Dipagi yang sangat indah ini aku terbangun dengan indahnya kicauan burung burung yang bersenandung, matahari sudah mulai terbit, perkenalkan nama aku (sabiru dirgantara)umurku 19tahun aku anak keempat dari 3 bersaudara,
°Kakakku yang pertama bernama(bintang dirgantara)
°kakakku yang kedua(kenan dirgantara)
°kakakku yang ketiga(Rendy dirgantara)
aku anak bungsu
°ibu (ayu permata lestari)
°ayah (Diky dirgantara)
Keluarga yang penuh dengan ketenangan dan ketenteraman serta keharmonisan keluarga yang diimpikan bagi seluruh anak di dunia, memiliki keluarga yang utuh dan kasih sayang yang penuh dari keluarga nya,
Pada suatu hari ibu mengajak keluarga untuk ke pantai untuk melihat sunset yang indah ,Semuanya pun ikut terutama ayah karena sibuk di kantor untuk bekerja lembur,
Dan ketika ketiga abangku pergi bermain di pantai menaiki perahu,sabiru pun mencoba untuk berenang di tepian pantai karena sabiru tidak bisa berenang,
Disaat sabiru mulai jengkel dia merasa dia bisa berenang karena Berenang hanyalah hal sepele baginya,
Tanpa disadari dia semakin maju ke depan lautan semakin lebih dalam dari jangkauan kakinya dan sabiru pun mulai berteriak hingga ibunya pun lari dan berenang untuk menyelamatkan sabiru,
Dan disaat itu juga abangnya yang melihatnya dari kejauhan berenang untuk menyelamatkan sabiru dan ibunya ,saat ibunya mau membantu sabiru kaki mamanya kram dan tidak bisa di gerakkan dan akhirnya ibunya tenggelam juga,dan pada
saat itu ketiga abangnya pun menangkap tubuh mungil sabiru menggendong nya hingga ke tepi pantai,namun ketiga abangnya tidak menemukan keberadaan ibunya,
Semuanya pun panik hingga akhirnya menelpon kepolisian untuk menemukan keberadaan ibunya
Dan pada saat sabiru sadar sabiru mulai tidak di hiraukan dengan ketiga abangnya, karena mereka menganggap sabiru penyebab ibunya hilng tenggelam,
3 hari pun berlalu kepolisian menemukan jasad ibunya yang sudah tidak bernafas, semuanya menangis dan masih tidak menyangka ibunya secepat ini meninggal mereka,ayahnya yang begitu terpukul mencoba untuk bunuh diri namun di hentikan oleh ketiga anak lelakinya,
5 tahun pun berlalu rumah 🏠 dan keluarga yang harmonis dulu berubah menjadi penjara untuk sabiru,dimana dia tidak lagi merasakan kasih sayang dan tidak lagi di anggap di dalam keluarganya,
Hingga suatu hari sabiru bertanya kepada Abangnya
Sabiru : Abang kenapa membenci sabiru (ujar sabiru
abang menjawab: karena kamu yang membunuh ibu kita sabiru,(ujar abangnya)
Sabiru hanya terdiam tidak bisa menjawab karena dia tidak ingin ibunya pergi,andai waktu bisa di ulang sabiru tidak akan seceroboh itu,sabiru ingin menukar nyawa sabiru dengan ibu,sabiru tidak mau kehilangan ibu,
Namun semuanya sudah terlambat sabiru pun sudah tidak pernah di manja dan disayang serta tidak pernah di hargai dan di mengerti karena ayah dan Abang abangnya menganggapnya "pembunuh"
Sabiru yang masih sangat begitu muda mencoba untuk bekerja demi mendapatkan uang untuk biaya hidup dan makan untuk sehari harinya,
Hingga suatu hari sabiru menemukan lowongan pekerjaan di resto rumah makan, sebagai pengantar makanan dan pencuci piring, meskipun gajinya gak seberapa tapi itu sangat berharga bagi sabiru
5 bulan pun berlalu sabiru pun terus mengerjakan pekerjaan sebagai pembantu di resto rumah makan ,namun kesehatan sabiru semakin hari semakin buruk ntah mengapa jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya,hingga akhirnya sabiru memilih izin pulang terlebih dahulu untuk istirahat,
Namun sesampainya di rumah sabiru di suruh untuk masak oleh ayahnya dan abangnya karena mereka sudah lapar,dan membersihkan semua pakaian kotor dan membersihkan rumah yang berantakan,
Dengan tenaga sabiru yang begitu lemah sabiru mencoba untuk kuat agar ayah dan abangnya tidak terlalu membencinya,
Semua pekerjaan pun selesai sabiru pun akhirnya bisa istirahat,
Matahari sudah bersinar hingga membangunkan sabiru namun badannya yang begitu lemas membuat susah untuk berdiri,namun gedoran pintu kamarnya yang membuatnya untuk bangun,karena mendengar suara ayahnya yang begitu marah karena sabiru tidak memasak untuknya,
Sabiru pun menuju ke dapur untuk memasak,agar tidak mengecewakan ayahnya lagi,di penuhi dengan tangan yang gemetar akhirnya sabiru selesai memasak
