Mawar tetaplah mawar. Meskipun ditanam di tanah yang berbeda dan disiram dengan air yang berbeda, itu tidak akan mengubahnya menjadi bunga lain. Iya tetap mawar yang berduri. Semakin engkau menggenggamnya semakin ia akan akan menyakitimu. Tapi ini bukan tentang mawar,Ini tentang seorang laki-laki yang datang dengan topeng kebaikan,namun ia pergi dengan penghianatan.
Aku tumbuh tanpa duri, orang jahat mudah untuk menggenggamku.aku di didik oleh orang tuaku untuk jadi seseorang yang senantiasa berbuat baik, sehingga aku tidak pernah bisa untuk tega melihat orang kesusahan sekalipun orang itu pernah menyakitiku, apalagi jika orangnya adalah seseorang yang aku sangat sayangi dan kuanggap penting.maka dengan mudah dan polosnya aku mereka bodohi dan mereka manfaatkan kebaikanku.
Mawar itu berwarna hitam. indah terlihat, elegan,dan berbeda. Tapi aku lupa,itu tetaplah mawar yang penuh dengan duri. Jika aku tak berhati-hati saat menggenggamnya, maka aku akan terluka oleh durinya. Dia datang dengan hitamnya, yang membawa rasa sakit tak berkesudahan dengan kepergiannya.Mawar itu masih hidup,hanya saja dicuri dariku.Mawar itu meninggalkan tusukan durinya padaku, padahal aku yang merawatnya hingga ia tumbuh subur.sedangkan ia malah berbunga bersama pencurinya.
Dia datang dengan sikap seakan ia sungguh,hingga aku mempercayainya dengan penuh.Namun ternyata ia hanya singgah,dan meninggalkanku dengan luka yang parah.disaat aku tulus,setia, menerima setiap kekurangan dan keluarganya,disaat aku berjuang demi secepatnya menikah dengannya,dia datang membawa langit hitam.Menurunkan hujan yang sangat deras dan tak berkesudahan.
Dia datang dengan berkata "maaf aku tidak akan menikah denganmu,sebab ku tidak mengizinkan aku menikahi gadis Sunda, sehingga kemarin aku akhirnya menikah dengan wanita lain yang sama-sama suku Jawa". Seketika air mataku jatuh dengan derasnya,hatiku sakit sekali terasanya.Salahku apa?kenapa mereka begitu jahatnya mempermainkan keseriusan aku dan keluargaku.
Kenapa mereka begitu? Padahal saat mereka butuh bantuan, aku selalu mengusahakan untuk membantunya.untuk orang tuanya,untuk dirinya.tapi mereka tiba-tiba bawa kabar begitu.kalau memang mereka pernah disakiti oleh orang Sunda,terus apa hubungannya denganku,aku tidak terlibat ataupun mengetahuinya sama sekali.salah orang Sunda apa? Kenapa harus disamaratakan jahatnya? Saya tidak bisa memilih untuk terlahir dari keluarga mana,dan disuku apa.kalo memang tidak ingin punya menantu Sunda,lantas kenapa harus datang padaku? Kalian jelas tau,aku orang Jawa barat. Jawa barat adalah tanah tatar Pasundan, wilayahnya suku sunda.tapi tidak apa-apa,semoga ini terakhir kalinya kalian melakukan itu, cukuplah aku yang kalian permainan,kalian kecewakan, Kalian sakiti.jangan ada gadis Sunda lainnya.
Terlepas dari apapun yang kalian lakukan padaku,aku mau ngucapin selamat atas pernikahannya ya, semoga Allah senantiasa memberikan rahmat dan kasih sayangnya kepada kalian.semoga langgeng sampai ke Jannah.
Pesan ini ku tulis Untuk mas Jawa orang Wanareja, Cilacap.