Aku tidak tahu kapan pertama kali aku melihatnya. Mungkin saat aku masih kecil, atau mungkin saat aku remaja. Yang pasti, dia selalu ada di sekitar aku, mengikuti setiap langkahku, menatap setiap gerakku. Dia adalah pencuri waktu.
Dia tidak seperti manusia biasa. Dia tidak memiliki wajah, tidak memiliki tubuh, tidak memiliki suara. Dia hanya bayangan gelap yang bergerak cepat, mengelilingi aku seperti elang yang mengintai mangsanya. Dia tidak pernah menyentuhku, tidak pernah berbicara padaku, tidak pernah memberitahuku apa yang dia inginkan. Dia hanya mencuri waktu.
Aku tidak tahu bagaimana dia melakukannya. Mungkin dia memiliki jam ajaib, atau mungkin dia memiliki kekuatan gaib. Yang pasti, dia bisa memperlambat atau mempercepat waktu sesuka hatinya, tanpa peduli dengan orang lain. Dia bisa membuat aku terlambat ke sekolah, ke kantor, ke acara penting. Dia bisa membuat aku kehilangan momen berharga, kehilangan kesempatan emas, kehilangan orang yang aku cintai. Dia bisa membuat aku tua lebih cepat, atau muda lebih lama. Dia bisa membuat aku hidup lebih singkat, atau lebih panjang.
Aku tidak tahu mengapa dia melakukannya. Mungkin dia bosan, atau mungkin dia kesepian. Mungkin dia iri, atau mungkin dia benci. Mungkin dia suka, atau mungkin dia cinta. Aku tidak pernah tahu apa yang ada di pikirannya, apa yang ada di hatinya, apa yang ada di jiwanya. Aku hanya tahu bahwa dia pencuri waktu.
Aku tidak tahu bagaimana cara menghentikannya. Aku sudah mencoba segala cara, dari ilmu pengetahuan, hingga ilmu hitam. Aku sudah mencari bantuan dari orang pintar, hingga orang gila. Aku sudah berdoa, hingga mengutuk. Tapi tidak ada yang berhasil. Dia tetap ada, tetap mengganggu, tetap mencuri. Dia adalah pencuri waktu.
Aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku. Aku tidak tahu apakah aku akan bahagia, atau apakah aku akan sengsara. Aku tidak tahu apakah aku akan menemukan makna hidupku, atau apakah aku akan kehilangan arah hidupku. Aku tidak tahu apakah aku akan mati dengan tenang, atau apakah aku akan mati dengan menyesal. Aku hanya tahu bahwa aku tidak punya pilihan. Aku harus hidup dengan pencuri waktu.