Tulisan senduh tentang masa lalu,
Aku gadis kecil yang selalu berpikir bahwa dewasa itu menyenangkan
Apa yang harus di khawatirkan?
Ada pelukan ibu yang menyambut aku pulang,
Ada ayah yang selalu mencintai ku,
Ada kakak yang akan mengengam jari jari tangan ku.
Terkadang aku merasa dunia ini begitu baik lalu mengapa dikatakan fana?
Terlalu tinggi mimpi ku hingga ingin melukis bintang bintang dengan cahaya warna warni,terlalu jauh mimpi ku hingga Aku ingin memeluk bulan.Terasa begitu jauh langka ku hingga melupakan alasan aku di lahirkan.
Terbawa suasana membuat aku lupa siapa aku dan dimana aku berada.
Aku memiliki banyak teman, aku bermimpi melukis semesta dengan semua kebahagiaan ini,
Aku pikir dunia adalah hal nyata untuk bercita cita.
Nyata nya dunia salah tempat kau berbahagia dan menderita.
Hingga akhirnya aku di tinggalkan, aku tidak sendiri tetapi di keramaian aku merasa aku sendiri, tawa senang dan bahagia orang orang terasa memuakkan untuk ku, aku kesepian tetapi mengapa mereka berbahagia?
Aku peluk tubuh lelah ku sendirian tanpa teman, aku sendiri berteman dengan malam.
Aku kecewa, tetapi siapa aku yang berani menentang takdir Tuhan?
Aku hanya manusia biasa,
Yang dahulu terbiasa tertawa kini memilih diam tak bersuara.
Aku sendiri bersama rindu yang tak dapat di jelaskan.
Aku sendiri di tengah suara berisik orang-orang.
Aku sendiri....
Sejak Tuhan mengambil ayah ku, dunia ku runtuh bersama dengan semua ambisi yang ingin aku raih.
Sejak itu aku kehilangan diriku, aku kehilangan arah dan aku kehilangan sosok ayah dalam hidupku.
Dan kini aku lelah...
Sangat lelah hingga aku berpikir bahwa menyerah adalah takdir terbaik.