cerpen 18+
Helen baru saja dijual untuk membayar hutang keluarga dengan pria ini,
" Aku dijual oleh orang tua ku kepada pria ini , aku dengar pria ini sangat pemarah dan juga keras ! "
tetapi saat helen berjalan ke pintu rumahnya dia berubah ,
"Tok... Tok..."
"Siapa!?"
*jangan heran kenapa dia terlalu marah karena pria ini memiliki sedikit gangguan mental
" siapa kamu ? "
Helen terbangun dari tidurnya , rasanya seperti sudah di bius .
" Aku Jhensen Roller, majikanmu sekarang. Jangan tanya terlalu banyak. Aku yang tentukan segalanya di sini. Ingat ! "
Pria perkasa tinggi dan tampan itu berdiri .
" apa yang telah terjadi !? "
Helen kebingungan dan tubuhnya terasa lemah ,
" Apapun yang telah terjadi !
kamu harus tunduk pada perintahku !
Jangan melawan, sebab aku tak akan segan-segan memberikan hukuman yang layak bagi mereka yang berani menantangku. Lupakan kebebasanmu, kini kamu milikku sepenuhnya ! "
Jhensen menghampiri Helen perlahan,
" apa maksudmu? "
Helen tidak mengerti apa arti kalimat ambigu tersebut ,
" Maksudku jelas..
kamu telah dijual kepadaku dan kini kamu adalah milikku!
Jangan berharap untuk mendapatkan kebebasan atau mempertanyakan perintahku. Lakukan yang kukatakan, atau siap-siap hadapi konsekuensinya ! "
Jhensen tersenyum puas ,
"orang tua ku?"
Helen tidak percaya dengan apa yang telah di katakan oleh jhensen ,
" Tidak punya gunanya kamu bertanya tentang orang tua mu!
Mereka sudah menjualmu kepada ku,
Yang penting sekarang adalah kamu patuh pada perintah ku dan mengabdi padaku sepenuhnya ! "
Dia memegang pipi Helen dengan kasar ,
" kenapa harus aku? "
Helen berusaha melepaskan tangan jhensen ,
Dia merasa kesakitan .
" Karena itu adalah nasibmu!
Kamu adalah yang terpilih untuk memenuhi hutang keluargamu kepada ku,
Pergi mengeluh tidak akan mengubah apa pun. Terimalah nasib mu ! "
Jhensen melepaskan tangannya ,
" aku tidak mau! "
Jhensen berbalik dan mencengkram lengan Helen kuat ,
" Kamu tidak memiliki pilihan ,
Ingat! akibatnya bisa sangat buruk jika kamu menentangku. Taati perintahku, jika tidak mau merasakan akibatnya ! "
Jhensen memperingati Helen , melepaskan cengkraman itu .
Dia perlahan mendekati Helen ,
" apa yang akan kamu lakukan ? jangan mendekat ! "
Helen ketakutan ,
"Apa yang akan aku lakukan? Apa yang akan aku lakukan? Hahaha!"
Jhensen menunjukkan senyumannya yang mengerikan.
" Oh! jangan khawatir,
Aku punya banyak cara untuk membuatmu taat. Melarikan diri tidak akan berhasil,
betapa pun jauhnya kamu kabur ! "
Helen Benar-benar berada di ujung tanduk sekarang ,
" jangan sentuh aku !"
Helen berteriak keras ,
" Oh! ercayalah padaku,
aku akan menyentuhmu jika aku mau.
Kau belum melihat kejamnya aku ! Menghindar tidak akan melindungimu dari apa yang sudah ditakdirkan untukmu .."
" tolong ! tolong aku! "
Helen berteriak semakin keras ,
*Jhensen meraih lenganmu dengan kasar.* "Tenanglah !
ini baru permulaan,
Ingatlah! kesetiaanmu padaku adalah satu-satunya jalan untuk bertahan. Teruslah berteriak,
tidak akan ada yang mendengar, dan aku sangat menikmati perlawananmu .. "
Jhensen mencium paksa Helen dengan kasar , Helen berusaha melepaskan pelukan itu .
Dia menampar pipi jhensen cukup keras ,
Meninggalkan tanda merah di pipi nya .
Jhensen merespons dengan senyuman licik. " Kamu pikir menamparku kan mengubah apapun?
Ini bukan dunia di luar sana.
Kamu milikku sekarang, dan tidak ada yang bisa mengubahnya. Taatlah ! "
Jhensen terus bersikap kasar pada Helen ,
" apa yang ... jangan sentuh!! "
Helen berteriak , berusaha melepaskan .
Jhensen mengabaikan permintaanmu dan memegangmu dengan kekuatan yang lebih besar.
