pada hari Senin aku merayakan ulang tahunku dan keluargaku berencana membawaku ke pantai tentu saja aku menerimanya dengan senang siapapun pasti akan senang jika kalian di ajak untuk pergi ke pantai dan kami memutuskan untuk pergi besok tapi karena aku terlalu tidak sabaran aku mendesak keluargaku untuk segera membawa ku ke pantai dan mereka tentu saja tidak bisa menolaknya karena ini adalah hari ulang tahunku dan karena itu kami langsung menyiapkan perlengkapan kami untuk dibawa ke pantai dan saat jam 1 siang aku berada dikamar ku seorang diri untuk mencari topi jeramiku yang selalu menjadi favoritku dan aku mencarinya kemanapun tapi aku tidak menemukannya sampai akhirnya kakiku menyenggol sesuatu yang terasa seperti jerami awalnya kupikir itu adalah topiku dan ak dengan perasaan senang langsung Menunduk untuk mengambilnya Tapi yang kudapatkan bukanlah topi jerami melainkan Sebuah kepala Seorang gadis tanpa tubuh dengan rambutnya yang terlihat kering dan tidak terurus dan saat sepatuku menggesek rambutnya terasa begitu kasar dan aku sepontan langsung berteriak histeris dan Berlari keluar dari kamarku sambil memanggil kedua orang tuaku
"AYAH IBU!DIKAMARKU ADA SEBUAH KEPALA SEORANG GADIS!!!"
teriakku dengan keras dan panik saat aku sudah tiba di Ruang tamu yang terdapat ayah,ibu dan naldo adikku mereka sedang menonton televisi dan ibuku yang mendengar suaraku langsung melihat ke arahku dan wajahnya terlihat khawatir dan juga penasaran karena aku terlihat begitu pucat dan ketakutan dan ibuku langsung mendatangiku dengan khawatir diikut ayah dan Naldo yang juga terlihat khawatir
"ada apa nak?kenapa kamu terlihat pucat?"
ibuku bertanya dengan nada yang khawatir sedangkan ayahku dia Menyentuh Pundakku dan mengusapnya supaya aku tenang dan perlahan-lahan dan adikku Naldo yang baru berumur 6 tahun itu memelukku dan aku mulai merasa tenang walaupun aku masih merasa takut
"ibu...aku takut sekali"
"apa yang membuatmu takut nak? jelaskan pada ibu dan ayahmu"
"itu benar nak, jelaskan lah pada kami"
ibuku dan ayahku menatapku dengan khawatir dan aku menangis Kecil dihadapan mereka berdua dan Naldo yang melihatku menangis langsung memelukku
"kakak jangan menangis,jelaskan pada kami,biar kami bisa membantumu"
aku perlahan-lahan mulai tenang walaupun tubuhku masih bergetar dan aku membalas pelukannya Naldo lalu menatap ayah dan ibuku dengan wajahku yang basah
"ayah ibu,aku tidak tahu kalian akan percaya atau tidak, tapi aku melihat kepala Seorang gadis dibawah kakiku saat aku mencari topi jeramiku"
mereka terlihat terkejut mendengar perkataanku dan Naldo yang berada di pelukanku terlihat ketakutan sedangkan aku hanya bisa tertunduk dengan isak tangisku