Yaahh aku cuma wanita biasa cantik tidak kaya pun tidak, jika ingin di cinta haruslah wanita yang cantik.kata mereka aku terlalu naif karena berani mencintai pria seperti dia. Yaah dia pria yang baik dan tampan, mapan , mana pantas aku yang seperti upik abu bersanding dengan nya.mencitai dalam diam itulah solusinya.
Buu... Aku suka sama dia bu, aku mencintainya, kenapa ibu ngga setuju aku sama dia.. *aku merajuk pada ibuku karena ibu tak merestui aku dengan nya*
Mana bisa sayang dia pria yang tampan dan juga kaya. Kamu hanyalah upik abu yang sedang di landa cinta, kita ini miskin anakku tidak pantas jika kamu mengharap cinta darinya. *ibu bicara padaku*
Dalam diam aku merenung...Apa salah jika cinta melanda sang gadis miskin.. Cinta datang dengan sendirinya tapi mengapa selalu begini , apa cinta hanya boleh dimiliki orang orang kaya saja. Ya tuhan aku mencintai dia, menyayangi dia dengan tulus. Jikalau kita berjodoh maka dekatkan. Jika tidak berjodoh maka jauhkan ya tuhan agar aku tidak terus menerus mengharapkan nya. Hanya dengan begini aku bisa iklas merasakan cinta ini, berserah pada takdir tuhan. Berserah pada kehendak tuhan siapa jodohku. Walau hati menginginkan dia tapi kenyataan bertolak belakang dengan keadaan sesungguhnya..
Saat di pagi hari aku bertemu dengan nya, dia tersenyum ramah dan menyapaku dengan suara lembutnya. Dialah pria yang aku cintai tapi aku pura pura biasa saja padahal hati seakan mau keluar dari tempatnya..
Neng Ai mau kemana, dengan suara lembut dia menyapa.. Hanya sapaan biasa tapi bagiku yang sedang dilanda cinta , itu sudah luar biasa buat aku deg degan. Ingin menjawab namun mulut ini seakan terkunci karena terpukau dengan ketampanannya aku pun diam seribu bahasa. Tak menjawab sapaan nya justru aku mematung di hadapannya.
Karena tak ada jawaban dariku,Akhirnya Diapun berlalu pergi.. Aku yang masih mematung memikirkan jawaban dari pertanyaan dia. Ahirnya tersadar setelah ada yang memanggilku..
Neng neng kamu lagi ngapain kenapa diam dijalan begitu? *kata pejalan kaki yang menegurku karena aku diam mematung*
Eh kaka, ngga apa apa ka tadi cuma kaget aja *akupun pura pura baik baik aja dengan menjawab asal*
Akupun melanjutkan berjalan. Sambil jalan aku berfikir apa yang dia tanyakan ya tadi. Aku lupa segalanya.. Aiihh dasar bikin malu saja bukan nya menjawab sapaan dia malah mematung. Apa kata dia nanti.dia pasti ngira aku aneh..
Aaaaaaaa.......hatiku seakan berteriak.
Inikah cinta terpendam. Aku mencintainya namun tak berani tuk sampaikan padanya. Ya tuhan tolonglah aku , buat hatiku tenang agar aku tak terlalu mengharapkan cintanya.
Nyatanya mencintai dalam diam itu sakit. Apalagi jika orang yang kita cintai ternyata mempunyai cinta lain😔😔
Rasa yang terpendam biarlah hanya aku dan tuhan yang tau.