~memulai awal baru bersama teman lama~
Theresa Oktavia,itu namaku.Aku adalah siswi dari SMA Mars,SMA yang terkenal karena prestasi para siswanya,dan aku adalah salah satu siswa yang berprestasi itu.Tapi sayangnya aku tak pandai dalam hal pertemanan,orang orang tidak memerlukanku sebagai teman melainkan sebagai kunci jawaban.Jadi dari hari pertama aku masuk ke SMA ini hingga aku kelas 3 sekarang aku belum memiliki teman.Hidupku cukup suram untukku yang selalu merasa kesepian.
Hingga hari ini."Anak anak hari ini kelas kita akan kedatangan siswa baru"Ujar bu Indah,wali kelasku yang baru memasuki kelas.Mendengar Ucapan bu Indah aku bertanya tanya pada diriku sendiri."siswa baru?apa gendernya?bagaimana sifatnya?"Batinku yang penasaran.
Setelah itu siswa baru itu kemudian masuk ke dalam kelas,saat dia masuk seluruh kelas kaget dan terpana karena ketampanannya,aku juga keget bukan karena rupanya namun karena wajahnya yang familiar di pikiranku."orang itu seperti F-Fano"Gumam ku yang mengenali anak baru itu.
setelah itu ia mulai memperkenalkan dirinya,"perkenalkan namaku Fiano Aditya,aku siswa pindahan dari SMA kejora,kalian bisa memanggilku Fian" Ucap anak baru itu sambil menunjukan senyum di wajahnya.siswi di kelasku sangat terpesona pada Fano.
"Fian minta nomor hp dong"Ucap salah satu anak perempuan."Fian ignya apa?"Ucap salah satu anak perempuan lagi.
mereka sibuk menggoda Fano yang masih berdiri di depan.Kemudian bu Indah meminta Fano untuk duduk sambil menunjuk bangku kosong di samping bangku ku,Fano pun berjalan menuju bangku itu.
mataku berbinar sambil memperhatikan setiap langkahnya,seperti ada perasaan tersendiri di dalam hatiku.Namun dia sama sekali tak menoleh ke arahku,hingga ia pun duduk dan baru menyadari kehadiranku.
"mohon bantuannya ya" Ucap nya sambil tersenyum ramah ke arahku. Seketika lamunanku berakhir ketika dia berbicara padaku.
"y-ya aku juga"Ucap ku,"namaku theresa Oktavia,salam kenal"Ujarku sambil mengulurkan tangan berharap dia membalas jabat tangan dariku.
setelah mengetahui namaku ekspresinya berubah menjadi kaget,aku agak kesal karena ia tak membalas jabat tangan dariku."theresa,kau theresa anak cengeng itu"Ucap Fano yang sudah mengingatku.
"aku tidak cengeng tau,aku hanya sering menangis saja"Ucapku dengan wajah yang memerah.Aku bahagia ketika dia kembali menyebut namaku,karena sudah lama sekali aku tak mendengar suaranya.
"jadi kau masih suka menangis"Ucap Fano yang kembali mengejekku.kita terlalu asik mengobrol hingga tak sadar bahwa bu Indah memperhatikan kita."Fian, Resa kenalannya nanti lagi sekarang perhatikan papan tulis"Triak bu Indah sambil menatap ku dan Fano.mendengar Ucap an bu Indah seluruh siswa langsung menoleh ke arahku.
"bagaimana Resa bisa dekat dengan anak baru itu,apalagi dia hanya gadis kutu buku mana level sama cowok ganteng kayak gitu"Bisik seseorang yang sepertinya tak suka dengan kedekatan kami.setelah bu Indah berteriak aku dan Fanopun mengahiri obrolan dan memperhatikan papan tulis.Pelajaranpun di lanjutkan,tetapi aku sibuk melamun.
"Apa ini mimpi?,Fiano Aditya tapi aku lebih suka memanggilnya Fano,dia adalah teman lamaku,satu satunya temanku di kehidupan ini.Aku sudah mengenalnya sejak SD dia adalah orang yang baik,orang yang selalu peduli padaku dan selalu ada di sisiku.Dulu kita sangat akrab namun waktu memisahkan kita,singkatnya setelah lulus SD keluarga Fano pindah ke kota lain,tentu saja Fano ikut pindah,sehingga hal itu membuatku kehilangan temanku satu satunya,dan itu adalah awal dari kehidupan suramku di mulai.Aku tidak bertemu dengannya selama 3 tahun ini,dan sekarang entah takdir atau kebetulan, dia kembali didekatku"
Banyak kata kata yang ku Ucap kan dalam batin,hingga tak sadar aku telah melamun sampai bel istirahat berbunyi.
