Aku Elara putri, merupakan anak tunggal dari keluarga sederhana yang hidup di sebuah desa. Tapi desa ku tak terlalu jauh dari perkotaan.Keluarga ku sangat aneh. Saat aku kelas 4 SD, ibuku pernah kerasukan arwah yang katanya dari leluhur kami. Sungguh itu tidak masuk akal bagiku, tapi saat itu aku menangis keras melihat ibu ku yang kesurupan seperti orang gila.
Saat umur ku memasuki usia 15 tahun, saat itu aku baru saja selesai ujian kelulusan. Dulu aku tak terlalu akrab dengan kakak sepupu ku yang bernama Tia.
Namun, karena aku sering meminta di ajarkan untuk ujian akhir. Kami berdua jadi akrab, saudara sekaligus sahabat.
"Lara, apa kamu ingin tahu sesuatu?" ujar Tia saudara sepupu ku.
"Apa kak?" tanya ku yang penasaran.
"Sebenarnya aku punya sosok teman gaib, dia seorang wanita cantik keturunan Belanda. Dia bilang ingin berkenalan dengan mu, dia bilang kalau kamu gadis yang baik. Hati mu baik, dia senang bertemu dengan mu." ujar kakak sepupu ku.
Sontak hal itu membuat ku merinding, aku antara percaya dan tak percaya. Bagaimana bisa? dan sejak kapan kakak sepupu ku itu punya penglihatan itu? serta sejak kapan dia berteman dengan sosok yang ia katakan.
"Apa benar? aku kira hanya ibuku saja yang punya penglihatan itu. Ternyata kakak juga?" ujar ku merasa terkejut.
"Hehe, iya. Waktu itu aku bangun jam 1 malam dini hari. Aku dan teman kelas ku iseng membuat tantangan mengikuti langkah membuka mata batin melalui Video internet.Sayangnya teman ku tak berhasil, aku yang berhasil. Aku bertemu dengan sosok teman ku itu di SMA ku.Katanya dia sudah lama ikut aku, dia bilang sebenarnya aku bisa merasakan kehadiran dirinya. Namun waktu itu aku masih belum bisa melihatnya." jelas kakak sepupu ku.
Sungguh aku merasa takut, tapi aku memang ajungkan jempol kepada kakak ku itu. Bagaimana bisa dia begitu tenang dan berani.
"Apa kamu tidak takut kak?" tanya ku yang sudah merinding.
"Haha ... Kenaap harus takut? derajat manusia lebih tinggi dari mereka, selagi mereka bersikap baik maka kita akan begitu juga. Tapi, kalau dia sebaliknya. Maka kita harus lawan!" ujar kakak sepupu ku itu dengan berani.
Aku hanya bisa terdiam sambil kepikiran sepanjang malam, memikirkan itu membuat ku tak bisa tertidur. Hubungan ku dan kakak sepupu ku semakin akrab, kami sering main ke sawah bersama dan tertawa bersama. Karena saat itu libur sekolah yang cukup panjang. Suatu hari, kakak sepupu ku bermain dengan ku di rumah. Kebetulan ayah dan ibuku sedang pergi ke sawah. Sehingga hanya ada aku sendiri.
"Lara, kamu mau gak bicara sama teman ku? aku bisa loh membagi tubuh ku." ujar kakak sepupu ku.
"Hah? membagi tubuh? maksud nya bagaimana kak?" tanya ku yang merasa bingung.
"Maksud ku, aku bisa melakukan teknik membiarkan separuh tubuh ku di rasuki teman ku itu. Tapi, aku masih tetap di tubuh ku." jelas kakak ku.
"Aku takut kak, bagaimana jika kamu tak kembali?" ucap ku merasa khawatir.
"Haha ... , tenang saja. Aku ini sudah belajar cara membuka dan menutup mata batin ku, dan aku juga bisa melakukan teknik itu. Kamu kan tahu sendiri keluarga kita seperti apa?" tutur kakak sepupu ku dengan tenang.
Aku tak membantah, memang yang di katakan kakak sepupu ku itu benar. Ibu pernah bercerita kalau keluarga dari pihaknya dulu punya kakek buyut yang merupakan seorang pelatih silat. Tentu saja zaman dulu masih ada para kolonial. Kakak buyut merupakan pesilat terkenal di desa, karena ilmu kebal dan jurus silatnya. Katanya beberapa keturunan terpilih dari keluarga pihak ibuk ku pasti akan mendapatkan pengelihatan batin secara turunan. Kebetulan ayah dari kakak sepupu ku itu merupakan adik kandung ibuku, ayah kakak sepupu ku juga memiliki penglihatan itu.Jadi, kemungkinan kakak sepupu ku punya penglihatan itu cukup besar.