Dan sabiru memutuskan untuk periksa ke dokter apa yang telah terjadi pada dirinya karena tidak seperti biasanya,semakin hari dadanya semakin sakit dan sesak
Akhirnya sabiru pun sampai di rumah sakit, dan menjalankan tes darah dan akhirnya semuanya sudah di temukan hal yang aneh dalam diri sabiru
(Pernyataan surat keterangan)
" Atas nama sabiru dirgantara,lahir Jakarta 18 Maret 2005, menderita kanker stadium akhir diagnosa hidup hanya dalam 1minggu terakhirnya"
Sabiru memandangi surat itu dengan berlinang air mata,tidak menyangka akhirnya sabiru bisa bertemu dengan ibunya yang telah terpisah selama 5 tahun lamanya,
(Batin sabiru):ibu akhirnya kita akan bertemu kembali, sabiru rindu ibu
Dokterpun mulai meyakinkan sabiru klok hidup di dunia hanya sementara karna setiap manusia juga akan mati,oleh karena itu harus semangat untuk menjalani kehidupan ini,jangan berkecil hati karena mungkin itu takdir yang terbaik dari tuhan,
Sabiru pun berterima kasih kepada dokter telah meyakinkan sabiru untuk menjalani kehidupan yang sebentar ini untuk bisa merasakan kebahagiaan,
Dan sabirupun pergi ke makam ibunya sambil membawa bunga,dan bercerita apa yang telah sabiru alami beberapa tahun ini semenjak ibunya meninggalkannya,
30 menit pun berlalu sabiru memutuskan untuk pulang karena takut ayah dan abangnya akan memarahinya lagi,
Ayahnya membentak dan memukul sabiru berulang ulang kali di bagian tubuhnya hingga sabiru bergeletak lemas dengan luka luka yang dia rasakan setiap harinya,
Sabiru hanya menghela nafas karena ini gak hanya satu kali sabiru dengan ini udah kesekian kalinya ,namun sabiru tetap sabar dan tenang agar tidak memperkeruh suasana,
Satu Minggu pun berlalu tetap tanggal 18 Maret 2024 dimana hati itu hari ulangtahun sabiru sekaligus hari terakhir hidup nangis sabiru,sabiru memilih untuk ke pantai sambil menikmati ombak dan pemandangan yang indah diterakhir hidupnya,
Sabiru mengirim pesan untuk kakaknya klok sabiru sekarang ulang tahun,apa permintaan yang bakal kakaknya minta untuk sabiru agar memaafkan sabiru,
Namun kakaknya hanya meminta sabiru untuk pergi selamanya,
Airmata terus menetes hingga membasahi pipi sabiru dan wajah cantiknya semakin pucat,sabiru menyempatkan untuk menulis surat untuk ayah dan Abang abangnya untuk terakhir kalinya,dengan cucuran dari dari hidung terus membasahi buku yang di pegangnya,sabiru menulis satu persatu kata karena ini surat terakhir yang sabiru berikan untuk ayah dan abangnya,
Hingga dada sabiru semakin sesak,dan susah untuk bernafas hingga pada saat itu sabiru mulai kehilangan kesadaran dan kehilangan nyawanya dengan kesunyian pantai dan ombak yang menemaninya disaat detik terakhir hidupnya,
Pagi harinya ayah dan abangnya mendapatkan kabar dari kantor polisi kalok sabiru sudah dinyatakan meninggal dunia di tepi pantai,dan semuanya kaget tidak menyangka bukannya biasanya senang namun masih tersirat rasa sakit yang menusuk hatinya ketika mengetahui anak yang telah dia benci dan siksatelah tiada,
akhirnya pun mereka memutuskan untuk ke kantor polisi untuk melihat jenazah sabiru untuk terakhir kalinya, derain air mata yang tidak tau tiba tiba jatuh di pipi sang ayah dan ketiga kakaknya ketika melihat wanita cantik yang dia benci sudah tidak bernafas lagi,
Dan pada akhirnya mereka memakamkan sabiru dengan layak, polisi menyerahkan satu surat yang berada di samping sabiru setelah polisi menemukannya,
Akhirnya Abang dan ayah nya membaca isi surat sabiru dan mulai menyesal telah memperlakukan sabiru tidak baik selama sabiru masih hidup,
Isi surat sabiru📝
"Hai ayah,hai Abang kenan,hai Abang bintang,hai Abang Rendy, makasih sudah menjadi ayah dan Abang terbaik buat sabiru,sabiru rindu keluarga yang seperti dulu dimana sabiru merasakan kasih sayang dan perhatian dari kalian,
Sabiru minta maaf ya,sabiru gak bisa lama menemani kalian ,karena tuhan sudah lebih dulu memanggil sabiru
Tuhan mungkin tau klok sabiru rindu sekali sama ibu,
Ayah, maafin sabiru ya ayah udah merepotkan ayah
Abang,maafin sabiru juga udah merepotkan Abang
Sabiru pulang dulu ya ke rumah baru sabiru bersama mama
Sabiru sayang ayah sama Abang
Love you kalianku💗🌷
Dari:sabiru dirgantara👋
°Sekian terimah kasih sudah membaca cerita pendek yang saya buat sendiri,maaf bila ada kesalahan dalam penulisan karena saya masih dalam tahap belajar°