Malam ini aku duduk di depan rumah, menatap Awan dilangit ditemani dengan malam dan ingatan pada masalalu yang menyenangkan.Salsabila Syfa wanita dengan lesung pipit yang sering kali tertawa tanpa sebab, bukan orang gila lebih tepatnya mungkin hal yang membuat nyaman, ya itu namaku. Ini adalah kisahku yang akan abadi di dalam kisah ini. Kisah yang berakhir dengan penuh tanda tanya, mari mulai mengenang masa-masa penuh kerinduan.
Awan lelaki itu adalah hal yang kutunggu di handphone ini selalu kutunggu notipnya, ah aku jadi lupa tentang itu.Kami saling menyapa layaknya teman, kami saling menghubungi satu sama lain, aku mudah suka orangnya, tetapi susah untuk jatuh hati. Tetapi, denganya aku mulai menyimpan rasa, menyimpan rasa yang aku sendiri tidak tahu apakah ini akan kecewaa nantinya. Awan adalah seorang lelaki yang cukup tinggi bagiku tingginya 170 cm, BB-nya 60kg kulitnya putih langsat, senyumnya manis semanis madu. Aku tidak sedang bergurau tapi inilah faktanya dia benar-benar manis.
Awan suka sekali memakai baju kemeja kotak-kotak berwarna biru, dia begitu tampan ketika memakai itu apalagi dipadukan dengan warna putih, sudah berapa kali aku terkesima melihat ketampanannya. Jangan berpikir aku jatuh hati pada ketampanannya, aku bahkan tidak memiliki alasan untuk menaruh rasa kepada Awan, sering sekali aku melihatnya keluar dari dalam masjid kampus ketika selesai sholat, dia juga lelaki yang sopan yang paham tempat dan situasi ketika berbicara dan bergurau.
Awan menurutku tipe lelaki pemalas jikapun dia di dalam kelas ketika dia bosan dia tidak akan terfokus dia akan memainkan hp secara diam-diam, main game mungkin contohnya bahkan jikapun disuruh maju dia kebanyakan cengengesan lebih lagi jika mau berkata di depan banyak orang pasti diawali kata " Em." Aku tidak begitu mengenal pribadinya tapi cukup tahu sedikit demi sedikit saja itupun mungkin.
Awan sering sekali menebar tawa kepada setiap insan yang dia temui, aku suka melihatnya tersenyum, tertawa. Kalian tahu? Aku akan salah tingkah ketika melihatnya menyapa ku.
"Fa?" Panggilnya yang kubalas dengan kata "iya" ataupun dengan senyum tulus yang kuberi.
Makin hari aku semakin jatuh hati, aku mulai menaruh rasa lebih kepadanya rasa yang aku sendiri takut untuk menjalankannya, aku berpikir ini tidaklah benar. Tidak benar ketika hanya aku yang merasakan rasa ini tetapi, dia tidak.Awan aku berharap suatu saat kita bisa beriringan di dalam benakku memikirkan bisakah kita bersama? Hahaha mungkin ini hanya hayalanku yang tak pernah menjadi kenyataan.
Kau begitu sempurna banyak pasang mata yang sering memandangmu diam-diam, apalagi mata tersebut dimiliki oleh wanita cantik dan anggun diluar sana. Benar-benar sesuatu yang sangat mustahil bukan? Awan kamu seperti angin, aku merasakan kehadiranmu tetapi tak dapat kugenggam walaupun dalam waktu yang sebentar.
_Tidaklah baik menaruh harapan pada dia yang tak mungkin menoleh hanya untuk sekedar membalas perasaan_
Awan benar-benar lelaki yang mampu membuatku tersipu malu menatapnya lelaki yang membuatku mengebu jika berada di sekitarnya. Aku suka menatapnya dalam diam ibaratkan ini adalah anugrah yang tidak akan kusia-siakan. Awan kamu harus tau ketika seorang menyebut namamu saja jantungku bisa berpacu lebih cepat dari biasanya, kamu benar-benar membuatku merasah senang walaupun hanya namamu yang terdengar.