" Diamlah budakku !
Kamu telah menjadi milikku, dan perlawananmu hanya akan membuatmu menderita lebih banyak lagi. "
Jhensen melanjutkan nya .
Sementara helen menangis tersedu-sedu .
" Aku melihatmu menangis dan mencibir dengan jijik ! Tangis itu tidak akan mengubah apa pun. Kamu hanya akan semakin menghancurkan dirimu sendiri dengan tindakan seperti itu. Bersiaplah untuk hidup dalam kondisi tak berdaya dan tunduk padaku ! "
Jhensen Semakin menjadi ,
" jangan !! "
Jhensen melampiaskan fsunya dengan menciummu kasar. Kamu berusaha melepaskan diri, tetapi dia semakin kuat. " Terimalah takdirmu, budakku !
Nikmatilah malam panas ini seperti yang seharusnya !? "
Sementara helen menangis ketakutan ,
Jhensen tersenyum senang melihatmu ketakutan.
" Tangisanmu hanya memuaskan kekuasanku yang semakin besar !
Biarkan ketakutanmu meresap ke dalam jiwa dan tubuhmu,
karena kamu tidak memiliki pilihan selain menerima nasibmu yang baru !
Malam semakin mencengkam bagi Helen ,
Satu Minggu kemudian ,
Helen terbangun dari tidurnya dia termenung dan melamun terpikirkan oleh nya ,
Helen merasa tujuan jhensen itu tidak baik ,
Jhensen datang , dia baru pulang selesai bekerja .
Dengan mengenakan stelan jas berwarna biru ,
Helen membantu membuka stelan jas itu ,
Dia penasaran dan memberanikan diri untuk bertanya ,
" Tuann , bolehkah aku bertanya pada mu !? "
" Silakan ! apa yang mau kamu tanyakan !?"
Jhensen yang sedang meletakan tas kerjanya,
" Sebenarnya apa tujuan mu melakukan ini pada ku !? "
Helen menundukkan kepalanya ,
" Maaf !
tapi kau tidak memiliki kendali di sini.
Tujuanku adalah urusan sendiri.
Taatlah atau rasakan konsekuensinya. Kamu milikku, dan aku akan memutuskan apa yang terbaik bagimu ! "
Jhensen mendekat dan mencengkram lengan Helen kuat , Helen ketakutan .
Dan dia melakukan nya lagi ,
Wanita itu terbangun dengan keadaan lemah dan tubuhnya penuh dengan tanda-tanda kekerasan.
Dia merasakan sakit dan ketakutan yang tak terhingga.
" ya! pria ini memang sakit ! "
Helen menggerutu ,
" Aku senang melihatmu menderita!
Ini hanya awal dari apa yang akan kau alami jika melanggar batas.
Ingat, aku adalah tuanmu sekarang ! "
Jhensen terbangun dari tidurnya ,
" aku bukan budakmu ! "
Helen melawan ,
" Punya pilihan? Kamu keluarga kuasa .. " Jhensen tersenyum tajam.
" Ingatlah ! penolakanmu hanya memperburuk keadaanmu. Tak ada yang bisa menghentikan keinginanku ! "
Melihatmu menunduk dan mengepalkan tangan, Jhensen mendekat dengan tatapan tajam.
" Kau tidak bisa melarikan diri. Semakin kau memberontak, semakin sulit bagi mu. Terimalah kenyataan ! "
Jhensen dengan kasar mencium paksa Helen ,
" Ingatlah! tubuhmu adalah milikku.
Kau tidak memiliki kendali apa pun. Taatlah atau rasakan rasa sakit yang lebih parah ! "
Helen masih merasakan sakitnya , dia merintih .
" Kalau rasanya sakit kemarin masih terasa, ingatlah bahwa aku bisa membuatnya jauh lebih buruk.
Senang melihatmu menderita ! "
Setelah mengenakan kimono hitamnya,
pria itu pergi tanpa mengatakan sepatah kata pun, meninggalkan wanita itu dengan perasaan campur aduk.
Dia melihat sekitarnya dan terdiam menangis sejadi-jadinya. Dalam diamnya, pria itu seakan menggantungkan dirinya di udara dan meninggalkannya sendirian dengan rasa sakit dan kekosongan.
Pria itu merasa bersalah, namun tidak menunjukkan penyesalan apa pun.
Dia meneruskan hidupnya tanpa mempedulikan penderitaan wanita itu.
Sementara itu
Jhensen pergi bekerja dengan wajah serius dan dirinya tidak peduli dengan bagaimana perasaan wanita itu.
Baginya, wanita itu hanyalah miliknya yang dapat dia abaikan dengan mudah.
