Aku masih ingat kali pertama bertemu dengan perempuan itu, di kampus. Dia berjalan di koridor dengan berpakaian serba hitam, dengan rambut panjang yg terurai dan senyum yang manis. Kesan pertama melihat nya adalah : cantik
Seperti melihat adegan film Romantis, perempuan itu terlihat di mataku, sebagai mana sebagai seorang laki-laki melihat perempuan yang menarik, aku banyak mencuri pandang untuk melihatnya, semakin lama aku memandang nya semakin cantik di mataku, aku berkenalan dengan nya tapi aku tidak seberani itu untuk berkenalan dengan nya. Dia adalah perempuan lain yang aku lewatkan dalam hidupku tapi takdir mempertemukan aku dengan perempuan itu lagi.
Dua bulan sejak kejadian itu, aku bertemu kembali dengan perempuan itu tapi kali ini di salah satu organisasi kampus yang aku ikutin, ada dorongan kuat untuk menghampiri nya, aku pun melakukan hal yang tidak biasa aku lakukan yaitu ngajak ngobrol orang asing, "Halo" tanyaku pada perempuan itu. "Iya" jawabnya, 'wawan; kataku sambil menyodorkan tangan. 'Putri; katanya. Dia membalas jabatan tanganku, untuk kali pertama perempuan ini mempunyai nama. "Boleh duduk". "boleh".
Aku duduk disebelah mencuri pandang, aku memperhatikan putri. Dia memakai kaos oversize, celana jens, sepatu putih, rambut terurai panjang, cantiknya masih sama seperti pertama kali aku melihat nya. Aku berkata pada putri, 'kebetulan aku pernah melihatmu; 'dimana; 'Di koridor. Aku pernah melihatmu di koridor kampus bersama temanmu sedang asik mengobrol; jawabku. Dia hanya tersenyum manis mendengar jawabku. Di saat ini baru aku mengerti. Dia benar-benar manis. Aku bertanya lagi, /'putri anggota organisasi ini juga?'. Putri menggeleng. Aku bukan anggota organisasi ini. O iya aku menjelaskan organisasi apakah ini. Organisasi bernama mapalam ( mahasiswa pencinta alam) seperti namanya mahasiswa yg daftar organisasi ini adalah pencipta alam walaupun gak semuanya. Kembali ke putri, 'lah ngapain kesini mau daftar juga'. Iya' jawab putri, 'sama dong gw juga' jawabku. Kenapa daftar ke UKM ini?, 'suka aja' jawab putri,karena jawab seperti itu untuk aku seorang pria belum pernah mengobrol dengan cewek jadi aku menjawab 'oo' seketika habis lah pembahasan dalam otakku aku harus tanya apa lagi tapi sampai acara selesai aku tidak bertanya apa-apa.