Tampaknya Baru kali ini ada iklan yang jujur mengatakan kejujuran. Le minerale, air minum berbotol plastik buatan Tirta freshindo jaya yang baru saja keluar tahun 2015 benar-benar terasa "ada manis-manisnya" seperti apa kata iklannya.
Begitulah air bersumber dari pegunungan: alami, kaya mineral, murni, segar, menyehatkan, kebiru-biruan, dan kaya ada manis-manis gimana gitu.
Waktu aku pertama kali melihatnya di supermarket, tak terkira betapa bahagia hati ini. Aku pun segera menggenggamnya lalu membayar di kasir. Maklumlah setelah melihat iklannya berseliweran di TV aku sudah meneguhkan niat untuk mencicipi air minum pegunungan yang kaya ada manis-manisnya ini.
Detik-detik menegangkan dan penuh slow-mo terjadi pada ku ketika membuka tutup botolnya lalu mengangkat botol demi agar mulut botolnya bertemu dengan mulutku. Sungguh amat sangat dramatis lagi eksotis-tis-tis! Saat meneguknya aku terkejut! Rasanya betulan manis-manis gitu. Luar biasa!!!
Aku pun langsung pulang untuk memberi kabar bagi seluruh penghuni rumah. Sembari menari aku bernyanyi riang layaknya iklan:
"Kabar gembira untuk kita semua™, air gunung kini rasanya manis." (Oh, aku tahu itu lagu untuk produk lain tapi yang terngiang-ngiang cuma itu... Lanjut!)
"Dia hadir dan rawat lidah kita, penuh pesona.. le minerale...!"
Karena belum ada orang rumah yang menyambut, aku mengulangi lagu itu dengan nada melengking.
"Kabar gembira untuk kita semua™, air gunung kini rasanya manis, dia hadir dan rawat lidah kita, penuh pesona.. le minerale...!"
Akhirnya ayah, bunda, kakak, adik mendekatiku mencoba menanyakan kewarasanku. Aku bilang aku baik-baik saja. Semua tingkah ini tercipta setelah aku meminum le minerale, air gunung yang rasanya manis. Aku menyodorkan sebotol untuk mereka. Ekspresi penasaran membuncah dari wajah. Mereka pun mencoba secucup dua cucup bergantian. Si "Singo" kucingku tak urung juga ikut mencelup 23 celup lidah.
Dan...
Raut datar mereka membuatku terpana. Si Singo hanya melengos dan pergi untuk mengapeli si "Macan" kucing tetangga.
Mereka bilang Saya... monyet, eh bukan. Maksudku, Mereka bilang rasanya tidak manis! (Dengan tanda seru).
"Ah, masa sih?"sentakku. Aku pun mencoba lagi untuk sekian kali. Kini aku yang terpana. Kok bisa tadi rasanya manis dan sekarang tidak manis? Tiba-tiba situasi mencekam. Rasa air minum botol kok bisa berubah secepat ini? Ada misteri apakah ini gorengan? Aku pun terlibat dalam sebuah investigasi mendalam, tegas, tuntas, lugas, terarah, dan memberi garapan.
...
Setelah seminggu berlalu dalam rangka menyingkap misteri, aku menemukan jawaban yang kemudian berujung pada sebuah kesimpulan berupa metode agar... Iklan sesuai dengan kenyataan atau sebaliknya, kenyataan sesuai dengan iklan.
Berikut ini adalah metodenya:
Emut lah dua buah permen rasa apa saja, atau
Masukkan sesendok makan gula pasir ke mulut, atau
Ambil 2 bongkah gula batu/gula kelapa, masukkan ke dalam mulutmu, atau
Taruh 2 sendok makan sirup (asal bukan sirup obat batuk) dalam mulutmu, atau
Lumuri lidahmu dengan sesendok madu asli,
Kemudian sesegera mungkin tegaklah le minerale sesudah menerapkan satu/semua dari metode di atas, maka dijamin insyaAllah haqkuull yakieenn rasanya kan manis. Soalnya itu yang terjadi padaku sebelum menegak le minerale untuk pertama kali: aku lagi makan permen waktu itu. Itulah sebab airnya berasa manis. Bahkan lebih manis dari bintang iklannya le minerale yang aku nggak mau tahu siapa namanya. Yah, aku sih tidak bisa menyalahkan siapapun, akulah yang salah dan mengalah. Iklan mah tak pernah salah. Dan tak akan pernah salah. Gimana? Maniskan? Kalau belum terasa manis, ya... itu berarti hidupmu saja yang kurang manis.