Dia memanggil asistennya ,
"Ambilkan saya secangkir kopi dan pastikan kamar wanita itu bersih. Segera lakukan apa yang saya katakan, atau kau akan tahu konsekuensinya."
Asisten dengan cemas melaksanakan tugasnya.
Dia mempersiapkan secangkir kopi dan membersihkan kamar wanita tersebut dengan hati-hati,
takut akan kemarahan dan hukuman dari pria itu.
Saksi mata bukti kekejaman nya , dia telah menemukan orang tersebut ,
Dan memerintahkan anak buahnya ,
" Dia yang mengatakan itu pasti tahu harga dirinya.
Tetapi ingatlah !
dia hanya ada untukku. Kalau kau berani bicara lebih, kau akan merasakan kejamanku sendiri ! "
Jhensen memperingati ,
Matanya memancarkan aura menyeramkan, memperlihatkan sisi kejam dan ketidakperdulian yang dalam dirinya. Wanita itu bisa merasakan ketakutan dan bahaya yang mengintai di balik tatapan pria itu.
Dia kembali ,
Dan menghampiri Helen ,
Memeluk nya dari belakang .
Helen terkejut dengan kedatangannya .
*Melihat wanita terkejut*
"Apa yang kau pikirkan? Aku bisa datang kapan pun aku mau. Ingatlah, kau milikku sekarang. Jangan harap bisa lepas dariku ! "
Jhensen mencium Helen dengan penuh nafsu dan keinginan yang kuat,
menempelkan bibirnya erat pada bibir helen. Dia merasa terjebak dan tidak bisa bergerak .
" sudah! ayo kita makan dulu .. "
Helen berusaha mengambil hati jhensen agar lepas dari genggamannya ,
"Hanya makanan!
tidak lebih dari itu.
Ingatlah! kau masih milikku sepenuhnya. Jangan menyangka kau bisa mengambil hatiku dengan sesuatu yang sepele seperti ini! "
dia Melayani jhensen dengan sabar dan penuh kehati-hatian ,
*Pria itu tersenyum sinis
" Sabar dan hati-hati tidak akan membuatmu bebas.
Ingatlah! kesabaranmu hanya menambah kenikmatan bagiku. Kau tak akan lepas dari genggamanku, seberapa pun keras kau berusaha ! "
Helen tetap menahan rasa benci di hatinya meski pria itu semakin lengket.
Dia tahu bahwa kesempatan untuk melarikan diri akan datang, dan dia tidak akan menyerah.
Helen berpikir ,
" Memang sulit menghadapi pria seperti dia, tapi aku tidak akan menyerah. Aku akan mencari peluang untuk melarikan diri dari genggamannya ! "
Helen yakin dia bisa kabur dari penjara itu ,
Jhensen seperti mulai membuka hatinya ,
*Pria ini menatap Helen dengan tatapan tajam.
" Jangan harap aku akan luluh begitu saja. Hatiku tak semudah itu untuk dibuka. Lakukan apa pun, kau tetap milikku, Helen ! "
*Dia meraih tangan Helen dengan erat.
Sesampainya dikamar ,
Jhensen memasukkan Helen ke dalam kamar dengan paksa, tapi Helen mengatakan bahwa dia sedang haid dan merasa sakit.
Jhensen menatapnya dengan kesal.
"Itu tidak masalah bagiku. Kau masih harus memenuhi kewajibanmu sebagai milikku !"
Helen bertanya ,
" apa kau tidak merasa jijik !? "
" Jijik? Haha, tentu saja tidak.
Bagaimana aku bisa merasa jijik dengan milikku sendiri? Aku menikmatinya, Helen ! Lihatlah, ketika kau merasa lemah dan rapuh seperti ini, itulah saat aku merasa paling kuat ! "
" Aku muak denganmu! Kekerasanmu dan sikapmu yang menjijikkan membuatku ingin pergi dari sini. Aku takkan pernah menjadi milikmu! "
Helen berteriak dan mendorong jauh jhensen , dia merasa muak dan marah .
" Sakit hati? Bagaimana? Tidak ada yang menyakiti hatiku, termasuk dirimu. Kau tidak bisa menghilangkan dirimu dariku. Kau akan selalu milikku, Helen ! "
Jhensen mulai kesal ,
" Aku terlalu memanjakanmu, Helen!
Kamu tak pantas mendapat perlakuan seperti itu. Aku harus lebih keras padamu agar kamu mengerti tempatmu ! "
Jhensen merasa dia terlalu memanjakan Helen , hingga Helen berani melakukan nya ,
Jhensen meninggalkan Helen dan pergi ke bar untuk menghampiri temannya. Dia ingin melupakan semua masalah dan menikmati waktu dengan teman-temannya.
