina menusuk jantungnya sendiri . Pangreran Arthur yang tak percaya apa yang dilakukan gadisnya hanya bisa memeluk tubuh yang sekarat itu.
" apa kau gila kau membunuh dirimu sendiri atas dasar apa kau melakukan bunuh diri ha..." ucap pangeran yang nampak murka .
"Maa....maafkan a...ku ini lah yang terbaik selamannya aku ak...akan mencintaimu" ucap Herlina yang akhirnya mati dipelukan pangeran. Amarah pun menyelimuti hatinya, hati yang hangat telah mati bersama kepergian Herlina . Ia tanpa sadar menjadikan tempat itu beku seperti hatinya saat ini . Merubah musim semi menjadi musim dingin. Ia mengutuk negrinya sendiri dengan kutukan mengerikan . Matahari tertutup kabut salju dan semi pun enggan singgah di negri itu. Ia menguasai dunia menjadi raja yang berhati beku dan kejam.