"Ayumi kita bertemu lagi" rena tersenyum jahat.
"Ke-kenapa kamu bisa masuk! Penjaga penjaga!" Ayumi berteriak.
Ternyata rena selama ini telah menyelinap masuk dan memata matai yumi sahabat yang sudah merebut kekasihnya sampai dibawa menikah. Sekarang yumi sedang mengandung. Rena hilang dari hadapan mereka selama 1th tapi waktu itu tidak akan sia sia rena pasti akan membalaskan dendamnya. Semua para penjaga sudah dihabisi oleh rena sekarang rena kuat bagaikan seorang pembunuh yang hebat.
"Aku harus menelpon kris" dengan tangan yang bergetar yumi menelpon kris namun belum diangkat.
Seketika membuat rena marah. Tangan yang sedang memegang pisau tajam dilemparkan ke arah ponsel yumi dengan tepat sasaran.
Brakk.. ponsel jatuh kelantai dengan pisau yang menempel. Rena berjalan mengambil pisau yang menempel di ponsel yumi. Yumi diam diam mencoba melarikan diri tapi mata rena sangat tajam.
Ia melemparkan pisau yang ujungnya sangat lancip langsung menusuk ke dalam kaki kanan yumi. Tak sempat menghindar yumi pun terjatuh melihat kakinya yang mengeluarkan darah. Rena berjalan menuju yumi.
"Kau tega rena aku sedang mengandung!" Yumi ketakutan.
"Hmph.. suruh siapa kamu merebut kris dariku? Kau akan berurusan denganku!" Rena menyekik leher yumi.
Rena tidak mau yumi mati duluan tanpa harus merasakan sakit yang selama ini rena terima. Dulu yumi lebih kejam dari ini dia memengaruhi kris untuk menyakiti rena dengan fisik maupun mentalnya. Yumi berpura pura polos dihadapan kris supaya kris hanya bisa melihat kalau rena lah orang jahat yang selama ini ingin mengincar hartanya.
Yumi kira dengan cara ini ia bisa bersama dengan kris. Karna rena lemah tidak bisa berbuat apa apa bagi yumi rena adalah orang lumpuh. Tak disangka hinaan dan gertakan menjadi motivasi supaya bisa bangkit membalas yumi.
Rena melepaskan cengkeramannya dari yumi. Mulai melihat barang barang sekitar. Rena pun mencoba mengangkat kursi yang terbuat dari besi dan mulai membenturkan kepala yumi supaya pingsan.
"Ti-tidak! Aku mohon jangan rena.." tangannya menghalangi kepala.
"Rasakan ini!.." rena memukulnya dengan sekuat tenaga sampai yumi benar benar pingsan.
Rena membawa yumi ke rumah sakit yang sudah terbengkalai. Yumi membuka matanya dan terkejut kedua kakinya dirantai. Rantai itu sangat berat kaki yang tertusuk belum cukup pulih untuk bisa melarikan diri.
"Sudah bangun ya yumi.." rena muncul dari sudut yang gelap membawa gunting besar.
"Apa yang akan kamu lakukan kepadaku? Jangan sakiti anakku" yumi melindungi perutnya.
"Tidak ada, aku hanya ingin sedikit memotong rambutmu yang terus dibelai oleh kris!" Rena menjambak yumi.
Gunting yang besar mulai memotong rambut yumi secara asal asalan. Rena sangat bahagia disini dialah yang berkuasa. Yumi meminta ampun pun tak akan didengar oleh rena.
"Yumi aku membawakanmu cermin.. lihatlah dirimu apakah masih pantas menjadi pendamping kris?!" Rena menyodorkan cermin yang sudah pecah.
"Tidak rambutku!!" Yumi menangis sejadi jadinya.
"Itu tidak masalah yumi. Hanya saja kris tidak menginginkan kamu lagi atau pun bayi yang ada dikandungan mu karna kamu jelek" rena tertawa terbahak bahak.
"Rena kau sangat kejam kepadaku.." yumi mengepal tangannya.
"Ini belum apa apa.."
***
"Aku pulang..." kris bingung di rumah tidak ada siapa siapa.
Ternyata rena sudah menyuruh rekannya untuk menghilangkan semua jejak. Kris melihat secarik kertas dan membacanya. Ternyata semua penjaga itu mengundurkan diri dengan alasan yumi sudah memecat mereka. Tapi herannya kris tidak melihat yumi dikamar. Telepon kris berbunyi..
"Kris aku minta kita cerai.. jika ingin bertemu aku sedang berada di tengah kota dekat rumah sakit" pesan dari yumi.
Kris terkejut kenapa tiba tiba yumi minta cerai. Sebenarnya kris cape pulang dari kantor namun semua ini juga perlu penjelasan.
***
Kris turun dari mobil dan berlari mencari yumi tak sengaja ia menabrak seseorang.
"Maaf nona.. rena" kris membantu rena bangun.
"Kris.. untunglah aku menemuimu!" rena seperti tergesa gesa.
Kris kagum melihat rena sangat cantik dibanding 1th yang lalu.
"Ada apa?" kris penasaran.
"Aaku melihat yumi operasi plastik bagian wajah dan dada. Supaya lebih cantik karena besok dia akan menikah sirih dengan orang lain tanpa sepengetahuanmu!" rena menarik lengan kris.
"Apa!itu membuatku marah antar aku menemuinya!" kris mengikuti rena.
***
Benar saja ketika kris membuka pintu disana ada yumi bersama pria lain. Pria itu sedang memegang yumi membawakan dia bunga merah.
"Yumi beraninya kamu! Aku rela bekerja untukmu dan bayi kita demi kehidupan yang layak tapi kamu.. berkhianat!"
Kris ingin menampar yumi tapi sekarang wajahnya dibaluti perban dan terlihat dadanya pun lebih besar dari pada sebelumnya.
"Aku terima kita cerai jangan harap kita bisa bertemu lagi! Dasar wanita jalang!" kris pergi begitu saja.
"Mmmm...mmm.." yumi tidak bisa berbicara.
Rena hanya menyaksikan adegan antara yumi dan kris berakhir mengenaskan yang membuat hatinya senang. Sebenarnya wajah yumi tidak operasi plastik alasan diperban itu wajahnya penuh luka sampai tidak bisa bicara karena sakit. Dan bagian dadanya itu benar di operasi.
"Gimana enak ga?" rena tersenyum.
Yumi hanya bisa mengeluarkan air mata.
"Ini biaya untuk melahirkan dan merawat anakmu. Jika kamu tidak bisa merawatnya karna tidak mampu serahkan saja padaku. Aku akan merawatnya dengan senang hati" rena menyodorkan uang lalu pergi dari hadapan yumi.
Misi balas dendam pun selesai.