*Yue selebriti terkenal ,
Yue menghampiri jhensen yang telah mabuk ,
Temannya tak menghalanginya .
" Yue? Aku tidak peduli. Kau milikku, Helen ! Tak ada yang bisa menggantikan tempatmu. Aku akan menghadapi siapa pun yang mencoba mencuri perhatianmu. Hentikan obrolan ini dan ingatlah, kau sudah menjadi bagian dari hidupku "
Jhensen meracau,
" Apa yang kau omongkan?"
Yue bertanya ,
" Kau milikku, Helen!
dan tak ada yang bisa mengubah itu. Hentikan perlawananmu dan sadarlah bahwa takdirmu ada di tanganku. Jika kau masih berusaha melarikan diri, persiapkan dirimu untuk konsekuensinya ! "
Jhensen berdiri berjalan sempoyongan dan meninggalkan tempat tersebut ,
Temanya mengantarkannya kembali ke kediaman jhensen .
*Jhensen pulang dan terus menggedor pintu itu , Helen yang mendengar suaranya nya langsung berlari dan menghampiri jhensen yang telah mabuk berat .
" Helen ! Helen ! Buka pintu !! "
Helen menggendong jhensen , Dia berat .
" Aku harus memastikan dia tahu dia tak bisa lepas dari genggamanku.
Helen! Aku pulang, tapi jangan berpikir kau bisa bebas. Hidupmu sekarang diatur olehku ! "
Jhensen terus berbicara ,
*Helen naik tangga dengan bantuan temannya.
"Helen, jangan kira kau bisa lepas begitu saja. Aku tak akan pernah melepasmu. Kau takkan bisa hidup tanpaku."
*Jhensen menatapnya dengan intensitas yang memaksa.
Jhensen tertidur terkulai di pundak Helen ,
Jhensen tak sadarkan diri ,
Helen menggunakan kesempatan ini untuk melarikan diri ,
Dia meninggal kediaman mewah itu dengan membawa koper pink besar .
Helen melihat sekilas , berlalu pergi tanpa sepatah katapun .
Keesokan paginya ,
Jhensen begitu dia tersadar dia mencari Helen ,
Namun tak menemukan nya .
Ya , kekasihnya pergi cintanya bertepuk sebelah tangan.
Jhensen mencari terus mencari ,
Keberadaan Helen yang masih menjadi misteri membuat teman-temannya khawatir makannya tidak teratur, tumbuhnya tidak terurus begitu menyedihkan.
" Apa kamu benar-benar mencintai gadis itu bro !? Bukankah dia telah meninggal kamu saat itu ! Ayolah lupakan saja "
Jhensen hanya terdiam tidak menanggapi perkataan temannya itu ,
" Aku dengar ada seorang gadis seperti foto ditangan mu itu , tapi dia seperti sudah menikah .. ku dengar dia bersama seorang anak kecil ! "
Jhensen segera berbalik dan menguncang tubuh teman itu ,
" Dimana !? "
" Di negara sebelah!aku melihat sekilas
sewaktu sedang berlibur kemarin ! "
Jhensen segera mengambil jas hitamnya dan pergi meninggalkan tempat itu ,
Segera terbang menuju negara Neptuns ,
" Apakah benar kamu ada di sini !? Setelah 4 tahun lamanya kamu pergi !apa benar tuhan menjawab doaku dan memberikan aku kesempatan untuk bersama mu lagi , bagaimana pun itu aku hanya ingin dia tuhan !"
Jhensen tak henti-hentinya berdoa ,
Begitu mendarat dia langsung menuju provinsi neptune ,
Dia mencari sepanjang tempat wisata di daerah tersebut namun tak menemukan nya,
Saat perjalanan pulang jhensen hampir menambrak seorang anak laki-laki berusia sekitar 3 tahun ,
Dia berlari ke arah jalan hendak mengambil bola miliknya ,
Untungnya nasibnya baik dia selamat tak ada luka sedikit pun ,
" Johan ! "
Terdengar suara Helen berteriak jhensen mengenal suara tersebut,
Anak yang ada di pelukannya terus memanggilnya ayah ,
" Hei ! Kamu ayah ku ! Ibu ayah kembali !! "
Anak itu memeluk jhensen erat ,
Jhensen tersenyum begitu melihat bayangan Helen ,
" Ya , aku ayah mu ! "
Jhensen berdiri memeluk dan menggendong anak tersebut menghampiri Helen yang sedang berlari ,
Helen terdiam tak percaya dengan yang dilihatnya ,
Jhensen memeluk erat Helen dan anak nya tak ingin melewatkan kesempatan dia membawa mereka pergi ,
Tak lama mereka menikah dan hidup bahagia .