"Hem, cobalah. Jujur aku penasaran namun takut." ujar ku.
"Baiklah, aku akan memulainya." jawab kakak sepupu ku.
Kakak sepupu ku mulai duduk bersila, memejamkan mata dan mulai bergumam sesuatu. Aku merasa gugup, penasaran dan juga takut pada saat itu. Lalu ketika kakak ku membuka mata, tiba-tiba raut wajahnya berubah. Sungguh luar biasa, aku bisa merasakan hawa lain dan orang lain di dalam tubuh kakak ku. Raut wajah itu tersenyum anggun sambil menatap ku dengan tatapan tulus. Sosok yang berada dalam tubuh kakak ku tersenyum, iya hanya tersenyum tanpa mau berkata apapun. Aku tak tahu harus berbuat apa, namun karena aku dan kakak ku sering menonton video penelusuran misteri. Maka aku memberanikan diri untuk bertanya.
"Siapa nama mu? apa kamu sih gadis Belanda itu?" tanya ku yang merasa sedikit takut.
Dia hanya mengangguk, lalu tersenyum cantik. Sungguh senyuman nya sangat cantik, kakak sepupu ku itu saja kalah cantik. Lalu tiba-tiba kakak sepupu ku memejamkan mata lagi, ketika matanya terbuka. Ajaibnya aku bisa melihat perbedaan, dan aku tahu kalau di depan ku sekarang adalah kakak sepupu ku.
"Kenapa teman mu hanya diam kak? Aku bertanya tapi dia hanya tersenyum." ujar ku sedikit kecewa.
"Dia bilang, bahwa dirinya tak mau menguras energi ku. Makanya dia tak berbicara dan hanya tersenyum saja. Dia bilang, kalau dia tak mau lagi memasuki tubuh ku sebagai wadah komunikasi. Dia kasihan melihat ku yang nanti lelah. Tapi, katanya dia senang karena kamu mengajak nya berbicara." jelas kakak sepupu ku.
"Tunggu dulu, jadi kakak juga bisa berbicara dengan nya di dalam tubuh kakak itu?" tanya ku merasa penasaran.
"Iyalah, kami berbicara pakai batin." jawab kakak ku.
"Sayangnya aku tak bisa seperti mu." ucap ku.
"Kamu kan penakut! nanti nangis!" ejek kakak ku.
Aku merasa kesal, tapi apa yang di katakan kakak ku itu benar. Aku ini penakut, namun mudah penasaran. Aku yang penasaran bertanya kepada kakak ku tentang temannya itu. Lalu kakak ku bercerita bahwa sosok temannya itu merupakan wanita keturunan Belanda, bisa di bilang noni Belanda. Noni itu tak ingat siapa namanya, dan kenapa dia bisa berada di sini. Dia hanya mengikuti energi yang terasa baik. Akhirnya dia mengikuti kakak sepupu ku itu, noni itu sangat cantik. Kakak ku bilang dia meninggal mungkin karena sakit atau di bunuh. Selama noni Belanda itu mengikuti kakak ku, para pria selalu saja menayapa kakak ku. Tentu saja itu karena energi noni Belanda cantik itu. Aku menjadi sedikit terbiasa, aku mulai menagakui kalau mereka ada. Namun, sebulan berlalu. Kakak ku kembali bercerita saat bermain dirumahku, dia bilang kalau noni Belanda itu sudah pergi ke tempat dia seharusnya berada, dia alam baka. Sebelum pergi dia berpamitan kepada kakak sepupu ku itu, mata kakak sepupuku sembab saat bermain ke rumah ku. Ternyata dia menangis saat noni itu pergi, tentu saja karena mereka sudah menjadi teman cukup lama. Aku juga merasa sedikit sedih, walaupun aku tak melihat nya secara langsung. Namun sejujurnya malam sebelum kakak ku bercerita, aku bermimpi didatangi wanita cantik berbaju seperti tuan putri kerajaan laur negeri sambil membawa payung cantik. Dia tersenyum pada ku, dia sepertinya berbicara sesuatu kepada ku. Aku yakin itu bukan perkataan yang buruk, namun sejujurnya setelah bangun dari tidur. Aku tak ingat apa yang dia katakan, yang aku ingat cuma senyuman dan rambut pirang seperti seorang bule