Di kota yang besar dan dipadati penduduk yang bernama kota gold. Bukan artinya kota itu memiliki banyak emas namun semua penghuni kota gold rata rata orangnya sukses tak ada satu orang pun yang miskin. Kecuali olina yang hidup melarat dan sebatang kara.
Olina sudah menikah 2th yang lalu dan ditinggalkan oleh suaminya karena kepergok selingkuh. Harusnya olin yang marah namun sebaliknya olin diusir ketika sedang mengandung seorang anak perempuan 8bln.
Jledder..jedder..
Malam hari bersama iringan hujan dan petir. Olina berjalan di tengah kota yang mulai sepi. Perutnya yang mulai membesar namun belum terisi makanan sedikit pun untuk bayi dirahimnya.
Pakaiannya dibasahi oleh hujan demi mencari makanan yang bisa dimakan. Olin melihat sekelompok pria dijalan sedang minum minuman keras. Firasatnya buruk akan terjadi sesuatu yang tak diinginkan. Olin balik arah mencoba menjauhi mereka.
"Hei wanita kenapa terburu buru?" Salah satu dari mereka menghadang olin.
"Sayang sekali dia hamil" ketua genk muncul yang bernama luki.
"Hari ini hariku sedang buruk penuh dengan masalah aku harus melampiaskannya pada seseorang" gumam luki.
Yuki mendorong olin sampai jatuh ke aspal. Olin meronta ronta kesakitan pada perutnya sepertinya akan melahirkan.
"Tolong..perutku sakit.." olin berharap ada orang baik yang akan menolongnya.
"Hahaha..tidak ada yang akan menolongmu!" Yuki menginjak tangan olin.
Krekkkk...
"Arggh.."
Yuki dan temannya heran kenapa wanita ini tidak terus meronta kesakitan. Temannya mengecek pernapasan dan nadi wanita itu. Ternyata dia sudah mati takut ada yang melihat yang akan menjadi saksi mata mereka segera menjauh dari tempat kejadian.
Bayi yang didalam rahim masih hidup. Tapi ibunya yang sudah tidak bernyawa. Bayi itu meminta keajaiban datang untuk ibunya hidup kembali agar takdir bisa diubah. Benar saja bayi tak berdosa itu terkabul doanya.
Olina membuka mata. Melihat seorang pria memakai jas hitam sedang berdiri dihadapannya. Melirik kesana kemari ternyata sudah berada di rumah sakit ia tak menyangka masih hidup dan harus menjalani kehidupan yang pahit.
"Terima kasih pak,sudah membantuku" matanya berkaca kaca.
"Sama sama,panggil aku yougi" tersenyum.
Olin mengangguk kepala.
"Olina maukah kau menjadi istriku?" yougi menggenggam tangan olin.
"Kenapa kau tahu namaku? Kita baru saja saling kenal dan aku mengandung.." olin gugup.
"Tak apa kita baru saling kenal. Bayi yang didalam kandunganmu itu penolongmu. Ketika aku tidur aku melihat bayi yang bisa bicara,ia menceritakan segalanya tentangmu. Dan mengatakan jika aku menikahimu hidupku akan bahagia bersamamu" yougi mengira jodohnya adalah olin.
Olin tak menyangka selama ini ia mengira bahwa didunia ini hanya sendirian dan sendirian. Lupa bahwa bayi yang dirahimnya terus menemani walaupun belum bisa apa apa.
"Jadi aku katakan sekali lagi maukah kau menikahiku dan menjadi pendampingku?" yougi mengambil cincin berlian merah yang hanya bisa dimiliki oleh orang kaya.
Walaupun olin masih belum percaya. Demi kehidupan anaknya yang hidup dengan layak olin menyetujuinya.
"Baiklah aku bersedia.."
Akhirnya yougi memasang cincin berlian itu dijari olin.
Setelah beberapa hari kemudian. Hari pernikahan pun tiba. Perias pengantin wanita terkejut betapa cantiknya olin. Tidak apa walaupun bayinya masih didalam rahim, wanita itu tetap cantik.
Orang tua yougi sudah menunggu. Olina melangkahkan kakinya dibantu oleh yougi untuk berjalan.
"Syukurlah ternyata takdirku bisa diubah,anakku terima kasih.." ucap olin dihatinya sembari mengusap perut.
Hari yang penuh bermakna bagi olin. Ia hidup bahagia bersama pria yang selalu disampingnya dengan bantuan kehangatan dan kepedulian keluarga yougi. Akhirnya 1bln kemudian bayi yang berada dikandungan pun lahir.
Semua keluarga dan yougi terutama olin sang ibu menyambut kedatangan bayi penyelamat hidupnya.
Bayi itu pun tumbuh diantara kehangatan dan kasih sayang ibu dan ayah. Mereka mulai menjalani kehidupan yang sebenarnya.