Terkadang jika menaiki lantai dua mata ini akan ke sana ke sini mencari sosok lelaki itu di mana dia berada dan sedang apa, tapi ketika melihat dia aku hanya akan terdiam sambil tersenyum simpul, tidak bisa menghindari getaran yang dirasa ini, agh sial aku benar-benar jatuh hati pada Awan.
Sampai pada akhirnya aku menyerah Awan tidak ada perkembangan dia seperti tidak memiliki rasa padaku, ya mana mungkin seorang lelaki sepertinya bisa jatuh cinta kepadaku, sampai datang orang lain yang membuatku cinta dan menjauhi Awan sejauh mungkin, namun itu adalah keselahan terbesarku karena faktanya langit adalah hal yang begitu kubenci setelah dia mengakhiri hubungan hanya demi wanita yang lebih dariku. Pada saat itu hubunganku dan langit selesai, aku bahkan membenci langit begitu dalam, Kisahku terdengar dikuping Awan pada titik itu dia menyampaikan perasaan yang belum tersampaikan dan pada titik itu di mana kita menyadari bahwasanya saling memiliki rasa yang sama bahkan setelah memulai hubungan dengan orang baru, Awan tetap menantiku 8 bulan bukan waktu yang sebentar tetapi rasa yang dia simpan terhadapku tetap sama bahkan lebih dari itu. Setelah hubunganku selesai Awan begitu gembira bahkan begitu bahagia mengetahui aku sendiri tidak lagi dengan lelaki yang berhasil menghancurkan hatiku, takdir membuatku kembali ke pada Awan takdir cinta yang membuatku kembali menemuinnya.
"Saya mau kamu apapun konsekuensinya."
"Kita itu kayak minyak sama sabun."
"Terhalang pembatas tinggi dan curang yang dalam."
"udaah jangan sedih lagi ya syfa."
"sayang."
"Syfa syfa, aing cubit kamu."
"Syfa syfa udah jangan nangis lagi, kamu engga pantes nangisin cowok kayak dia."
"Saya senyum-senyum liat kamu tadi, lucu."
Beberapa pesan yang membuatku terbuat mengingat hal itu mengingat sesuatu yang sudah hilang dan mungkin tidak dapat kembali lagi.Masalah itu datang setelah kami memulai, masalah yang tak dapat diceritakan dalam lembaran ini, begitu menyakitkan terdapat kesalah pahaman diantara kami berdua, 8 hari bersamanya adalah begitu hal yang sangat aku cintai sebelum memaksa dia untuk pergi meninggalkan ku sendirian.
Aku kira kisah yang tak sempat kita mulai akan sesuai ketika kita mencoba setelah beriringan faktanya setelah itu aku hanya merasakan satu perasaan yang menyakitkan.Memintamu melepaskanku rasanya itu hal yang meragukan apakah kamu sudah benar-benar yakin dengan keputusanmu?tapi bagaimana aku bisa bertahan di saat kamu menjadikanku pilihan? disaat kamupun ragu terhadap cinta yang sudah kita bangun apalagi ragu terhadap diriku?
Aku menatap langit, berupaya agar air mata ini tak terlatih keluar begitu cepat, begitu indah berbeda dengan kisah kita. Entahlah kenapa aku mulai begitu sangat mencintaimu ketika kita tidak mungkin menjadi aku dan kamu, dan hal yang lebih menyakitkan aku ketahui saat kamu pergi melepasku di situ kamu mulai menjauhiku. Awan adalah bentuk kesempurnaan yang kutemui tetapi tidak berani untuk kembali mendekati nya.
Aku akan tetap berdiri di sini bersama keraguan yang terus membersamai, aku akan tetap menanti dia datang dan mengucapkan sendiri bahwa dia juga memiliki rasa yang sama seperti hati ini, memiliki rasa cinta yang sama dan ingin kembali bersama.Sudah kubilang bukan, kamu akan abadi di dalam kisahku di manapun itu, bodoh sekali bukan aku bahkan tetap menantimu pulang padahal jelas-jelas aku yang menyuruhmu meninggalkanku sendirian. Kisah kita rumit orang tepat diwaktu yang salah.
TAMAT