Suatu hari didesa,hidup lansia yang bernama Doku.Doku adalah seorang pembuat pedang yang terkenal di desanya,ia sering membuat pedang untuk diperjualbelikan kepada orang orang yang membutuhkannya.
Doku sebenarnya memiliki seorang istri dan anak,akan tetapi istri Doku meninggalkannya dengan anaknya.Anak dari Doku bernama Dori.Dori adalah anak yang pemalas,bahkan saat ia disuruh untuk membereskan kamarnya pun ia tak mau.
Dengan penuh kesabaran Doku merawat Dori dengan sepenuh hati,suatu hari saat Dori bermain ia bertemu seorang peri.Peri tersebut memberikan Dori Ekor yang akan tumbuh jika Dori bermalas-malasan,Dori yang tidak percaya dengan hal tersebut pun menghiraukannya.
Setelah ia sampai dirumah Dori kembali bermalas malasan sehingga ekor Milik Dori pun tumbuh lebih panjang,Dori yang merasakan ada sesuatu yang mengganjal didaerah belakang badannya pun melihatnya di cermin.
Alangkah terkejutnya Dori saat melihat ia memiliki ekor,karena Dori terkejut ia berteriak dengan sangat kencang.Dengan rasa khawatir Doku menengok keadaan Dori dikamarnya,setibanya dikamar Dori Doku melihat Dori yang shock karena melihat ekor yang terdapat pada belakang badannya.
Akan tetapi Doku tidak melihat apapun ditubuh Dori,dengan pelan dan halus Doku bertanya kepada Dori.Dori pun menjelaskan kejadian tersebut,Doku memberikan saran kepada Dori supaya tidak bermalas malasan lagi.
Akan tetapi Dori yang mendegarkan saran tersebut menolak karena Dori sangat malas jika ia harus melakukan sesuatu yang tidak ia inginkan.Setelah diberi saran dari Doku,Dori tetap bermalas malasan akibatnya ekor milik Dori pun tumbuh semakin panjang.
Dori yang risih dengan ekornya tersebut berusaha untuk memotong ekornya menggunakan pisau yang ada di dapur,ia melakukannya dikamar.Akan tetapi setelah Dori dapat memotongnya,ekor milik Dori tumbuh lebih panjang.
Dori yang merasa sedih pun duduk diam didapan jendela melihat halaman yang sanagt indah,saat sedang melihat halaman Dori teringat saran dari Doku yang menyarankan Dori agar tidak bermalas malasan lagi.
Dengan rasa terpaksa Dori pun melakukan apa yang dikatakan oleh Doku,setelah ia keluar kamar Dori mulai melakukan kegiatan kegiatan yang dapat ia lakukan.Usahanya pun membuahkan hasil,ekornya pun mulai menyusut sedikit demi sedikit.
Doku yang baru saja pulang dari menjual pedang yang ia buat pun terkejut melihat Dori yang tidak lagi menjadi pemalas,Dori mulai membersihkan rumahnya yang semula berantakan menjadi rapi.
Ekor milik Dori pun menghilang dan muncul peri yang waktu itu memberikan kutukan kepada Dori yang bermalas malasan.Dengan rasa terkejut Dori bertanya mengapa peri tersebut datang kembali,si peri pun menjelaskan maksud kedatangannya.
Setelah mengerti dengan kedatangan peri, Dori bertanya kepada peri apa maksud peri itu memberikan ekor kepada Dori.Si peri pun menjelaskan kembali kenapa ia memberikan ekor kepada Dori,setelah mengetahui alasan si peri memberikan ekor untuknya.Dori pun bertanya kembali kepada si peri tentang ekornya tersebut.
Siperi pun mnejawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Dori kepadanya,ternyata ekor yang diberikan peri tersebut bersifat sementara.Jadi ekor tersebut tidak akan dapat tumbuh lagi.Dengan rasa bahagia Dori pun memeluk ayahnya,dan ayahnya pun memeluk kembali sang anak.
Akhirnya Dori dan Doku hidup dengan bahagia,dan Dori menjadi lebih mandiri karena kejadian tersebut.