cinta tak pernah salah.
aku sadar itu karena ia anugerah ...
rasanya bagiku ini dilema untuk bersamamu dengan jarak usia yg begitu jauh.
banyak aralnya dan temboknya begitu tinggi, bukan soal kita namun mereka yg ada disekitar hidupmu nanti. untuk bisa denganmu aku seakan harus berbeda tak bisa lagi jadi diri sendiri ...
ahhhh...apa ini cuma perasaanku saja ya merasa gak enak atau berandai-andai. itu juga kalo kamunya mau, rasanya terlalu ngaco aku... percaya diri berlebih ataukah halu ini.
entahlah ...
di usia saat ini aku lebih realistis, bicara apa adanya jika suka ya aku sampaikan begitu namun kamu hanya diam tapi sikapmu menunjukkan yg sama.
aku bingung ...
sepertinya hanya genggaman tangan yg meninggalkan jejak kecil untuk wakili rasa untukku,
di lain hari kamu memutuskan untuk pergi dari kota ini tanpa alasan yg ku pahami. dalam diam ku antar dirimu untuk menaiki bus dan kita berdua masih saja terdiam.
tiba-tiba kuputuskan mengambil foto kita berdua dan dalam hatiku berkata seakan ini adalah kado perpisahan,
saat waktunya bus hendak berangkat ku cium keningmu sambil berkata " jaga diri baik-baik disana, aku disini masih orang yg sama jika kamu membutuhkan ... aku ada "
matamu berkaca-kaca namun masih terdiam.
kulangkahkan kaki perlahan menuruni bus sambil ku tundukkan kepala menahan rasa pedih mendalam. dari luar ku lihat kamu di balik kaca bus, ku lihat sekilas kamu tersenyum kecil lalu menghilang.
aku pasrah ...
untuk semua yg telah terjadi, untuk semua kenangan masa lalu kuputuskan tersimpan rapat. sadar untuk satu hubungan yg mustahil dan sulit dengan banyaknya keterbatasan hanya akan membuatnya menderita di masa depan, seperti itu yg tergambar dalam benakku.
mungkin sendiriku lebih baik untuk diri ini, bagiku cinta tak pernah salah jika ku tempatkan pada orang tepat dan itu mungkin bukan kamu saat ini .....
- ikhlas -