"Res..Resaa" Panggil Fano sambil melambaikan tangannya di depan wajahku.Seketika aku pun tersadar,dan melihat kelas sudah sepi karena orang orang pergi ke kantin.
"jangan suka melamun" Ujar Fano."h-habisnya aku tak percaya bisa ketemu kamu lagi"Ucap ku.Fano kemudian mencubit pipiku dengan tangannya.
"awaw"Triak ku yang kaget karena cubitannya."udah percaya kan sekarang?" Ucap nya sambil masih mencubit pipiku.Mendengar ucapannya seketika wajahku memerah karena tersipu.
"iya udah percaya,sekarang lepasin"Ucapku sambil menyingkirkan tangannya dari wajahku.
Fano kemudian mengajakku ke kantin untuk membeli makan siang namun aku menolaknya karena tidak terbiasa kekantin.Namun Fano adalah anak yang suka memaksa.Mendengar penolakanku Fano pun menarik tanganku untuk pergi ke kantin.
Kita berjalan berdua dilorong ramai menuju kantin dan seluruh orang memandangi kami dengan tatapan sinis seakan memintaku untuk pergi dari hadapan mereka,tetapi Fano tak menyadari itu.
"Fano lepasin tanganku"Ucapku yang merasa tertekan dengan tatapan orang orang itu.
"Tidak mau nanti kau kabur"Ujar Fano yang menolak permintaanku dan tetap menarik ku sambil berjalan.
Setelah membeli makan siang di kantin kami pun kembali ke kelas,Fano menyatukan bangku ku dan bangku miliknya untuk makan bersama.Dan aku menuruti apa katanya.Kita makan bersama dalam 2 meja yang di satukan.
"Ada apa?mengapa kau tidak makan?"Tanya Fano bingung melihatku yang sama sekali belum menyentuh makananku.Aku sibuk melamun dan memandangi Fano yang ada dihadapanku,sambil berpikir"biasanya saat ini anak kelas sebelah sudah mengurungku di toilet karena tidak mau mengerjakan prnya"Batinku sambil masih memandangi Fano yang sedang makan.
Melihatku melamun Fano kemudian langsung memasukan nuget ke dalam mulutku."Ehh"aku kaget dan wajahku memerah."apa apaan ini"Ujarku yang agak kesal."dasar kau ini selalu saja melamun"Ucap Fano sambil menyuapi ku nuget lagi,tapi aku tak sadar dan tetap memakan nuget itu."
"Memangnya kenapa?aku hanya melamun"Ujarku yang tak ingin di salahkan oleh Fano."jika kau terus melamun seperti itu bisa saja kau di tabrak ketika sedang berjalan"Ucap Fano yang menakut-nakutiku."dan kau sedang memikirkan apa,jika ada masalah ayo cerita"Ucap Fano yang merasa penasaran padaku.
Belum sempat aku bicara tetapi bel masuk sudah kembali berbunyi.
Kami pun berhenti makan,dan kembali ketempat awal.
Pelajaran kembali dimulai,aku 1 kelompok bersama Fano dalam mengerjakan tugas.dan dia menoleh ke arahku."Resa nanti pulang bareng ya"Ujar Fano sambil mengerjakan tugas.Mendengar ajakan Fano rasanya senang sekali."beneran nih"Tanyaku yang agak ragu tetapi mau."tentu saja"Jawab Fano sambil tersenyum tipis.Akupun menerima ajakan Fano dengan senang.
Bel pulang berbunyi waktu dimana semua siswa kembali kerumah masing masing meniggalkan sekolah dan beristirahat dengan tenang.
Aku menunggu Fano di depan pintu kelas karena Fano hari ini piket.Saat aku menunggu tiba tiba ada seseorang yang keluar dari kelas dan ku kira itu adalah Fano."Fano akhirnya kau keluar"Ucapku yang sudah senang karena akhirnya bisa pulang,tetapi aku kaget ketika melihat orang yang ada di hadapanku bukan Fano tetapi mantan sahabatku kirana,dia orang terjahat yang pernah ku temui karena dia orang pertama yang memanfaatkanku hingga sekarang walau kita sudah tidak bersahabat tetapi dia masih memintaku untuk mengerjakan pr nya,aku selalu menolaknya dan hasil dari penolakanku itu adalah fitnah yang terus terusan menghantuiku.
