saya sendiri menyepi di kamar gelap nan sunyi
menatap langit-langit kamar dengan mata berbinar
saya ingin bersinar saya ingin menerang
Lika liku hidup arus terjalan dengan untaian cacian
Hey! Lihat saya sikecil dengan seribu luka
Elok ingin mimpi jadi nyata
Tapii sayang suram jika lanjut
behenti sama dengan menemui maut
harap harap tenang harapan ingin indah di depan
banyak paku bertaburan luka dikaki karena sayatan
terlatih berjalan ditengah hujan sakit sayatan
Sakit sakit tiada rasa mati rasa atau besar harapan
Mari bercerita sembari menahan isakan
saya benar-benar terluka tapi hanya telihat tidak apa
mau lihat sayatan yang membesar akibat harapan?
Orang tua jalan kebinaran secerca kebahagiaan demi harapan yang entah kapan datang
setumpuk uang hilang jadi masalah
setumpuk harapan hilang jadi kelam dalam kehidupan
tuhan bolehkah saya pulang? susul harapan entah kapan datang
Mau mati saja sapa tau tenang membawa harapan yang tak jadi kenyatan!