Aku suka kucing. Aku selalu memberi makan kucing-kucing liar yang berkeliaran di dekat rumahku. Aku juga suka membelai mereka, dan mendengar suara mereka yang menggemaskan.
Tapi, ada satu kucing yang berbeda dari yang lain. Dia berwarna hitam, dengan mata kuning yang tajam. Dia tidak pernah mau makan apa yang kuberikan. Dia tidak pernah mau kubelai. Dia hanya menatapku dengan dingin, seolah-olah dia membenci aku.
Aku tidak tahu mengapa dia begitu. Aku tidak pernah berbuat salah padanya. Aku hanya ingin berteman dengannya, seperti kucing-kucing lainnya.
Suatu hari, aku memutuskan untuk mengikutinya. Aku ingin tahu ke mana dia pergi, dan apa yang dia lakukan. Aku berharap aku bisa menemukan sesuatu yang bisa membuatnya lebih dekat denganku.
Aku mengikuti dia dari jarak yang aman, agar dia tidak sadar. Aku melihat dia berjalan-jalan di sekitar kota, tanpa tujuan. Dia tidak peduli dengan orang-orang atau kendaraan yang lalu lalang. Dia hanya berjalan dengan anggun, seperti seorang raja.
Aku terus mengikutinya, sampai aku melihat sesuatu yang membuatku terkejut.
Dia masuk ke sebuah rumah mewah, yang terletak di pinggir kota. Rumah itu tampak sepi, dan tidak ada tanda-tanda penghuni. Aku bersembunyi di balik semak-semak, dan mencoba melihat apa yang terjadi di dalam.
Aku melihat kucing hitam itu berubah.
Ya, dia berubah menjadi manusia. Seorang pria tampan, dengan rambut hitam dan mata kuning. Dia mengenakan jas hitam, dan tampak sangat elegan. Dia berjalan ke arah sebuah meja, di mana ada sebuah laptop dan beberapa dokumen.
Aku tidak percaya. Apakah ini lelucon? Apakah ini mimpi? Apakah ini nyata?
Aku melihat lebih dekat, dan aku tercengang melihat dokumennya.
Dia adalah seorang pengusaha sukses, yang memiliki banyak perusahaan di seluruh dunia. Dia adalah seorang filantropis, yang menyumbangkan banyak uang untuk berbagai kegiatan sosial. Dia adalah seorang pahlawan, yang menyelamatkan banyak orang dari bahaya.
Dia adalah kucing hitam, dan dia hebat.
Aku merasa kagum padanya. Aku ingin mengenalnya. Aku ingin bekerja dengannya. Aku ingin mencintainya.
Tapi, aku tidak bisa. Karena aku hanya penguntit, dan dia hanya kucing.