Dan sekarang entah apa yang akan dia lakukan."eh Resa ngapain di sini"Ucap kirana dengan nada merendahkan.Belum sempat aku menjawab tapi dia sudah berbicara lagi."nungguin Fano ya,udah deh mending lo pergi aja anak kayak lo mana pantes ada di sisi Fano,udah nyuri gelang nya bu gina masih berani aja berangkat sekolah"Ucapnya dengan nada tinggi merendahkanku.
Ya aku tau hal yang membuatku di segani oleh semua orang ialah rumor yang beredar tentangku,walau itu tak benar tetapi siapa yang mau mempercayaiku aku hanya bisa diam dan menerima semua penghinaan itu,selama hampir 3 tahun aku mengalami hal ini.
"Kenapa?baru sadar kalo lo tu selalu salah"Ucap kirana yang kembali merendahkanku.aku merasa emosi namun aku harus menahannya karena kirana adalah anak kepala sekolah dia bisa seenaknya merubah aturan.
"Ga berani jawab kan,ya mau gimana lagi orang salah ya tetep salah"Triak kirana dalam lorong kelas yang sepi."Kirana maaf aku sibuk jangan ganggu aku dulu"Ucapku yang memberanikan diri untuk berbicara.
"Apa kata lo!jadi gue ganggu gitu!"Ujar kirana yang kesal karena aku berbicara.Kirana hendak menamparku namun entah darimana tangan seseorang tiba tiba datang menghalanginya.
"Ngapain kau!"Ucap seseorang itu sambil menghalangi tangan kirana yang hendak menamparku.Aku kaget kemudian melihat siapa orang itu dan ternyata itu adalah Fano.
"Fian kenapa kamu lindungin dia"Ucap kirana yang mengganti nada bicaranya."Kau punya masalah apa sama Resa?"Ucap Fano yang ingin melindungiku."Mending Fian jangan dekat dekat deh sama resa dia itu cewek gak bener"Ujar kirana yang ingin memprovokasi Fano.
Mendengar hal itu Fano jadi marah tatapannya berubah menjadi tajam.
"Kalo ngak kenal resa gausah sok tau"Ucap Fano sambil menggandeng tanganku.
Fano kemudian menarikku pergi meninggalkan kirana,dari kejauhan kuliat sepertinya kirana meneriakkan sesuatu.kami berdua pulang bersama,di perjalanan aku hanya diam dan itu terasa canggung.
"Jadi itu yang buat kamu nangis?"Tanya Fano yang memulai pembicaraan.Aku agak kaget ketika dia menanyakan hal itu."S-sebenarnya ngga cuma itu"Jawabku yang agak ragu ragu."Ada lagi?"Tanya dia yang kaget mendengar jawabanku.
Aku langsung mengatakan semuanya yang ingin aku katakan.Fano adalah pendengar dan penasihat yang baik tapi aku tak tau apa yang akan dia lakukan kali ini.
"Jadi kamu selama 2 tahun lebih nghadapin semua itu sendirian?"Tanya Fano yang kaget setelah mendengar ceritaku."Kamu ngga di lukain atau di apain kan?"Tanya Fano lagi sambil menghentikan langkah kakinya dan memegang pundakku."aku masih hidup kok"Ucapku sambil tersenyum.
Aku belum pernah merasa seperti ini,merasa di khawatirkan oleh seseorang dan ternyata rasanya sangat senang mendengar seseorang menghawatirkan kita.
"Kau ini dari dulu tak berubah"Ucap Fano sambil mengelus kepalaku."Aku masih sama kok"Ucap ku.Mendengar jawabanku Fano tersenyum."Pokoknya mulai hari ini aku bakal lindungin kamu"Ucap Fano sambil memegang tanganku.mendengar ucapan Fano aku merasa sangat senang."Yakin?"Ucap ku yang ingin mengujinya.
"Tentu saja,pokoknya aku bakal selalu ada buat kamu"Ucap Fano.Tanpa mengatakan apapun aku langsung memeluk Fano dan menangis dipelukannya."Makasih banyak Fano"Ucapku sambil menangis.Fano membalas pelukanku,"aku ada di sini Resa"Gumam Fano sambil memelukku.
Dan dari sini awal dari hidupku yang baru, baru saja dimulai aku akan merubah pandangan semua orang berkat bantuan dari orang yang paling ku sayang,memulai awal baru bersama teman lama.
~End~